Minjee Lee melanjutkan tren positif dari pekan lalu dan kini menempati posisi bersaing pada putaran pertama Hana Financial Group Championship.
Pegolf peringkat 7 dunia asal Australia, Minjee Lee, menampilkan performa solid yang membawanya menempel jajaran atas pada putaran pertama Hana Financial Group Championship.
Putaran pertama ajang yang juga menjadi bagian dari jadwal KLPGA Tour ini memang tidak dapat diselesaikan. Lee bahkan masih menyisakan lima hole lagi sehingga membuatnya berpeluang menuntaskan putaran pertama dengan lebih meyakinkan. Untuk sementara, Jeong Yunji dan An Subin mencatatkan skor 18 hole pertama terendah dengan menorehkan skor 7-under 65. Satu pegol Korea lain, Kim Jiyeong2 menempati posisi teratas setelah menorehkan delapan birdie dengan satu bogey.
Lee jelas memanfaatkan permainannya yang tengah ada dalam kondisi yang bagus, menyusul finis T2 pada ajang LPGA pekan lalu, Walmart NW Arkansas Championship presented by P&G. Dalam 13 hole yang bisa ia selesaikan hari ini (30/9), Lee menorehkan tiga birdie dengan sebuah eagle di hole 6, cukup membawanya menghuni posisi T4 untuk saat ini.
Bersama 42 pegolf lainnya, ia akan kembali ke lapangan pukul 08:30 besok untuk menuntaskan putaran pertamanya.
Dua tahun silam, pada gelaran perdana Hana Financial Group Championship, pemegang tujuh gelar LPGA ini sukses finis di posisi T2. Skor putaran pertama yang meyakinkan tentu akan memperkuat langkahnya untuk mewujudkan gelar KLPGA pertama baginya.
Dua bintang internasional lainnya, Lydia Ko dan Yealimi Noh, harus mencatatkan skor yang berbeda. Ko, yang merupakan satu-satunya pegolf wanita yang memenangkan medali pada kedua ajang Olimpiade terakhir, harus puas mencatatkan dua birdie dan dua bogey. Sama seperti Lee, Ko juga hanya bisa menuntaskan 13 hole.
Sementara Noh berhasil meraih birdie keduanya di hole 14, persis sebelum panitia menghentikan permainan lantaran hari yang sudah gelap. Bagi pegolf Amerika yang baru saja melakoni debutnya pada Solheim Cup, birdie tersebut bakal membangkitkan semangatnya ketika melanjutkan putaran pertama besok, terutama setelah mendapat tiga bogey.
Jalannya putaran pertama ini sempat tertunda selama tiga jam lantaran kabut tebal yang masih menyelimuti Adonis Country Club di Pocheon, Gyeonggi-do. Akibatnya, tidak semua pegolf bisa menuntaskan 18 hole pertama mereka.
Percaya Diri Tuan Rumah dan Kiprah Prospek Asia Lainnya
Meskipun perjalanan masih panjang, rasa percaya diri justru ditegaskan An Subin. Permainannya yang solid mendorongnya untuk lebih yakin bahwa dirinya bisa menjadi salah satu penantang yang kuat pada pekan ini.
”Sejujurnya, saya merasa percaya diri terutama dengan cara bermain saya pada paruh kedua musim ini. Rasanya perlahan-lahan saya bisa mendapat hadiah dari semua kerja keras yang saya lakukan sejak awal tahun. Dengan hanya tersisa beberapa turnamen pada musim ini, saya berharap bisa meraih setidaknya satu kemenangan,” ujar An.
”Seri-seri LAT akan memberi peluang lebih banyak kepada para pegolf untuk berpartisipasi dalam turnamen-turnamen besar, untuk mendapatkan ekspos ke berbagai lapangan, dan bersaing menghadapi para pegolf tangguh di sekitar Asia,” — Jaravee Boonchant.
Sementara itu, Sherman Santiwiwatthanaphong, mencatatkan skor terbaik dari enam pegolf Prospek Asia yang mendapat undangan untuk mengikuti ajang ini. Ia menuntaskan putaran pertamanya dengan berada di posisi T26. Ia menorehkan skor 2-under dalam 17 hole yang sudah ia mainkan berkat birdie berturut-turut di hole 16 dan 17, dan akan mengincar birdie ketiganya ketika melanjutkan permainan di hole 18.
Rekan senegaranya, Jaravee Boonchant, yang baru saja beralih profesional juga mulai membuka peluang untuk bermain penuh pada edisi kedua Hana Financial Group Championship ini. Dua birdie dan dua bogey membuatnya bermain even par 71 dan menempatkannya di posisi T58.
”Saya berniat untuk melakoni babak baru dalam karier golf saya sebagai seorang profesional dan melihat sejauh apa perbedaan saya dengan para pegolf terbaik di dunia,” ujar Jaravee, yang baru saja lulus dari Duke University. ”Menjadi pegolf profesional sangatlah berbeda ketimbang mengikuti kompetisi golf kuliahan, tapi saya bersiap menghadapi tantangan dan berlatih keras untuk membuktikan diri bahwa saya bisa bersaing dengan para pegolf pro yang lebih mapan.”
Hana Financial Group Championship ini merupakan turnamen kedua dari kalender kompetisi Ladies Asian Tour, sebuah Tour yang dikelola oleh Asia Golf Leaders Forum.
”Menurut saya, seri-seri LAT akan memberi peluang lebih banyak kepada para pegolf untuk berpartisipasi dalam turnamen-turnamen besar, untuk mendapatkan ekspos ke berbagai lapangan, dan bersaing menghadapi para pegolf tangguh di sekitar Asia. Selain itu, LAT juga memberi peluang agar kami bisa mendapatkan kartu Tour di luar negeri tanpa mesti mengikuti Q-School, jika bisa memenangkan ajang LAT,” tandas Jaravee.


