Fifa Laopakdee menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf Thailand pertama yang memenangkan Asia-Pacific Amateur Championship.

Bintang baru asal Thailand Fifa Laopakdee menorehkan sejarah baru dengan menjadi pegolf Thailand pertama yang secara sensasional menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship. Prestasi ini sekaligus memberinya tiket untuk mengikuti Masters Tournament dan The Open Championship tahun depan.

Pegolf berusia 20 tahun, yang juga mahasiswa Arizona State University (ASU) ini menampilkan permainan fenomenal. Mengawali putaran final dengan tertinggal enam stroke di Majlis Course, di Emirates Golf Club, ia sukses menaklukkan pimpinan klasemen hari ketiga Taisei Nagasaki lewat birdie di hole tambahan ketiga.

”Sulit dipercaya. Saya sempat memberi tahu pelatih (ASU) Matt Thurmond, saya akan menjadi pegolf Thailand pertama yang menjuarai ajang ini dan menjadi amatir Thailand pertama yang bermain pada The Masters. Pelatih, saya mewujudkannya! Sungguh luar biasa berarti bagi saya,” ujar Laopakdee dengan wajah berbinar usai disiram oleh rekan-rekan senegaranya usai memastikan kemenangan bersejarah ini.

Suasana sebaliknya terlihat di wajah Nagasaki. Keunggulan pemain debutan berusia 16 tahun ini langsung sirna setelah bermain dengan 38 pukulan di sembilan hole pertamanya. Bahkan catatan skornya disamai oleh Laopakdee di hole 15. Meskipun sempat menunjukkan perlawanan dengan birdie di hole 16 dan 17 untuk kembali meraih keunggulan satu stroke, kegagalannya menciptakan birdie dari jarak 1,2 meter di hole 18 membuatnya melepas peluang emas untuk meraih kemenangan.

 

Taisei Nagasaki, Round 4 Asia-Pacific Amateur Championship 2025.
Taisei Nagasaki menangisi kegagalannya yang nyaris memenangkan Asia-Pacific Amateur Championship 2025. Foto: Asia-Pacific Amateur Championship.

 

”Saya merasa kecewa pada diri sendiri. Hari ini merasa kesulitan untuk mendapatkan birdie. Sungguh mengecewakan,” tutur Nagasaki sambil menangis.

Adapun Laopakdee, yang nama panggilannya berasal dari sang ayah yang juga penggemar berat sepakbola, sempat menyinggung nama Tiger Woods, yang separuh berdarah Thailand dan pernah meraih kemenangan di Majlis Course, serta menjadi idola dan inspirasi bagi banyak pegolf muda Thailand.

Pemuda Thailand ini bahkan melakukan kebangkitan khas Woods di sembilan hole terakhirnya. Secara luar biasa ia mencatatkan lima birdie untuk memaksakan hole tambahan dengan Nagasaki. Dan setelah kedua pemain sama-sama menciptakan birdie di hole tambahan, yang dimainkan di hole 18 dan 17, pegolf berbakat ini memanfaatkan keberuntungan dari pukulan approach-nya di hole 18, yang berhasil menghindari air. Chipping yang mendekati lubang di sana memastikannya meraih birdie, sementara Nagasaki hanya menciptakan par.

”Setelah memainkan 18 hole (dalam putaran final), saya tidak sadar kalau main 5-under di sembilan hole terakhir dan asyik bergurau dengan kedi saya,” tutur Laopakdee. Keberhasilannya ini membuatnya menyamai skor kemenangan dengan jarak ketertinggalan terbesar pada sejarah Kejuaraan ini.

 

Fifa Laopakdee, R4 Asia-Pacific Amateur Championship 2025.
Fifa Laopakdee menjadi pegolf Thailand pertama yang bakal tampil di Augusta National untuk Masters Tournament 2026 berkat kemenangannya di Dubai. Foto: Asia-Pacific Amateur Championship.

 

”Saya terus menjaga pola pikir saya sejak memulai pekan ini, tetap fokus dan bersenang-senang dengan kedi saya, dan menikmati permainan. Pukulan demi pukulan, hole demi hole, dan saya bangga bisa melakukan semua itu, terutama di sembilan hole terakhir. Salut untuk Taisei, yang menyulitkan perjuangan saya. Sungguh duel yang luar biasa antara saya, dia, dan Rintaro (Nakano).”

Nakano, yang finis di tempat ketiga di Jepang tahun lalu, kembali finis di tempat yang sama, kali ini sendirian, setelah bermain dengan skor 71. Ia finis dua stroke di belakang Laopakdee dan Nagasaki. Adapun pegolf Australia Harry Takis (70) berada di tempat keempat, sementara Le Khanh Hung (71) mencatatkan finis terbaik bagi Vietnam pada Kejuaraan ini dengan finis T5.

Sejak ajang ini digulirkan tahun 2009, hanya pegolf dari China, Jepang, Korea, dan Australia yang telah meraih kemenangan. Laopakdee kini mengubah sejarah tersebut.

Adapun wakil Indonesia Rayhan Latief sukses menyamai rekor yang diciptakan George Gandranata, 14 tahun silam. Remaja berusia 18 tahun yang berkuliah pada University of North Texas ini finis T17 dengan skor total 4-under 284.