Lee Kyounghoon dan Rikuya Hoshino akan memimpin upaya terakhir kubu Asia untuk meraih finis terbaik pada PGA Championship tahun ini.
Bagi para pegolf profesional, putaran ketiga pada yang umumnya dimainkan pada hari Sabtu menjadi kesempatan terakhir bisa menempati posisi terbaik demi perlombaan akhir hari Minggu. Itu sebabnya, putaran ini kerap disebut putaran pergerakan alias moving day.
Itulah yang juga diperjuangkan oleh keempat wakil Asia yang tersisa di Southern Hills di Tulsa, Oklahoma kemarin (21/5). Hanya saja, Lee Kyounghoon, Rikuya Hoshino, Hideki Matsuyama, dan Kim Siwoo harus menerima fakta bahwa upaya yang mereka lakukan masih jauh untuk menempatkan diri mereka di posisi ideal untuk bersaing merengkuh Trofi Wannamaker, trofi yang diberikan bagi para pemenang PGA Championship.
Meski demikian, perjuangan Lee dan Hoshino sudah menjamin pencapaian terbaik mereka pada ajang Major ini. Pasalnya, ketika melakoni debut mereka tahun 2021 lalu di Kiawah, keduanya gagal lolos cut. Kala itu Lee hanya bisa menorehkan skor 78 dan 77, sementara Hoshino mencatatkan skor 76 dan 83.
”Tahun lalu saya mengikuti ajang AT&T Byron Nelson (dan menjuarainya) dan kemudian malah gagal lolos cut pada PGA Championship ini. Jadi, saya hanya ingin mempertahankan momentum (dari kemenangan minggu lalu—pada AT&T Byron Nelson lagi) dengan baik,” ujar Lee.
Persis itulah yang berusaha ia lakukan. Setelah harus mencatatkan 3-over 73 pada kedua, Lee berhasil memperbaiki catatan skornya, meskipun kali ini harus kembali bermain over. Dua birdie yang ia torehkan di hole 10 dan 13 menunjukkan kemampuannya untuk bangkit setelah terpaksa bermain 3-over di sembilan hole pertamanya berkat bogey di hole 3, 7, dan 9. Dan meskipun harus puas dengan skor 71, Lee berhasil memperbaiki posisinya hingga lima peringkat, dan kini menempati posisi T36 dengan skor total 3-over 213.
Sejauh ini pemegang dua gelar PGA TOUR ini belum pernah berhasil lolos cut dalam lima keikutsertaannya pada ajang Major. Dengan demikian, apa pun hasil yang ia raih pada hari Minggu (22/5) ini, Lee sudah pasti mencatatkan hasil terbaiknya pada ajang PGA Championship, sekaligus ajang Major.
Hoshino menjadi wakil Asia dengan lompatan paling besar. Pemegang lima gelar JGTO ini menjadi satu-satunya wakil Asia yang berhasil bermain di bawah par. Sembilan hole pertamanya diwarnai oleh tiga bogey dengan birdie di hole 4 par 4. Dan, seperti halnya Lee, ia perjuangannya di sembilan hole terakhir membuahkan birdie di hole 11, 13, dan 15 untuk memberinya skor 1-under 69, sekaligus skor terbaiknya pada ajang PGA Championship.
Sementara itu, meskipun berhasil memperbaiki peringkatnya, Hideki Matsuyama masih belum meraih hasil yang sesuai harapannya. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Matsuyama harus kembali bermain dengan skor 2-over 72.
Bagi pemegang delapan gelar PGA TOUR dan Juara Masters 2021 ini, catatan demikian jelas mengecewakan. Terutama lantaran ia sempat bermain 1-under di sembilan hole pertamanya dengan birdie di hole 1. Double bogey di hole 12, serta tiga bogey berturut-turut dari hole 14, jelas mengubur upayanya untuk mencapai bahkan papan tengah klasemen. Dua birdie di hole 13 dan 17 itu pun praktis tidak cukup untuk mengurangi kekecewaannya.
Adapun pemegang tiga gelar PGA TOUR Kim Siwoo membutuhkan permainan yang luar biasa dan keberuntungan untuk setidaknya bisa mendekati prestasi terbaiknya ketika finis T13 pada PGA Championship 2020. Pada putaran ketiga kemarin tak satu birdie pun berhasil menghias kartu skornya. Sebaliknya, ia harus menorehkan empat bogey dengan satu double bogey.
Dari puncak klasemen, perubahan juga terjadi tatkala pimpinan klasemen Will Zalatoris justru menorehkan skor 3-over 73. Akibatnya, ia harus merelakan posisi teratas itu, yang kini menjadi milik Mito Pereira asal Chile.

Permainan Pereira pada putaran ketiga itu tidaklah terbilang istimewa. Ia hanya menorehkan skor 1-under 69 berkat lima birdie dan empat bogey. Namun, skor 64 yang ia bukukan pada putaran kedua memberinya catatan yang cukup untuk kini menguasai posisi teratas dengan skor total 9-under 201.
”Saya bermain dengan sangat baik dan mendadak membuat empat bogey di lima hole. … Saya pikir ini tidak sekadar urusan mental (untuk bisa mempertahankan skor dengan baik). Sudah jelas birdie di hole 13 itu sangat membantu untuk melanjutkan permainan,” jelas Pereira, yang masih mengincar gelar PGA TOUR pertamanya.
”Saya tidak bermain dengan benar-benar jelek ketika mendapatkan bogey tersebut. Hanya beberapa pukulan, seperti sekali melakukan tiga putt, sekali mendapat break yang buruk. Jadi, bukannya saya kehilangan kepercayaan diri.
”Saya sangat senang melihat bagaimana akhirnya saya bisa meraih birdie di hole 18 itu. Jadi, saya puas bisa berada di posisi (memimpin) ini.”
Pegolf Inggris Matthew Fitzpatrick dan Zalatoris menjadi pesaing terdekat Pereira dengan selisih tiga stroke.

