Takumi Kanaya menyudahi petualangannya pada WGC-Dell Technologies Match Play, namun berniat membawa momentum pekan ini.

Langkah fenomenal bintang muda asal Jepang Takumi Kanaya pada ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play harus berakhir di babak 16 besar. Pegolf berusia 23 tahun ini harus mengakui ketangguhan pegolf Kanada Corey Conners, yang unggul 5 dan 3 pada Sabtu (26/3) kemarin.

Kanaya memberikan penampilan yang meyakinkan di Austin Country Club. Meski mengawali langkahnya pada ajang match play ini dengan kekalahan, ia berhasil menaklukkan dua pegolf yang memiliki peringkat lebih tinggi, yaitu Tony Finau dan Lucas Herbert, untuk menjuarai fase grup. Namun, Conners terbukti lebih tangguh daripada pemegang tiga gelar Japan Golf Tour ini.

Kekalahan tidak menyusutkan semangat pemuda yang mengusung mentalitas pantang menyerah ini. Kini perhatiannya terfokus pada ajang Valero Texas Open, yang akan dilangsungkan pekan depan, sebelum kemudian bergabung dengan seniornya Hideki Matsuyama dan pegolf amatir No.1 Dunia Keita Nakajima di Augusta National, untuk ajang Masters Tournament.

”Saya menikmati waktu yang luar biasa, pengalaman yang luar biasa pada ajang WGC pertama saya. Bisa menembus Putaran 16 besar adalah prestasi untuk partisipasi pertama saya di sini. Senang bisa menikmati pengalaman empat putaran karena perbedaan dengan format match play,” ujar Kanaya.

Performanya pekan ini praktis membuatnya berada di posisi T9 pada ajang ini. Artinya, untuk kedua kalinya ia menembus 10 besar dalam ajang PGA TOUR, setelah finis T7 pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP di negeri sendiri, bulan Oktober 2021 lalu. Dengan demikian, ia kini mengoleksi 141 point FedExCup dalam kategori non-anggota. Ia juga bisa menerima status Keanggotaan Khusus Sementara kalau bisa menyamai atau melampaui poin yang diraih oleh pegolf berperingkat 150 pada klasemen final FedExCup musim lalu, yaitu 287 poin.

 

 

”Sepuluh besar kedua pada ajang PGA TOUR. Sudah pasti, lebih banyak poin yang saya dapatkan semoga bisa memberi saya lebih banyak kesempatan untuk bermain pada masa mendatang. Saya hanya perlu tetap membangun (performa) dan melakukan yang terbaik tiap pekan ketika memiliki kesempatan untuk bermain,” sambung pegolf yang kini berada di peringkat 64 dunia ini.

Penampilannya sejauh ini jelas memberinya peluang yang bagus untuk mengikuti jejak idolanya, Matsuyama, untuk segera bermain reguler pada PGA TOUR. Bekal statusnya sebagai mantan pegolf amatir No.1 Dunia, plus kemenangan pada Asia-Pacific Amateur Championship 2018, serta lolos cut pada debutnya di Augusta National, plus performanya belakangan ini bakal menjadi dorongan berharga untuk pemuda asal Hiroshima ini.

”Poin-poin kekuatan saya mesti lebih kuat lagi dan saya mesti terus memukul lurus dan lebih konsistene lagi,” ujarnya. ”Saya tidak bakal mengubah apa-apa dan akan menargetkan untuk melakukan yang terbaik dalam dua pekan ke depan dan terus menikmati permainan di lapangan.”

Ia juga bakal kembali bertemu dengan Gareth Jones, yang merupakan pelatih kepala Tim Nasional Jepang. Jones sendiri baru tiba di AS setelah melakukan perjalanan dari Australia. Keduanya praktis belum pernah bertemu sejak pandemi COVID-19.

”Ia tiba malam ini. Saya sendiri belum bertemu dengannya selama beberapa waktu dan kami akan melatih beberapa hal untuk bersiap dalam beberapa pekan ke depan,” ujar Kanaya.