Brendan Lawlor dan Kim Moore menjadi dua di antara para pegolf elit dengan disabilitas dari seluruh dunia yang mengincar sukses dalam gelaran perdana G4D Open yang akan dimulai hari Rabu (10/5) ini.

Sebanyak 80 pegolf pria dan wanita yang mewakili 17 negara telah berkumpul di Duchess Course di Woburn. Mereka adalah para pegolf pria dan wanita dengan disabilitas yang akan bertanding dalam edisi perdana G4D Open. Dari jumlah tersebut, delapan dari sepuluh pegolf teratas dari World Ranking for Golfers with Disability (WR4GD), atau Ranking Dunia bagi Para Pegolf dengan Disabilitas, telah berada di Woburn untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Kejuaraan ini sengaja dihadirkan dalam kerja sama antara The R&A dan DP World Tour, dan mendapat dukungan dari EDGA (European Disabled Golf Association). Ajang ini akan menjadi salah satu ajang paling inklusif, yang mempertandingkan sembilan kelas bagi seluruh grup keterbatasan fisik yang ada.

 

Kim Moore, G4D Open 2023.
Pegolf Amerika Kim Moore merupakan salah satu dari total 80 peserta dari 17 negara yang bertanding pada G4D Open, 10-12 Mei 2023. Foto: The R&A.

 

Pegolf asal Irlandia Brendan Lawlor, yang saat ini merupakan pegolf No.2 Dunia di belakang Kipp Popert, merupakan salah satu pemain yang mendapat sorotan pada pekan ini. Ia telah beberapa kali menjuarai ajang pada EDGA Tour dan sering berpartisipasi pada ajang G4D Tour bahkan DP World Tour.

Pegolf profesional berusia 26 tahun ini menjadi salah satu pemain yang menyambut kesempatan untuk bersinar di panggung sebesar Woburn. ”Ini ajang yang besar, penyelenggaraan pertama. Bisa menempatkan nama Anda di trofi, bisa menciptakan sejarah dengan menjadi pemain pertama yang mewujudkannya, jelas akan menjadi hal terbesar buat saya. Permainan saya sedang bagus dan, secara mental, saya juga merasa siap. Jadi, rasanya saya bisa bermain dengan baik pada pekan ini,” tutur Lawlor.

Sementara itu, pegolf asal Amerika Moore, yang mengalami amputasi pada kakinya, sengaja bertolak dari negerinya untuk mengikuti edisi perdana The G4D Open dengan harapan bisa mengangkat trofi. Tahun lalu ia sempat menikmati kemenangan pada ajang US Adaptive Open di Pinehurst sehingga kini ia berharap bisa melakukan hal yang sama.

 

Juan Postigo Aves, G4D Open 2023.
Juan Postigo Aves akan mengarungi G4D Open dengan mengambil inspirasi dari legenda Spanyol Seve Ballesteros yang juga berasal daerah kelahirannya. Foto: The R&A.

 

”Sangat menarik,” ujar pegolf yang bermain dengan handicap 2,3 dan telah memastikan spotnya untuk mengikuti G4D Tour Scandinavian Mixed bulan depan. ”Pekan ini bakal jadi pekan yang besar. Lapangannya berada dalam kondisi yang bagus dan saya sangat bersemangat bisa menjadi bagian dari kejuaraan pertama ini. Sungguh menyenangkan bisa menjadi bagian dari sejarah!”

Dalam gelaran perdana G4D Open ini, para pegolf amatir dan profesional akan bersaing dalam format stroke play gross 54 hole di seluruh kelas yang ada, yang mencakup beragam kategori, seperti Standing, Intellectual, Visual, dan Sitting. Juara keseluruhan akan ditentukan pada akhir putaran ketiga, bersama dengan para pemenang pria dan wanita dan hadiah gross untuk tiap kategori.

Keputusan penyelenggaraan G4D Open ini dilakukan menyusul langkah inklusif Modified Rules of Golf for Players with Disabilitas ke dalam Rules of Golf dan administasi WR4GD yang sedang berjalan dan dijalankan oleh The R&A dan USGA.

 

Kris Aves, G4D Open 2023.
Kris Aves, yang bertanding dengan menggunakan ParaGolfer menyebut kesempatan mengikuti G4D Open di Woburn bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. Foto: The R&A.

 

”Saya berasal dari daerah yang sama dengan Seve Ballesteros, dan ia menginspirasi tidak hanya geneerasi pemain Eropa pada masanya, tapi juga para pemain di seluruh dunia. Saya selalu terinspirasi olehnya dan ingin bermain dengan baik pekan ini, bermain sebaik mungkin. Dengan dukungan The R&A dan DP World Tour, segala sesuatunya bisa dimungkinkan dan mengikuti ajang Major di Eropa selalu menjadi hal yang luar biasa!” ujar Juan Postigo Arce, yang juga mengalami amputasi pada kakinya.

Semangat serupa juga ditampilkan oleh pegolf asal Inggris Kris Aves, yang bakal bertanding di kelas Sitting lantaran menggunakan ParaGolfer untuk mengikuti The G4D Open pekan ini. ”Sulit dipercaya bisa berada di sini. Bisa menjadi bagian dari tim di sini, dukungan DP World Tour dan The R&A membuat The G4D Open menjadi kejuaraan yang fenomenal. Saya banyak mendengar mengenai ajang ini, melihat daftar pemainnya, mungkin dibanding 79 pemain lainnya, sayalah yang paling kagum. Bisa mendapat tempat dalam kejuaraan seperti ini dan bermain di Woburn bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya.

Daftar peserta, pairing, dan klasemen sementara dapat dilihat melalui website resmi The R&A.