Hanya menorehkan tiga birdie dan tiga bogey, Han Lee harus rela tergusur ke posisi T3 pada ajang For The Players By The Players.
Han Lee akhirnya harus melepas posisi teratas pada ajang For The Players By The Players. Pegolf Amerika berusia 45 tahun ini tergusur dari posisi teratas setelah hanya bisa mendapat tiga birdie dan tiga bogey di lapangan The Raysum pada ajang yang dimainkan dalam format Stableford ini. Kombinasi skor tersebut membuatnya hanya bisa menambah 3 poin sehingga kini mengoleksi 17 poin.
Daiki Imano kini tampil sebagai pimpinan klasemen pada turnamen yang baru pertama kali digelar ini. Setelah pada putaran pertama meraih 8 poin, pada putaran kedua hari ini ia menambah 13 poin sehingga kini menguasai posisi teratas dengan 21 poin, unggul satu poin atas Shintaro Kobayashi dan empat poin atas Lee.
Sebagai turnamen pertama sejak 1998 yang dimainkan dengan format Stableford, tiap pemain akan menerima 8 poin jika bisa meraih albatros, 5 poin untnuk eagle, dan 2 poin untuk birdie. Sebaliknya, poin mereka akan berkurang satu poin jika mendapat bogey dan 3 poin jika mendapat double bogey.
Pegolf Filipina Justin De Los Santos menjadi wakil internasional yang berhasil melakukan pergerakan yang sangat berarti. Ia memperbaiki peringkatnya menjadi 13 posisi lebih baik dan kini ada di peringkat T11 bersama pegolf Korea Ryu Hyunwoo. Skor 6 poin yang ia raih tadi membuatnya mengumpulkan total 12 poin.
Sementara itu, duo Australia Anthony Quayle dan Matthew Griffin masing-masing menambah 9 dan 2 poin sehingga kini ada di peringkat T16 dan T31. Adapun juara JGTO Money Ranking tahun lalu Chan Kim berada di peringkat T48, 15 poin di belakang posisi teratas.
Sekali lagi The Raysum harus dimainkan dalam kondisi hujan. Dan Lee mengaku puas bisa mengatasi kondisi basah dan dingin, yang menyulitkannya bermain dengan baik.
”Sungguh sulit bermain di lapangan hari ini,” ujar Lee yang meraih gelar Taheiyo Masters 2012 sebagai satu-satunya gelar JGTO yang ia menangkan sampai saat ini. ”Kami cukup beruntung bisa main tanpa hujan (pada pagi hari). Setelah itu, kondisinya menjadi makin dan makin sulit.

”Anda mesti menerima bahwa kondisi bermain akan menjadi sulit hari ini, jadi Anda mesti benar-benar sabar. Pasti akan ada bogey hari ini, (tapi) jika mendapat beberapa peluang birdie, Anda mesti memaksimalkannya. Semoga saja cuacanya menjadi lebih baik, saya ingin bisa segera melihat matahari!”
Meskipun kondisinya brutal, De Los Santos justru tidak mengeluh sama sekali. Baginya kondisi tersebut harus dialami semua peserta. Namun, ia juga kagum melihat bagaimana kondisi lapangan tidak terlalu terpengaruh oleh curah hujan yang cukup tinggi.
”Hari ini sangat basah, jelas kondisi ini bukan hal yang paling menyenangkan,” ujar pegolf berusia 26 tahun ini. ”Saya berusaha untuk memastikan semuanya cukup kering dan memastikan bolanya melayang. Bahkan dengan cuaca begini, lapangannya masih berada dalam kondisi yang bagus dan bertahan dengan baik. Green-nya bahkan tidak tergenang sama sekali.”
Kini ia berharap bisa terus merangsek ke jajaran atas dengan memaksimalkan format pertandingan yang tidak lazim dan baru dikembalikan ke JGTO setelah 24 tahun ini.
”Saya belum pernah bersaing dalam ajang Stableford sama sekali,” akunya. ”Agak berbeda, tapi saya sangat menyukainya karena saya bisa lebih agresif.”
Sementara itu, sang pemuncak klasemen, Imano, menatap putaran akhir pekan dengan niat mempertahankan posisinya agar bisa meraih kemenangan.
”Jika melihat putaran hari ini, bogey di hole pertama ituu merupakan buah kekeliruan saya. Sangat disayangkan memang. Namun, saya bisa mengamankan banyak par. Jadi, secara keseluruhan putaran kali ini putaran yang bagus. Sekarang setelah berada di posisi teratas, saya ingin mempertahankannya dan menang pekan ini,” ujar Imano.


