Han Lee mencatatkan finis meyakinkan untuk mengawali musim 2023, dengan Shugo Imahira meraih gelar JGTO ke-8 pada ajang Token Homemate Cup 2023.
Pegolf veteran Amerika berdarah Korea Han Lee bisa merasa puas dengan penampilannya pekan ini. Pegolf berusia 45 tahun ini menorehkan skor 5-under 66 pada putaran final di Token Tado Country Club tadi untuk menorehkan skor total 20-under 267. Perjuangannya itu membuatnya menuntaskan Token Homemate Cup 2023 di posisi T3, tiga stroke di belakang Shugo Imahira yang akhirnya keluar sebagai juara.
Bagi Lee, finis di tiga besar pekan ini memberinya sepuluh besar kedua dalam turnamen ini, setelah finis T9 pada edisi 2022 lalu. Hasil ini sekaligus menjadi prestasi terbaiknya sejak finis sendirian di peringkat ketiga pada ajang Kansai Open bulan April 2022 silam. Selain itu, sejumlah hal positif yang ia alami pekan ini turut memberinya dorongan untuk terus mengejar kemenangan keduanya pada kancah JGTO, setelah kemenangan pertamanya yang ia peroleh tahun 2012.
”Anda mesti memasukkan banyak putt dan itulah yang ia (Shugo Imahira) lakukan. Melihat apa yang ia lakukan benar-benar membakar semangat saya.” — Han Lee.
”Sangat senang dengan pekan ini. Saya bisa bermain dengan Shugo, yang sudah dua kali menjuarai Order of Merit, pemain yang benar-benar top di Tour!” ujar Lee. ”Tentunya ini pengalaman belajar yang baik yang membukakan mata untuk melihat bagaimana ia melejit dalam sembilan hole terakhir. Anda mesti memasukkan banyak putt dan itulah yang ia lakukan. Melihat apa yang ia lakukan benar-benar membakar semangat saya.
”Di hole 17 saya tahu saya tidak akan bisa mengejar Shugo, tapi saya ingin mencoba mengejar Rikuya (Hoshino) di tempat kedua. Untunglah bisa finis dengan dua birdie itu (di hole 17 dan 18).”
Imahira sendiri benar-benar menciptakan kejutan. Memulai putaran final di belakang Ryo Ishikawa dan Rikuya Hoshino, ia baru mendapat birdie pertamanya di hole 4, namun sukses mengemas tujuh birdie di sepuluh hole terakhirnya, sekaligus memastikan kemenangan dua stroke dari Hoshino, yang akhirnya harus puas mencatatkan skor 67.
Sementara, Ishikawa mencatatkan lima birdie dan dua bogey untuk menuntaskan pekan ini dengan berbagi posisi ketiga dengan Lee.

Imahira sendiri mengaku tidak merasa frustasi setelah mengalami kesulitan untuk memasukkan putt birdie di sembilan hole pertamanya. ”Birdie itu memang sulit saya dapatkan di sembilan hole pertama, saya hampir tidak bisa memasukkan satu putt pun! Namun, birdie di hole 9 (birdie kedua) itu menjadi titik baliknya!
”Saya mesti mengintip papan klasemen di hole 13 dan sadar kalau saya hanya terpaut dua stroke dari puncak klasemen. Saya tahu kalau saya harus terus menciptakan birdie untuk mengejar pimpinan klasemen.”
Persis itulah yang ia lakukan. Dorongan dari para penggemar yang ramai mengikuti permainannya dari pinggir lapangan seakan memberinya semangat untuk melanjutkan perburuan gelarnya. ”…sorakan dari mereka benar-benar sangat membantu saya! Saya sangat senang bisa kembali menang!” tandasnya.
Sementara itu, juara Token Homemate Cup 2015 asal Selandia Baru Michael Hendry harus puas bermain dengan skor even par 71 setelah mengemas tiga birdie dengan tiga bogey. Mantan juara Indonesia Open ini akhirnya harus menuntaskan pekan ini di posisi T11, yang di antaranya dihuni oleh pegolf Korea Song Younghan.


