Ryo Hisatsune menikmati lima besar pertamanya pada musim 2025 lewat ajang Valspar Championship 2025. Bagaimana permainannya sepanjang pekan?
Ryo Hisatsune menampilkan permainan mengesankan untuk mencatatkan lima besar pertamanya pada musim 2025. Dalam putaran final ajang Valspar Championship, yang berlangsung di Innisbrook Resort’s Copperhead Course kemarin (23/3), pegolf asal Jepang ini menorehkan skor 3-under 68. Ia pun mengakhiri empat putaran di sana dengan catatan 8-under 276 atau tiga stroke di belakang Viktor Hovland asal Norwegia, yang akhirnya keluar sebagai pemenang.
Bagi Hisatsune, finis di posisi T4 itu menjadi lima besar pertama baginya musim ini, sekaligus lima besar keduanya selama mengikuti ajang PGA TOUR. Prestasi ini sekaligus menjawab kekecewaan setelah gagal lolos cut dalam dua turnamen sebelumnya—Cogizant Classic in the Palm Beaches dan THE PLAYERS Championship—yang justru ia alami setelah finis T10 pada ajang Mexico Open at VidantaWorld bulan Februari lalu.
Bermain dalam musim keduanya berkiprah pada PGA TOUR, Hisatsune menampilkan sihir short game pada putaran final kemarin. Catatan skornya, lima birdie dengan dua bogey, melengkapi statistik di mana ia hanya bisa memukul 10 green in regulation sepanjang 18 hole.
”Short game saya makin dan makin bagus pada pekan ini.” — Ryo Hisatsune.
”Saya membidik gelar juara, jadi (skor ini) mengecewakan
karena tidak cukup (untuk mewujudkan kemenangan), tapi saya kira bagus juga kami bisa menampilkan bentuk permainan yang seperti ini,” ujar pegolf yang meraih statusnya pada PGA TOUR melalui DP World Tour, yang di antaranya berkat kemenangannya pada ajang Cazoo Open de France di Perancis.
Secara khusus, ia merasa puas dengan pukulannya di Copperhead Course yang disebut-sebut sangat menantang itu. Sepanjang pekan kemarin, ia menduduki peringkat ke-13 untuk statistik Strokes Gained: Driving. Ia juga ada di sepuluh besar untuk urusan Putting (8) dan Around the Green (9).
”Short game saya makin dan makin bagus pada pekan ini,” tutur pegolf berusia 22 tahun ini.
Penampilan bagusnya ini turut memberinya peluang untuk mengikuti Signature Event PGA TOUR bulan depan, RBC Heritage, lantaran kini ia berada di posisi T4 pada peringkat Aon Swing 5. Lima pegolf teratas hingga ajang Valero Texas Open akan mendapat spot untuk mengikuti ajang tersebut. Sepuluh besar keduanya musim ini turut melampaui pencapaiannya tahun lalu, di mana ia hanya mencatatkan satu kali finis di sepuluh besar, plus enam kali masuk 25 besar untuk mengamankan keanggotaannya musim ini.

Adapun prestasi terbaik wakil Asia lainnya dicapai oleh pegolf China Taipei Kevin Yu. Ia finis di posisi T12 setelah membukukan skor 71 serta skor total 5-under 279. Sementara pegolf Korea An Byeonghun finis satu stroke di belakangnya dan berada di peringkat T16 setelah bermain even par 71.
Sementara itu, Hovland akhirnya mengangkat trofi lagi setelah terakhir menikmati gelar TOUR Championship 2023. Ia memastikan kemenangannya setelah bermain dengan skor total 11-under, satu stroke lebih baik daripada Justin Thomas yang hingga hole 15 tampak akan memenangkan ajang ini. Dua bogey di tiga hole terakhir Thomas terbukti melapangkan jalan Hovland untuk memenangkan gelar PGA TOUR ketujuh dalam kariernya.
”Rasanya sulit dipercaya. Setahun setengah terakhir saya merasa kesulitan, jadi bisa kembali dan memenangkan turnamen ini rasanya cukup luar biasa karena, ya, saya tidak terlalu berharap kalau permainan saya cukup solid untuk pekan ini, dan ini menunjukkan betapa anehnya olahraga ini,” tutur Hovland, yang mengikuti Valspar Championship setelah tiga kali berturut-turut gagal lolos cut.
”Saya berusaha bertanding dan memainkan permainan sendiri dan tahu kalau saya tidak merasa terlalu nyaman atau percaya diri, tapi benar-benar bersabar dan berusaha main dengan cerdas dan saya kira saya layak memberi kredit bagi diri sendiri pekan ini karena saya merasa bermain bak seorang veteran pada pekan ini, seakan-akan saya sudah berkiprah selama 20 tahun. Saya sekadar mengatur permainan saya di lapangan dengan sangat baik. Saya masih melakukan pukulan yang buruk dan tidak merasa kaget. Jadi, saya mengandalkan putting, banyak melakukan pukulan iron yang bagus, jadi ya, sungguh mengagumkan (bisa menang).”


