Ryo Katsumata akhirnya mewujudkan gelar JGTO pertama dalam kariernya dengan menjuarai Panasonic Open 2025.
Ryo Katsumata memastikan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) pertama dalam kariernya menyusul kemenangan satu stroke atas Takashi Ogiso dan Mikumu Horikawa pada ajang Panasonic Open 2025. Pada putaran final tadi (28/9), skor 2-under 69 di Izumigaoka Country Club sudah cukup baginya untuk akhirnya bisa mengangkat trofi.
Peluangnya untuk meraih kemenangan nyaris sirna tatkala ia menciptakan dua bogey berturut-turut di hole 15 dan 16. Akan tetapi, ia berhasil mengamankan par di dua hole terakhir sehingga skor total 20-under 264 miliknya masih menempatkannya satu stroke lebih baik dari para pesaing terdekatnya.
Pada awal putaran final tadi, ia terlihat memegang kendali penuh. Dua birdie beruntun di dua hole pertamanya seakan hendak memastikan hari ini menjadi hari yang tepat baginya. Bahkan bogey di hole 7 tidak menggoyahkan permainannya lantaran ia kembali menorehkan birdie di hole 9.
”Tiap minggu saya menyaksikan pemain lain menang dan membuat saya merasa menyedihkan.”
Usai mendapat bogey-birdie di hole 11 dan 12, ia berhasil menciptakan eagle di hole 14, setelah pukulan wedge-nya dari jarak 37 meter berhasil masuk.
Celakanya, dua bogey beruntun itu kian menambah ketegangan bagi pemuda berusia 29 tahun ini. Beruntung ia berhasil mengembalikan fokusnya untuk akhirnya memastikan kemenangan jatuh ke tangannya.
”Saya tahu sudah ada yang main 19-under, jadi saya tidak boleh melakukan kesalahan lagi. Saya juga tidak mengincar birdie di hole 18, jadi saya mengingatkan diri sendiri untuk finis dengan par saja,” tuturnya.
Kemenangan ini jelas terasa manis baginya. Terutama setelah selama ini ia banyak menyaksikan rekan-rekannya, termasuk para juniornya menikmati kemenangan, sementara ia sendiri seakan kesulitan untuk mengikuti jejak mereka.
”Terkadang (kemenangan) ini terasa sangat lama. Tiap minggu saya menyaksikan pemain lain menang dan membuat saya merasa menyedihkan. Sekarang, kalau melihat ke belakang, bisa meraih kemenangan setelah berkiprah empat tahun rasanya tidak terlalu lama. Tapi memang terasa tak berujung ketika menjalaninya,” ujarnya lagi.
”… sekarang saya bisa berfokus untuk menjadi pemain yang bisa konsisten menang dalam dekade berikutnya.”
Kemenangan ini juga sekaligus mewujudkan harapannya untuk bisa menikmati kemenangan sebelum genap berusia 30 tahun. Target ini menjadi sesuatu yang kerap ia diskusikan dengan pelatihnya.
”Saya ingin meraihnya dalam usia 20-an, dan sekarang saya bisa berfokus untuk menjadi pemain yang bisa konsisten menang dalam dekade berikutnya,” tuturnya lagi.
Perjalanan kariernya sendiri memang unik. Hingga usia 14 tahun, Katsumata sebenarnya merupakan atlet baseball berbakat. Sampai akhirnya cedera membuatnya harus beralih ke golf.
Bahkan ketika ia memutuskan pindah ke golf, ia bertekad mengejar ketertinggalan dari pemain lain dengan memukul 1.500 bola pada akhir pekan ketika ia SMA. Terkadang ia sembunyi-sembunyi melakukannya, terkadang pula sepulang sekolah.
”Kemenangan ini jelas akan membuat saya menjadi lebih kuat secara mental. Sepanjang pekan ini saya terus mengingatkan diri untuk berfokus pada hal tersebut. Inilah yang ingin saya bawa terus mulai sekarang!”


