Keempat wakil Indonesia pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific harus menyudahi perjuangan mereka pada putaran kedua.
Perjuangan kuartet Indonesia pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific akhirnya harus kandas pada putaran kedua. Bianca Naomi Amina Laksono, Thea Jessica Tan, Abigail Rhea Soeryo Wiharko, dan Gemilau Joanne Kurnia harus menyudahi langkah mereka di Royal Wellington Golf Club setelah cut-off ditentukan pada skor total 6-over.
Bianca mencatatkan skor terbaik di antara ketiga rekannya setelah mencatatkan satu birdie dengan empat bogey untuk skor 75, tiga stroke lebih baik daripada permainannya pada putaran pertama. Ia pun menuntaskan debutnya dengan skor total 9-over 153, tiga stroke di belakang batas cut-off.

”Dua hari terakhir memang sangat menantang buat saya,” ujar pegolf berusia 21 tahun ini. ”Kemarin cuacanya panas, dan hari ini hujan, lalu berhenti, lalu hujan lagi sehingga saya mengalami kesulitan. Pukulan saya sebenarnya lebih bagus kemarin, hanya saja saya juga melakukan sejumlah kesalahan. Saya bersyukur kedua orangtua saya masih terus mendukung saya hingga hole terakhir.”
Meski kecewa dengan penampilannya, Bianca juga mengaku menantikan kesempatan untuk bisa menikmati kompetisi prestisius ini. ”Lapangan golf di sini sungguh luar biasa, dan mereka menempatkan pin di posisi yayng sangat bagus. Kalau bisa mendapat kesempatan lagi, saya pasti akan kembali dan bermain lebih baik lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Abigail menampilkan permainan terbaik bagi Indonesia pada putaran kedua tadi. Remaja berusia 15 tahun ini bermain mencatatkan peningkatan kualitas permainan yang paling signifikan ketika ia berhasil memperbaiki skornya hingga tujuh skor. Ia bahkan sempat bermain 2-under di sembilan hole pertama, yang ia mulai dari hole 10 di Royal Wellington, dengan menciptakan birdie di hole 10 dan 13.

”Saya berhasil memenuhi semua green in regulation di sembilan hole pertama sehingga bisa menciptakan banyak peluang birdie, bahkan berhasil menyelamatkan empat par. Hari ini putter saya sangat tajam sehingga bisa memaksimalkan banyak peluang serta menghindari bogey,” tutur pegolf asal Bali ini.
Ia tampaknya membuka peluang untuk bisa melangkah ke putaran akhir pekan setelah mampu mempertahankan fokusnya hingga menuntaskan hole 3, yang menjadi hole ke-12 baginya. Sayangnya, ia akhirnya harus mendapat bogey di hole 4, dan harus memainkan lima hole berikutnya dengan tiga bogey tambahan. Alhasil, ia harus puas dengan skor 74.
”Beberapa pukulan approach saya meleset dan saya terpaksa melakukan tiga putt di dua hole. Bola saya juga berada di posisi yang sulit sehingga fokus saya bukan lagi untuk mengejar birdie, melainkan untuk menghindari skor yang lebih besar lagi.

”Pelajaran terbesar buat saya pekan ini ialah betapa pentingnya untuk bermain sabar dan fokus pada apa yang ada di depan saya. Meskipun tidak berjalan sesuai harapan, saya belajar kalau konsistensi itu datang dari aspek mental, bukan teknik,”
Thea juga berhasil memperbaiki skornya, namun hanya bisa bermain empat stroke lebih baik untuk skor total 156 dalam penampilan ketiganya pada WAAP ini. Sementara Gemilau juga harus mengakhiri debutnya dengan skor total 166.
Dengan berakhirnya perjalanan keempat pegolf putri ini, para penggemar golf Tanah Air masih harus bersabar hingga tahun depan untuk menanti upaya memecahkan rekor penampilan terbaik Indonesia pada WAAP, yang sampai saat ini masih dipegang oleh Ida Ayu Indira Melati Putri. Ida Ayu hanya tampil sekali dalam ajang ini dan berhasil finis T11 pada edisi 2021 di Dubai.


