Richard T. Lee menutup dominasinya di Royale Jakarta Golf Club dengan menjuarai BNI Indonesian Masters sebagai gelar Asian Tour ketiga sekaligus International Series pertama dalam kariernya.
Pegolf Kanada berdarah Korea Richard T. Lee menuntaskan dominasinya sepanjang pekan di Jakarta. Skor 2-under 70 pada putaran final BNI Indonesian Masters memastikan ia menjuarai gelar Asian Tour ketiga, sekaligus gelar International Series pertama dalam kariernya. Skor total 23-under 265 memberinya kemenangan empat stroke yang mengakhiri puasa gelar selama tujuh tahun.
”Rasanya sungguh luar biasa karena sudah lama sekali sejak terakhir saya menang tahun 2017 di Korea. Tahun lalu sebenarnya saya merasa bermain cukup bagus dan beberapa kali bersaing, tapi akhirnya baru bisa menang tahun ini,” ujar pegolf berusia 34 tahun ini.
Tahun 2023 lalu ia memang beberapa kali nyaris menang. Selain finis di tempat kedua di negeri sendiri pada ajang SK Telecom Open, ia juga nyaris kembali menjuarai Shinhan Donghae Open dan finis T3, lalu T6 pada ajang KPGA Tour Backsong Holdings-Asiad CC Busan Open, sebelum kemudian bersaing pada Hong Kong Open untuk finis T3. Dan ia juga finis sendirian di tempat keenam ketika mengikuti BNI Indonesian Masters presented by Tunas Niaga Energi.
”Tahun ini saya sebenarnya sudah 2-3 kali bersaing, makanya saya berlatih keras dan akhirnya bisa meraih kemenangan kali ini,” sambung pegolf Kanada yang finis T2 pada International Series Thailand sepekan sebelum ke Jakarta.
Penampilan solidnya di Thailand itu ternyata ia bawa ke Jakarta dan langsung menorehkan skor 10-under 62 pada hari pertama. Dan setelah mencatatkan skor 67-66, ia memastikan keunggulan enam stroke menuju putaran final.

Meski punya modal besar untuk memulai putaran final tadi, Lee tidak sepenuhnya bebas dari tekanan.
”Tentu saja saya merasa tekanan hari ini, mungkin karena belum menang lagi. Selain itu, saya juga bermain dengan peraih dua gelar Major (Bubba Watson),” tutur Lee, yang terakhir meraih kemenangan pada Shinhan Donghae Open 2017 silam.
Demikian pun, ia masih bisa memulai permainannya dengan langsung menorehkan birdie di hole 1, dan langsung meninggalkan para pesaingnya dengan tambahan birdie dari hole 3, 8, dan 9.
Putaran final ini sempat mengalami penundaan akibat cuaca buruk pada pukul 11:48 WIB dan baru bisa dilanjutkan kembali pukul 13:35 WIB. Meskipun ia sendiri berharap bisa lekas menuntaskan turnamen, Lee memanfaatkan jeda dengan mengobrol dengan istrinya serta teman-temannya.
”Saya kira curah hujan kemarin lebih banyak daripada hari ini, tapi anehnya kondisi green masih lebih licin ketimbang hari ini. Akibatnya, di sembilan hole terakhir ada beberapa putt yang tidak sampai ke lubang,” tuturnya.

Statistik memang menunjukkan permainannya di sembilan hole terakhir mulai mengalami kendala. Jika di sembilan hole sebelumnya, pukulan tee-nya hanya meleset di hole 2 dengan semua pukulan approach-nya berhasil mencapai green (9/9), di sembilan hole terakhir bolanya hanya sekali masuk ke fairway, yaitu di hole 17.
Bahkan ketika tiba di hole 16, kartu skornya terpaksa dinodai oleh double bogey setelah membutuhkan empat pukulan untuk mencapai green dan melakukan dua putt. ”Saya berusaha untuk menjaga permainan dan akhirnya bisa mendapatkan par di dua hole terakhir (untuk memastikan kemenangan,” lanjutnya.
Prestasi ini membuatnya bakal berada di posisi kedua pada daftar peringkat International Series, di mana posisi teratas akan menjamin spot untuk mengikuti LIV Golf League 2025.
Sementara itu, pegolf China Taipei Chang Wei-lun dan Phachara Khongwatmai dari Thailand sama-sama menorehkan skor terendah pada putaran final dengan 8-under 64, yang praktis membuat keduanya berbagi tempat kedua dengan skor total 19-under 269.
Bagi keduanya, T2 pada BNI Indonesian Masters merupakan prestasi terbaik pada musim ini. Phachara bahkan memiliki kenangan tersendiri lantaran pada putaran ketiga kemarin ia berhasil mencatatkan hole-in-one di hole 11, yang memastikan sebuah rumah layak huni bisa dibangun bagi keluarga yang membutuhkan lewat Habitat for Humanity Indonesia.


