Robert MacIntyre melakukan pergerakan pada putaran kedua dan berhasil mendaki puncak klasemen Betfred British Masters hosted by Danny Willet.
Pegolf Skotlandia Robert MacIntyre mencatatkan salah satu skor terendah pada putaran kedua Betfred British Masters hosted by Danny Willett di The Belfry kemarin (13/5). Dan skor 6-under 66 tersebut berhasil membawanya mendaki puncak klasemen sementara, meskipun harus berbagi posisi teratas itu dengan pegolf Inggris Richard Bland dan rekan senegaranya Calum Hill.
Posisi teratas itu harus berganti setelah pimpinan klasemen hari pertama Matthias Schwab secara mengejutkan bermain dengan skor 75.
Bermain di Brabazon Course di The Belfry, MacIntyre, yang tengah mengincar gelar European Tour keduanya, memastikan posisi teratas itu setelah membukukan lima birdie di lima hole pertamanya, dan bermain 4-under di sembilan hole pertamanya, setelah bogey di hole 6. Satu bogey tambahan dan tiga birdie lagi di sembilan hole berikutnya membawanya mengumpulkan skor total 7-under 137.
”Ini salah satu hari ketika Anda memulai pertandingan dan semua (jalur putt) yang Anda lihat bakal masuk. Posisi bolanya persis ke arah yang kami bidik dan sungguh menyenangkan bisa melihat latihan putting yang kami kerjakan mulai berhasil,” tutur MacIntyre yang mulai berlatih dengan pelatihnya, Graeme Leslie, pada pertengahan tahun 2020 lalu.
Bagi Richard Bland, ini merupakan pertama kalinya ia berada di puncak klasemen setelah bermain 36 hole pada ajang European Tour sejak British Masters 2016. Setelah memainkan 478 turnamen, pegolf berusia 48 tahun ini kini kembali mendapatkan kesempatannya untuk meraih gelar European Tour pertamanya.
Menariknya, permainannya kemarin menempatkannya sebagai satu-satunya pegolf yang bermain tanpa bogey dalam dua putaran. Setelah pada hari pertama membukukan skor 4-under 68, ia membukukan tiga birdie untuk menjadi salah satu pimpinan klasemen.
”Rahasianya ialah pukulan tee ke green. Sepertinya, pukulan saya meleset di dua fairway kemarin dan keduanya berjarak sekitar 6 inchi dan sepertinya hari ini saya meleset dua kali juga, artinya statistik green in regulation saya cukup bagus,” ujar Bland.
”Menurut saya posisi pin hari ini sedikit lebih sulit daripada kemarin, tapi mengingat ramalan cuaca semalam, tas saya memuat tiga handuk di dalamnya. Kasihan juga Brendan (McCartain, kedinya) yang membawa sekitar 50 kg dan pada akhirnya kami tak membutuhkannya. Angin nyaris tidak berembus, jadi kalau bisa memukl ke fairway Anda bisa mendapat peluang yang cukup bagus.”
Kondisi cuaca yang lebih kondusif untuk bermain juga ditegaskan oleh Calum Hill. Pegolf Skotlandia ini juga ikut meramaikan posisi teratas setelah bermain dengan skor 70, menyusul skor 67 yang ia bukukan pada 18 hole pertama.
”Saya melakukan beberapa chip-in dalam dua putaran pertama dan terus memukul mendekati pin dan tidak terlalu memberi tekanan pada putter ketika mesti melakukan up-and-down, jadi skor saya cukup bagus,” ujarnya. ”Saya sangat ingin memiliki akhir pekan yang sangat bagus dan finis di posisi atas, tapi kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan.”
Sementara itu, salah satu wakil Asia Tenggara pada ajang ini, Jazz Janewattananond, berhasil bangkit dan membukukan skor 3-under 69, setelah sebelumnya harus bermain 73. Kondisi yang kondusif kemarin juga membantu Jazz membukukan lebih banyak birdie. Lima birdie dan dua bogey berhasil melambungkan peringkatnya ke posisi T26.
Tiga pegolf Asia lainnya berhasil melangkah ke dua putaran final Betfred British Masters hosted by Danny Willet ini. Ketiganya ialah pegolf India Shubhankar Sharma dan pegolf China Wu Ashun sama-sama akan memulai putaran ketiga dari posisi T48, sedangkan pegolf Malaysia Gavin Green menempati posisi T60.


