Pebble Beach dan Riviera bersiap mengembangkan warisan masing-masing dengan bintang-bintang PGA TOUR berburu kejayaan.

Oleh Jim McCabe.

Kehadiran musim baru pada PGA TOUR selalu mengundang keingintahuan tentang apa hal yang baru dan tahun 2024 ini pun tidak berbeda.

Nama yang ada di daftar teratas, mungkin, adalah Ludvig Aberg asal Swedia yang baru berumur 24 tahun. Ia sudah menang dua kali, sekali pada PGA TOUR dan sekali pada DP World Tour. Namun, mereka yang penasaran ingin tahu bisa sebagus apa dia.

Lalu ada juga duo dinamis, Jordan Spieth dan Justin Thomas. Untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun keduanya sama-sama bermain pada PGA TOUR, kedua bocah ajaib tidak meraih satu kemenangan pun tahun 2023.

Benar. Tak ada. Nol. Itu semusim lalu. Dan keduanya hanya meraih dua kemenangan dalam 86 turnamen terakhir mereka. Apa penyebabnya? Dan bisakah mereka kembali ke jalur pemenang?

 

Joseph Bramlett, Inside the Ropes Februari 2024.
Hole 9 menjadi salah satu dari rangkaian hole dengan pemandangan pinggir laut di Pebble Beach Golf Links. Foto: Getty Images.

 

Tentunya akan menjadi alur cerita yang baru bagi mereka.

Namun, jika Anda ingin secercah kisah berbeda yang digemari dalam bagian awal dari jadwal PGA TOUR, alihkanlah fokus Anda pada 1-2 ”Signature Event” di Pesisir Barat. Apa yang menjadikan AT&T Pebble Beach Pro-Am (pada 1-4 February) di Central California dan Genesis Invitational (pada 15-18 Februari) di Los Angeles, yang kerap ditandai penggemar golf sejati, bakal menjadi kisah lama.

Pebble Beach Golf Club dan Riviera Country Club.

Keduanya menawarkan bukti yang sahih bahwa golf jelas berbeda ketimbang olahraga beregu profesional, seperti bisbol atau basket, atau futbol. Dalam olahraga-olahraga lainnya itu, lapangannya tidak cukup menciptakan daya tarik yang besar lantaran tidak berbeda dengan lapangan lainnya.

Lapangan futbol sepanjang 100 yard (91,4 meter) di San Francisco sama saja dengan lapangan sejauh 91,4 meter di Philadelphia. Ring basket di New York setinggi 3 meter, juga sama dengan yang di Miami. Para penggemar dalam olahraga masing-masing nyaris mengenali lokasi penyelenggaraannya.

 

Justin Rose, Inside the Ropes Februari 2024.
Justin Rose merupakan juara edisi 2023 sebelum Pebble Beach Golf Links mendapat sorotan sebagai lapangan penyelenggara Signature Event. Foto: Getty Images.

 

Ah, tapi dalam golf lapangan bermainnya menjadi kisah tersendiri.

Para penggemar golf tahu kalau Pebble Beach Golf Links menjadi tempat ziarah yang sejajar dengan Old Course di St. Andrews. Anda tidak sekadar berkunjung ke Pebble, Anda melakukan perziarahan.

Para penggemar juga tahu Riviera tak hanya lapangan bermain bintang-bintang kelas A Hollywood. Lapangan ini merupakan sebuah desain yang cemerlang, yang disukai oleh para pegolf profesional terbesar sehingga bermain di ”The Riv” selalu ditandai di kalender berbulan-bulan sebelumnya.

Nah, sebagian dari persamaan itu berubah tahun 2024 ini karena dengan label Signature Event”, ada nuansa aura yang lebih dalam yang diarahkan untuk AT&T Pebble Beach Pro-Am dan Genesis Invitational.

Pendaftaran untuk kedua turnamen ini terbatas hanya untuk sejumlah kategori: 30 besar dunia, 50 besar klasemen akhir FedExCup musim lalu, dan sebagainya. Jadi, para penggemar bisa dipastikan menikmati daya tarik dari para pemain elite dari atas sampai bawah.

 

Adam Scott, Inside the Ropes Februari 2024.
Adam Scott saat hendak melakukan pukulan tee di hole 10 yang ikonik di Riviera Country Club. Foto: Getty Images.

 

Para penggemar tahu mereka akan mendapatkan aksi-aksi kelas dunia dari pemain, seperti Viktor Hovland, Scottie Scheffler, Rory McIlroy, Collin Morikawa, dan lainnya. Namun, dari semua jawara ajang besar dan semua kejuaraan Major dan turnamen Istimewa lainnya, yang membedakan kunjungan ke dua wilayah di Pesisir Barat ini ialah pemandangan di Pebble Beach dan aura murni Riviera.

