Anirban Lahiri berhasil mempertahankan keunggulan satu stroke-nya pada THE PLAYERS Championship dan bersiap menuju putaran final.
Skor 5-under 67 pada putaran ketiga yang ia tuntaskan pada Senin (14/3) pagi membantu Anirban Lahiri mempertahankan keunggulan satu stroke-nya menjelang putaran final THE PLAYERS Championship.
Lahiri menuntaskan tujuh hole tersisa dari putaran ketiga itu dengan bermain even par, berkat bogey di hole 15 dan birdie di hole 16. Dengan skor total 9-under 207, ia mempertahankan posisi teratas dengan keunggulan satu stroke atas Sebastian Munoz, yang menuntaskan putaran ketiganya dengan skor 65, Doug Ghim (68), Paul Casey (69), dan Sam Burns (71).
Inilah kedua kalinya dalam kariernya Lahiri memegang keunggulan 54 hole. Ia tak hanya berpeluang menyamai pencapaian rekan senegaranya, Arjun Atwal (Wyndham Championship 2010) yang sejauh ini menjadi satu-satunya pegolf India yang menjuarai ajang PGA TOUR, tapi juga berpeluang menjadi pegolf Asia ketiga setelah K.J. Choi (2011) dan Kim Siwoo (2017) yang menjuarai THE PLAYERS.
”Tak banyak yang bisa membuat Anda berpikir ke depan. Saya berusaha untuk fokus pada saat ini dan melakukan hal yang mesti saya lakukan berikutnya. Menurut saya jeda sesaat bisa membantu karena memang tak ada waktu untuk melakukan hal lainnya. Anda harus mengikuti jadwal dan berusaha memastikan punya istirahat yang cukup dan bersiap dan merasakan dan melakukan semua hal yang mesti dikerjakan. Sejauh ini semuanya berjalan cukup baik sebenarnya,” jelas Lahiri yang akan memulai putaran finalnya pada pukul 13:01 waktu setempat.
”Saya ada di posisi di mana saya bisa memukul dengan baik, melihat jalur bolanya dengan baik, merasa positif, dan semua itu membuat saya gembira.” — Anirban Lahiri.
Satu-satunya momen ketika ia juga memimpin dalam 54 hole terjadi pada ajang CIMB Classic di Malaysia tahun 2016. Ia akhirnya finis di posisi T3. Sementara prestasi terbaiknya pada PGA TOUR terjadi saat finis T2 pada ajang Memorial Tournament 2017. Permainannya kali ini memang sangat istimewa, yang terlihat dari statistiknya. Pada kategori Strokes Gained: Off the Tee, ia ada di posisi 15, sementara untuk Approach the Green ia ada di peringkat 7. Performa putting-nya juga sedang bagus dan menempatkannya di posisi 14 dalam tiga putaran di TPC Sawgrass.
Perubahan positif ini jelas sesuatu yang sudah sangat lama ia nantikan dan justru tiba pada momen yang istimewa. Keputusannya memodifikasi berat clubhead iron menjadi salah satu keputusan krusial pada pekan ini.
”Saya mencintai golf, dan ketika tahu Anda bisa main bagus dan justru main jelek, Anda tidak akan senang. Lalu ketika mulai main bagus lagi dan mulai memukul bola sesuai dengan keinginan, Anda bisa senang. Yang mau saya bilang, hal ini cukup sederhana. Saya ada di posisi tersebut sekarang, di mana saya bisa memukul dengan baik, melihat jalur bolanya dengan baik, merasa positif, dan semua itu membuat saya gembira,” ujarnya.
”Iron saya masih cukup sama ketimbang ketika saya datang ke sini tujuh tahun lalu. Itulah yang pada dasarnya kami pikirkan dan bicarakan dan putuskan untuk bereksperimen. Hasilnya tidak mungkin lebih buruk daripada yang sekarang. Sejujurnya, selama ini pukulan saya tidak bagus. Saya bilang, ayo coba menggunakan lead tape dan lihat bagaimana hasilnya karena saya merasa swing saya bagus, dan kemudian keputusan itu memberi perbedaan besar, jelas Anda bisa melihatnya.”
Pegolf Afrika Selatan Louis Oosthuizen, yang berada tiga stroke di belakang Lahiri tidak heran melihat pegolf India itu kini menantang untuk meraih kemenangan pertamanya pada THE PLAYERS. ”Dia pemain hebat. Jelas dia sudah melalui banyak hal dan tidak main bagus selama beberapa waktu, tapi ketika dia sudah mulai main bagus, dia bisa membukukan skor yang sangat rendah. Dia benar-benar petarung. … Dia sekadar bermain dan apapun yang terjadi, ia berfokus pada pukulan berikutnya dan hole berikutnya. Dia punya karakter yang bagus,” ujar Oosthuizen, yang telah dua kali bersama Lahiri dalam Tim Internasional untuk Presidents Cup.


