Harapan meraih kartu Asian Tour harus pupus pada putaran keempat Qualifying School Final Stage kemarin (21/1).

Perjuangan tiga wakil Indonesia pada ajang Qualifying School Final Stage pada Asian Tour harus berakhir pada putaran keempat kemarin. Langkah Danny Masrin, Fadhli Soetarso, dan Kevin Caesario Akbar harus terhenti lantaran ketiganya tak dapat menembus jajaran 70 besar. Hanya pemain yang berada di zona 70 besar, plus ties, yang bisa melangkah ke putaran final, yang berlangsung hari ini.

Batas cut-off yang ditentukan pada 3-under membuat ketiga wakil Indonesia ini harus mengakhiri perjuangan mereka. Sebanyak 76 pegolf akan berjibaku untuk menjadi bagian dari hanya 35 pemain yang berhak meraih kartu Asian Tour untuk mengikuti musim 2023, yang akan menjadi musim kompetisi terbesar yang pernah ada dalam sejarah Asian Tour.

Pada putaran keempat kemarin, Danny dan Fadhli sama-sama mengemas skor 72, sementara Kevin menorehkan skor 73.

Danny sempat membuka peluang ketika menorehkan birdie pertamanya di hole 2. Namun, dua bogey di hole 4 dan 5 mulai memberatkan langkahnya. Meski meraih birdie kedua, yang ia raih di hole 7, ia tak lagi menambah birdie, malah mendapat bogey di hole terakhir sehingga harus menuntaskan perjuangannya dengan skor total 3-over 287.

Fadhli, yang bermain dalam dua grup di depan Danny juga membuka peluang setelah mencatatkan tiga birdie berturut-turut dari hole 1. Akan tetapi, momentumnya terhenti lantaran ia justru bermain 4-over di lima hole berikutnya. Pegolf yang, bersama Kevin, ikut mewakili Ciputra Golfpreneur Foundation ini, sempat memperbaiki kartu skornya dengan birdie di hole 9, 11, dan 15, namun tiga bogey berturut-turut membuatnya harus mencatatkan skor total 7-over.

Jika Danny dan Fadhli bermain di layout AB di Lake View Resort and Golf Club, Kevin memainkan putaran keempatnya di layout CD. Ia hanya bisa mendapat satu birdie di sembilan hole pertamanya, dan harus menorehkan 6 bogey di 12 hole berikutnya. Meski berhasil menuai tiga birdie di empat hole terakhir, skor total 5-over yang ia raih tak lagi cukup membawanya melangkah ke putaran final.

”Pelajaran yang bisa saya ambil, sejujurnya, hidup sebagai pemain Tour itu memang berat. Apalagi jika mengandalkan main bagus dalam satu minggu untuk Qualifying School, soalnya untuk bisa mendapatkan puncak permainan dalam golf tidaklah mudah. Ketika merasa permainan kita sedang bagus saat tidak ada turnamen, jelas sangat berat buat kami,” tutur Kevin.