Sejak pertama kali dimainkan di Monterey Peninsula, sekitar dua jam dari San Fransisco pada tahun 1947 ini, ajang ternama Pro-Am di Pebble Beach hanya sekali absen, yaitu tahun 1966, ketika hujan turun begitu lebatnya sampai akhirnya terpaksa dibatalkan.

Ajang ini dianggap sebagai turnamen yang ”wajib dimainkan” sejak almarhum Bing Crosby menjadikan Pebble Beach sebagai pertunjukan dalam rotasi pro-am-nya. Cypress Point, Monterey Peninsula, dan Poppy Hills juga telah dimainkan selama bertahun0tahun. Tahun 2024 ini, para pemain dan pegolf amatir akan memainkan satu putaran di Pebble dan satu putaran di Spyglass, lalu para pegolf profesional akan memainkan dua putaran lagi di Pebble Beach.

Hal ini agak berbeda daripada tahun yang sudah-sudah ketika para pemain dan pegolf amatir memainkan tiga lapangan berbeda, lalu hanya 24 pegolf amatir yang akan memainkan putaran keempat di Pebble pada hari Minggu. Namun, satu hal yang belum akan berubah ialah pemain terbaiknya bakal dimahkotai sebagai juara.

Pemenang tahun lalu ialah Justin Rose, tapi deretan para pemenang pada ajang Pro-Am di Pebble Beach ini termasuk para anggota World Golf Hall of Fame: Sam Snead, Byron Nelson, Jack Nicklaus, Billy Casper, Tom Watson, dan Johnny Miller dari satu generasi yang lalu; Payne Stewart, Tiger Woods, dan Jordan Spieth dari generasi belakangan.

 

Tiger Woods, Inside the Ropes Februari 2024.
Bahkan dengan kebesaran dan rekornya, Tiger Woods, dan juga Jack Nicklaus, sama sekali belum pernah meraih kemenangan saat memainkan Riviera Country Club. Foto: Getty Images.

 

Ketika pemandangan ke arah Stillwater Cove dan Samudra Pasifik yang megah akan memikat Anda begitu memainkan rangkaian hole dari hole 5-10 dan hole 17 dan 18 di Pebble Beach, Riviera akan menghadirkan pemandangan yang berbeda.

Ada rerumputan Kikuyu yang memperdayai yang bahkan para suhu short game terbaik sekalipun belum mampu menguasainya. Lalu ada rangkaian hole yang secara karakter berbeda: hole 6 par 3 dan green melingkarnya yang memiliki bunker di tengah-tengah; hole 10 par 4 yang memungkinkan dicapai dengan pukulan driver jika para pemain mencobanya, hanya saja pukulan yang meleset akan menyisakan pukulan wedge yang mustahil dilakukan; dan hole 18 dogleg keras ke kanan di mana pukulan yang meleset ke kanan dan ke kiri bakal mendapat penalti.

Seperti halnya Pebble, para pemain besar di Riviera telah dipertegas oleh sederet jawara: Snead, Nelson, Watson, Miller, Ben Hogan, Lanny Wadkins, Fred Couples, Nick Faldo, Ernie Els, Adam Scott menjadi beberapa di antaranya—meskipun, sejujurnya, harus selalu dicatat bahwa Nicklaus dan Woods tidak pernah menang di Riviera.

Fakta ini menjadi bab penutup bagi Jack Nicklaus, yang segera berusia 84 tahun dan tak lagi menambah rekor bermainnya. Namun, bagi Woods, yang baru genap berusia 48, ia tak hanya menjadi ”tuan rumah” pada Genesis Invitational, ia juga tampaknya bakal menjadi peserta (dengan undangan sponsor) jika operasi yang memperbaiki engkel kakinya mujarab.

Sulit dipercaya bahwa Riviera menjadi tuan rumah untuk peserta yang terbatas dari jajaran pemain elite, yang bersaing memperebutkan total hadiah sebesar US$20 juta bisa menjadi bahan perbincangan yang lebih besar lagi, tapi hal ini bisa terjadi jika Woods melangkah ke tee pertamanya pada hari Kamis dengan club di tangannya.

Woods akan menjadi sorotan tersendiri, setidaknya untuk awal turnamen. Namun, bisa ditebak bahwa Riviera, seperti yang selalu terjadi, akan bersinar terang dan bahwa ”Signature Swing” ke Pebble dan ”The Riv” akan mengundang kunjungan para penggemar yang ramai, sebagaimana yang telah diperkirakan oleh PGA TOUR.

CATATAN EDITOR
AT&T Pebble Beach Pro-Am 2024 akhirnya harus berakhir pada hari Senin dengan keputusan mengakhiri turnamen itu sebagai ajang 54 hole, untuk pertama kalinya sejak 2009. Cuaca yang buruk menyebabkan putaran keempat tidak bisa dimainkan. Wyndham Clark, yang menjadi pimpinan klasemen pada akhir putaran ketiga didaulat sebagai juara dengan skor total 17-under 199, satu stroke lebih baik daripada pegolf Swedia Ludvig Aberg.