Anirban Lahiri memegang keunggulan satu stroke ketika putaran ketiga THE PLAYERS Championship tak dapat dituntaskan.
Anirban Lahiri kini 25 hole menuju kemenangan yang sangat ia damba-dambakan, dengan keunggulan satu stroke pada ajang THE PLAYERS Championship yang bakal dituntaskan pada hari Senin (14/3) ini.
Lahiri memegang keunggulan tipis atas duo Amerika Harold Varner III dan Tom Hoge dengan skor total 9-under. Ia sendiri telah memainkan 11 hole untuk putaran ketiga, yang kemarin (03/14) harus dihentikan pukul 19:32 waktu setempat.
Pegolf berusia 34 tahun yang juga merupakan mantan pegolf No.1 Asian Tour ini akan melanjutkan putaran ketiganya pada pukul 08:00 waktu setempat Senin ini sebagai upayanya meraih gelar PGA TOUR pertamanya lewat ajang flagship yang menyediakan total hadiah sebesar US$20 juta atau sekitar Rp286 milyar ini. Ada banyak hal yang ia pertaruhkan kali ini, mengingat kemenangan akan menjadikannya pegolf India kedua setelah Arjun Atwal (Wyndham Championship 2010) yang menjuarai ajang PGA TOUR dan pegolf Asia ketiga yang menjuarai THE PLAYERS setelah K.J. Choi (2011) dan Kim Siwoo (2017).
”Ya, siapa yang tidak ingin menjuarai THE PLAYERS Championship?” ujar Lahiri kepada media setelah mencatatkan enam birdie dan satu bogey dalam sebelas hole pada putaran ketiganya.
”Anda tidak bisa tahu. Anda berjuang keras, berusaha melakukan chipping, melatih permainan, dan ketika semuanya selaras, semuanya berjalan dengan baik. Mungkin (kemenangan terjadi) pekan ini, mungkin pekan depan. Sejauh hal itu terjadi, dan itulah keyakinan yang harus Anda capai, dan itulah komitmen yang Anda miliki. Saya sudah senang bisa bermain dengan baik. Saya sudah senang bisa memukul iron dengan baik. Ketika Anda ada dalam kondisi mental yang demikian, biasanya Anda akan bermain dengan baik, dan itulah yang terjadi.”
Lahiri bukanlah pegolf biasa, mengingat sejauh ini ia telah memenangkan berbagai turnamen di Asia, termasuk dua gelar DP World Tour yang ia raih tahun 2015. Ia juga sudah dua kali mewakili Tim Internasional pada ajang Presidents Cup. Ia sendiri telah bermain di panggung PGA TOUR sejak 2016 dengan pencapaian terbaiknya terjadi pada ajang Memorial Tournament 2017 ketika ia finis T2. Selain itu, ia juga telah 12 kali finis di sepuluh besar dalam 153 turnamen yang ia ikuti.
Sayangnya, ia harus mengalami masa-masa yang suram lantaran performanya anjlok. Sepuluh besar terakhirnya terjadi pada ajang Barbasol Championship 2021, sedang musim ini sudah tujuh kali ia gagal lolos cut dari 12 turnamen. Permainannya di TPC Sawgrass juga sebenarnya jauh dari membanggakan, dengan empat kali hanya bermain dalam dua putaran, dan lolos cut sekali untuk finis T74 pada edisi 2019.
Namun, semua itu tampaknya sudah ia tinggalkan.
”Sungguh luar biasa. Jelas menyenangkan bisa mendapat sisi yang baik sejak awal. Saya harus jujur, waktu tidur semalam saya sempat mengkhawatirkan betapa dinginnya (hari Minggu) nanti. Saya tak terbiasa bermain dengan suhu di bawah 5 derajat Celsius. Dan asya sedikit kesulitan ketika mulai bermain (untuk melanjutkan putaran kedua), tapi sungguh menyenangkan bisa kembali mendapat proses yang baik dan ritme yang baik. Ada banyak swing bagus hari ini,” jelasnya.
Keputusannya menambah 3,5 gram pada clubhead iron-nya kini membantu Lahiri berada di tempat keempat untuk kategori Strokes Gained: Approach the Green, setelah sebelumnya ia berada di peringkat 212.
”Saya tidak berpikir jauh saat ini. Saya sangat senang, seperti yang saya bilang, saya senang, saya percaya diri. Bola sepertinya melambung sesuai harapan, sesuatu yang sebelumnya jarang tetrjadi. Saya hanya akan berusaha melakukan hal yang sama: membidik pin ketika merasa nyaman melakukannya dengan club yang nyaman saya mainkan. Ketika mendapatkan pukulan yang tak nyaman, saya harus menghargainya dan berusaha memasukkan putt. Saya pikir itulah yang bisa saya lakukan,” ujar Lahiri.
Ketika ditanya bakal seperti apa maknanya jika ia berhasil menang pekan ini bagi masyarakat di India, Lahiri dengan tegas menjawab, ”Sudah pasti kemenangan akan menjadi sorotan dalam karier saya. Tidak perlu diragukan lagi. Saya bisa bilang, inilah gelar yang paling diinginkan setelah gelar Major.
”Pasti akan besar artinya. Saya pikir dengan Every Shot Live, ada perbedaan besar karena orang bisa menyaksikan saya bermain. Bahkan ketika saya bermain dengan baik, ada banyak orang yang merasa tidak bisa melihat banyak pukulan, dan pekan ini mereka bisa menyaksikan sebanyak mungkin pukulan yang mereka mau dan tiap pukulan yang saya lakukan. Saya pikir hal itu ikut memberi perbedaan besar juga. Tidak tiap pekan Anda bisa main bagus, tapi Anda main bagus pada apekan ketika orang bisa benar-benar menyaksikan berbagai pukulan, mereka bisa melihat Anda bermain, semua itu memberi perbedaan yang sangat besar.”


