Usai finis T4 pada The Open Championship, Li Haotong memastikan kembali ke Augusta National untuk ajang Masters Tournament 2026.

Oleh Chuah Choo Chiang.

Li Haotong membuktikan dirinya layak berada di jajaran para pegolf terbaik dunia. Prestasinya dengan finis T4 padda ajang The Open Championship hari Minggu (20/7) kemarin membuktikan kapasitasnya itu. Permainannya yang kembali solid juga datang pada saat, yang turut membuatnya berhak untuk kembali mengikuti ajang Masters Tournament bulan April 2026 mendatang. Hasil mengesankan pekan tersebut juga memberinya dorongan yang sangat penting untuk mewujudkan mimpinya meraih kartu PGA TOUR.

Li menciptakan dua birdie pada saat-saat yang menentukan, persisnya di empat hole terakhirnya di Royal Portrush, di Irlandia Utara itu. Dengan demikian, ia menutup putaran finalnya dengan skor 1-under 70 dan finis enam stroke di belakang rekan bermainnya dan sang juara, Scottie Scheffler. Pegolf No.1 Dunia ini memenangkan Claret Jug pertama dalam kariernya dengan kemenangan empat stroke setelah mengemas 17-under, yang sekaligus memperpanjang dominasinya yang mirip dengan Tiger Woods pada masa jayanya.

”Cukup bagus. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya tidak berharap bisa meraih prestasi sedemikian. Meski begitu, saya juga merasa luar biasa senang bisa finis di empat besar dan bisa kembali ke Masters,” tutur Li, yang kini berusia 29 tahun itu. Penampilan terakhirnya di Augusta National terjadi enam tahun silam.

Penampilannya sepanjang pekan itu terbilang sangat mengesankan. Ia menjadi pegolf China Daratan pertama yang bisa memimpin atau berbagi posisi teratas setelah putaran pembuka pada ajang The Open. Ia juga menjadi pegolf China Daratan pertama yang bisa bermain dalam grup pamungkas pada hari Minggu. Dan sepanjang pekan itu ia benar-benar meramaikan persaingan dan menampilkan permainan terbaiknya. Ia memang terlihat terus melanjutkan performa memukau, yang memberinya gelar DP World Tour keempat dalam kariernya pada awal tahun ini di Qatar.

Rangkaian penampilannya yang mengesankan ini berlanjut dengan meraih lima besar kedua selama mengikuti The Open. Ia sempat finis sendirian di tempat ketiga dalam debutnya di Royal Birkdale, tahun 2017. Kala itu prestasi pada ajang Major tertua ini melejitkan peringkatnya pada Race to Dubai ke tempat ketiga, di mana sepuluh pegolf teratas dan belum meraih keanggotaan, berhak mendapatkan kartu PGA TOUR untuk 2026.

 

Li Haotong, Round 1 The Open Championship 2025.
Li Haotong menjadi pegolf China Daratan pertama yang memimpin atau berbagi puncak klasemen pada putaran pertama, dan bermain di grup terakhir pada The Open Championship. Foto: Alex Pantling/R&A.

 

 

Permainan driver yang tidak akurat membuatnya meleset memukul bolanya ke separuh dari fairway di Royal Portrush. Akibatnya, ia harus berjuang habis-habisan. Setelah double bogey di hole 16, Li membalas dengan birdie dari jarak 4,8 meter di hole berikutnya, sebelum melakukan pukulan bunker yang luar biasa, yang menyisakan jarak hanya 0,6 meter untuk birdie keenam, sekaligus terakhirnya pada pekan itu. Ia pun finis dengan skor total 11-under, bersama dua juara U.S. Open Wyndham Clark dan Matt Fitzpatrick.

”Saya melihat papan klassemen di tiga hole terakhir, dan sadar kalau saya mesti membuat dua birdie untuk bisa melompat ke atas dan mengamankan kartu PGA TOUR. Saya yakin saya sudah semakin dekat ke sanan juga,” tutur Li.

”Pukulan saya dari tee memang mengecewakan, dan saya sampai membuang lima pukulan karena driver, dan saya mesti segera mengatasinya. Untungnya permainan iron saya cukup bagus. Rasanya luar biasa tenang dan dia (Scheffler) benar-benar orang yang menyenangkan untuk bermain bersama.”

Li mencuat ke panggung dunia lebih dari satu dasawarsa sillam setelah meraih beberapa kemenangan di kancah DP World Tour. Salah satu yang mengesankan ialah ketika ia berhasil mengalahkan Rory McIlroy dalam duel satu lawan satu di Dubai. Namun, langkah kariernya sempat mengalami masa-masa kelam yang bahkan membuatnya sempat mempertimbangkan untuk pensiun.

Ia tiba di Royal Portrush setelah gagal lolos cut pada Genesis Scottish Open. Secara terbuka ia mengakui kalau performanya jauh dari ideal. ”Beberapa pekan terakhir rasanya permainan saya sangat, sangat buruk, jujur saja. Begitu tiba di sini, saya hampir tidak bermain ke lapangan karena rasanya ada begitu banyak orang di lapangan, sangat ramai, dan saya akhirnya memilih memukul beberapa bola di driving range, yang sebenarnya tidaklah nyaman. Bahkan hari Kamis, sesi Jumat pagi juga terasa tak nyaman,” jelas Li.

 

Scottie Scheffler, Round 4 The Open Championship 2025.
Scottie Scheffler meraih gelar Major keempat dalam kariernya dengan menjuarai The Open Championship 2025. Foto: Stuart Franklin/R&A.

 

 

Usai melewati ”swing yip” yang menghantuinya dalam dua tahun terakhir, Li kini terlihat lebih segar. ”Terutama dari dua tahun lalu, saya bahkan tidak sanggup melakukan apa-apa sampai sekarang. Sungguh perkembangan ini menjadi lompatan besar bagi saya. Saya sudah kembali bermain pada DP World Tour dan bisa mengalami berbagai jenis lapangan, yang banyak ikut membantu permainan saya.”

Kepastian kembali ke The Master tahun depan membuat Li sangat bersemangat. Ia masih ingat pengalamannya di Augusta National enam tahun lalu ketika ia bermain dengan Tiger Woods dan Jon Rahm dalam dua putaran pertama. Woods menjadi juara pada pekan itu dan meraih gelar Major ke-15 dalam kariernya.

”Rasanya mimpi saya menjadi kenyataan ketika bermain dengan Tiger, terutama saat The Masters” ujar Li, yang finis T32 pada 2018 dan T43 pada 2019 dalam dua penampilannya di Augusta National.

Pegoolf yang kini berada di peringkat 77 pada Official World Golf Ranking ini masih mendambakan bisa bermain penuh pada PGA TOUR, yang kini tampaknya benar-benar berada dalam jangkauannya. Ia mengenang hari terakhir bermain bersama Scheffler dan menikmati momen yang menyenangkan dengan megabintang Amerika yang sangat digemari publik itu.

”Kami saling bergurai dan sungguh menyenangkan bermain dengannya. Saya meminta kalau-kalau dia mau melakukan putaran latihan ketika saya bermain pada PGA TOUR, dan dia menyanggupinya. Tapi ketika saya bilang, ’Kalau saya kirim pesan, pastikan Anda membalasnya,’ dan dia membalas, ’Haotong siapa?’ Benar-benar lucu. Dia orang yang menyenangkan untuk diajak bermain dan saya sangat menikmatinya,” tandas Li.