Lee Kyounghoon tampil sebagai salah satu pesaing menuju putaran akhir pekan Shriners Children’s Open 2023 berkat skor 64.

Bintang golf asal Korea Lee Kyounghoon akan memainkan putaran ketiga pada ajang Shriners Children’s Open sebagai salah satu pesaing. Skor 7-under 64 yang ia torehkan pada putaran kedua kemarin (13/10) membuatnya berada tiga stroke di belakang dua pimpinan klasemen Cameron Champ dan Lanto Griffin.

Pegolf berusia 32 tahun, yang telah menjuarai dua gelar PGA TOUR, ini mengemas satu eagle dengan tujuh birdie dan dua bogey di TPC Summerlin, di Las Vegas, untuk menempati peringkat T6 dengan skor total 9-under 133. Champ (67) dan Griffin (66) untuk sementara unggul di puncak klasemen dengan skor total 12-under.

Lee kini berharap bisa menjadi pegolf Korea ketiga secara berturut-turut yang memenangkan turnamen ini setelah Im Sungjae (2021) dan Tom Kim (2022).

 

 

”Saya senang dengan skor saya dan bermain dengan sangat bagus, terutama di sembilan hole terakhir. Senang melihat beberapa pukulan bagus dan bagaimana saya bisa memasukkan sejumlah putt bagus, termasuk eagle di hole 16,” tutur Lee, yang memasukkan bola dari jarak 3,9 meter untuk eagle.

”Saya tak sabar menyambut akhir pekan dan akan berusaha untuk terus main agresif di lapangan ini. Saya tahu Sungjae dan Tom menang di sini dalam dua tahun terakhir, jadi mungkin tempat ini memberi keberuntungan bagi para pegolf Korea dan saya akan main sebaik mungkin untuk menantang gelar dan mempertahankan kemenangan beruntun itu.”

Setelah musim lalu harus menelan kekecewaan akibat gagal mengikuti FedExCup Playoff, Lee yang kini berperingkat 76 pada klasemen FedExCup berniat menuntaskan 2023 dengan catatan yang meyakinkan. Ia juga berniat untuk bisa memenangkan hak bermain dalam dua turnamen premium PGA TOUR pada awal 2024, yaitu AT&T Pebble Beach Pro-Am dan Genesis Invitational. Artinya, ia harus masuk 60 besar pada peringkat musim gugur ini. Sejauh ini ia telah tiga kali finis di sepuluh besar, plus enam kali masuk 25 besar.

Sementara itu, pemain debutan profesional asal China Lin Yuxin juga bermain dengan mengesankan. Ia mengemas skor 66 dan kini berada di posisi T11 dengan skor total 8-under. Adapun sang juara bertahan, Tom Kim, menorehkan skor 68 dan tertinggal enam stroke. Pegolf China lainnya, Carl Yuan, juga bermain dengan luar biasa, memperbaiki catatan skornya dengan bermain sebelas stroke lebih baik daripada hari pertama, dengan menorehkan skor 64 untuk melangkah ke putaran akhir pekan.

 

 

Lin, yang mengoleksi dua gelar Asia-Pacific Amateur Championship, mencatatkan tiga birdie di empat hole terakhirnya untuk mengintai di luar sepuluh besar klasemen. Artinya, ia juga punya peluang untuk menorehkan catatan sukses dalam musim pertamanya bermain pada ajang PGA TOUR, di luar ajang Major.

Jika Lin berhasil tampil meyakinkan, sang juara bertahan Tom Kim justru harus menuliskan double bogey di kartu skornya sehingga hanya bisa bermain dengan skor 68. Meski peluang belum sepenuhnya tertutup, langkahnya menjadi lebih berat sebab harus bermain luar biasa dalam dua putaran terakhir.

Sayangnya, upaya Lexi Thompson untuk lebih jauh lagi menginspirasi publik harus kandas. Meskipun bermain dengan skor 69, ia tidak berhasil melangkah ke akhir pekan lantaran hanya bermain total even par, dengan batas cut-off pada 3-under.

”Saya main sangat bagus hari ini, datang lebih pagi, membuat bogey di hole 17, tapi masih bisa melakukan penyelamatan di hole 18 dan secara keseluruhan main sangat stabil,” tutur pegolf yang telah mengoleksi sebelas gelar LPGA ini. ”Saya berusaha untuk tetap berkomitmen pada target-target di lapangan dan swing saya dan menikmati seluruh pengalaman ini.”