Menjadi salah satu pemain yang mencetak skor terendah pada putaran ketiga dengan 5-under 66, Lee Kyounghoon kini hanya terpaut satu stroke dari juara bertahan Rory McIlroy pada ajang THE CJ CUP.

Lee Kyounghoon kembali berpeluang mewujudkan gelar PGA TOUR ketiganya, kali ini pada ajang THE CJ CUP. Kesempatan ini jelas menjadi sangat penting, mengingat turnamen tersebut disponsori oleh CJ Group, salah satu sponsornya. Peluang tersebut ia dapatkan setelah mencatatkan skor 5-under 66, yang menjadi skor terendah pada putaran ketiga. Dengan skor total 12-under kini ia hanya terpaut dari Rory McIlroy.

Lee mencatatkan enam birie dengan satu birdie di Congaree Golf Club, ketika McIlroy, sang juara bertahan dan juara FedExCup 2022, juga menjaga peluangnya mempertahankan gelar dengan skor 67 dan mengoleksi 13-under.

Dua pimpinan klasemen pada putaran kedua, Jon Rahm dan Kurt Kitayama, harus berbagi tempat kedua dengan Lee setelah kemarin (22/10) hanya mencatatkan skor 70. Adapun wakil Korea lainnya Tom Kim bermain dengan skor 69 dan kini ada di peringkat T7, empat stroke di belakang McIlroy.

Sejak pertama kali digelar tahun 2017, belum pernah ada satu pegolf Korea pun yang menjuarai turnamen ini. Tidak mengherankan jika Lee berniat menciptakan sejarah untuk menjadi pegolf Korea pertama yang melakukannya.

Pemegang dua gelar PGA TOUR ini sukses memasukkan putt jarak jauh, masing-masing dari jarak 7,2 meter dan 4,8 meter di hole 5 dan 10, di antara enam birdie yang ia tuai kemarin. Ia juga sukses mengamankan par di hole terakhir untuk menempel ketat McIlroy. ”Mungkin saya bisa bilang kalau permainan saya nyaris sempurna,” ujar Lee. ”Saya hanya tertinggal satu stroke, jadi saya akan siap buat besok!”

Pegolf yang kini berdomisili di Orlando ini merasa perlu mendapat birdie di hole terakhir untuk bisa berada di grup pamungkas pada hari Minggu ini. Namun, par di hole 18 itu terbukti sangat berarti dan cukup untuk membuatnya memainkan 18 hole terakhir dengan McIlroy dan Kitayama.

”Saya pikir saya mesti mendapat birdie untuk bisa masuk grup terakhir. Saya berfokus untuk membuat birdie dan keberuntungan mengikuti saya. Saya mengagumi dia (McIlroy). Dia tampak bersinar ke mana pun dia pergi. Saya sangat senang bisa bermain dengannya besok. Saya pikir saya punya peluang jika bisa memainkan permaina terbaik. Saya akan berusaha melakukannya,” imbuhnya lagi.

 

 

Dengan semakin mengenali lapangan Congaree Golf Club ini peluang Lee juga terbilang cukup besar. ”Saya mulai terbiasa dengan lapangan ini. Saya menemukan jalur yang tepat untunk putt saya dan beruntung juga ketika mendapat kesempatan. Ada beberapa hole sulit di sana, tapi kalau saya bisa mengupayakannya, saya pikir peluang akan ada,” tutur Lee lagi.

Sepanjang putaran ketiga itu ia berhasil menempatkan bolanya ke 16 dari 18 green. Catatan ini merupakan yang terbaik pada putaran ketiga.

Bulan lalu, ia melakoni debut Presidents Cup dan ikut menyumbangkan dua poin. Ia sempat berpasangan dengan Tom Kim untuk mengalahkan Scottie Scheffler dan Sam Burns pada sesi foursome, namun menelan kekalahan dari Billy Horschel di sesi tunggal. Pengalaman tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan baginya dengan lima wakil Korea tampil dalam Tim Internasional. ”Saya menikmatinya. Ada empat yang bermain dan K.J. Choi (asisten kapten) di lapangan, dan saya pikir momen itu takkan terlupakan. Saya belajar banyak!” ujarnya.

Keberhasilan McIlroy menempati posisi teratas pada putaran ketiga ini menjadi yang ke-17 kalinya dalam kariernya ketika ia berbagi tempat teratas atau memimpin sendirian dalam 54 hole. Sembilan kesempatan di antaranya ia tuntaskan dengan kemenangan. Meskipun hanya mencatatkan 11 green in regulation, pegolf asal Irlandia Utara ini membuka peluang menjadi pegolf No.1 Dunia dengan dua eagle di hole 4 dan 12.

”Saya pikir eagle di hole 12 adalah yang paling menyenangkan setelah pukulan tee saya begitu jauh,” tutur McIlroy yang memukul sejauh 343 meter di hole tersebut. ”Seakan-akan saya hanya membuat eagle di kedua hole tersebut dan membukukan even par di seluruh sisa putaran ketiga. Rasanya permainan saya agak berantakan, tapi bisa bertahan dan mendapatkan skor yang solid.”

Meskipun berpeluang kembali ke No.1 Dunia menggeser Scottie Scheffler, McIlroy tidak menjadikan hal tersebut sebagai target yang perlu ia kejar pekan ini.

”Peringkat itu akan datang sendiri jika saya melakukan apa yang ingin saya lakukan. Utamanya, saya hanya ingin memenangkan turnamen golf. Jadi, buat saya, besok saya mesti bermain, mematok skor yang ingin saya raih, dan berusaha melakukannya. Sekali lagi, dengan berfokus pada hal itu, semoga saya bisa mendapat dua hal sekaligus, sebuah trofi dan kembali ke posisi teratas di dunia. Namun, yang bisa saya fokus ialah bermain dan membukukan skor golf yang bagus dan jika bisa mewujudkannya, saya kira cuma itu yang bisa saya harapkan dari diri saya.”