Indonesia Open kembali dipastikan digelar di Pondok Indah Golf Course sebagai salah satu kalender kompetisi Asian Tour.

Ajang nasional terbuka yang kerap menjadi salah satu panggung supremasi golf nasional, Indonesia Open, akhirnya dipastikan kembali diselenggarakan pada tahun 2022 ini. Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia mengonfirmasi hal tersebut kepada publik hari Rabu (6/7) kemarin di Driving Range Gallery Pondok Indah. PB PGI memastikan kembalinya Indonesia Open dengan Pondok Indah Golf Course yang akan kembali menjadi tuan rumah, mulai tanggal 4-7 Agustus 2022 mendatang.

Selain menyampaikan kegembiraan pihaknya untuk bisa kembali menghadirkan salah satu turnamen akbar di Indonesia ini, Ketua Umum PB PGI Murdaya Widyawimarta juga turut mengumumkan sponsor utama serta total hadiah yang akan diperebutkan untuk tahun ini.

”Akibat pandemi COVID-19 selama 2020 dan 2021 kami tidak dapat menyelenggarakan Indonesia Open. Tahun ini di mana kondisinya sudah membaik dan aktivitas sudah kembali normal, kami kembali bisa mengadakan Indonesia Open, yang tahun ini mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai sponsor. Turnamen yang masuk dalam agenda Asian Tour ini akan diadakan pada tanggal 4-7 Agustus 2022 di Pondok Indah Golf Course dengan jumlah hadiah uang yang diperebutkan sebesar US$500.000,” ujar Murdaya.

”Saya berharap kembali diselenggarakannya Mandiri Indonesia Open ini dapat memacu para atlet kita, baik pegolf amatir maupun profesional, yang selama ini tidak dapat mengikuti kompetisi internasional. Kami juga berharap turnamen ini juga dapat menjadi tontonan yang menarik bagi para pencinta golf di Indonesia.”

Murdaya juga turut berharap kembalinya kompetisi internasional skala Asian Tour seperti Mandiri Indonesia Open ini bisa ikut membangkitkan kembali industri pariwisata dan golf di Indonesia.

”Saya berharap kembali diselenggarakannya Mandiri Indonesia Open ini dapat memacu para atlet kita, baik pegolf amatir maupun profesional, yang selama ini tidak dapat mengikuti kompetisi internasional.” — Murdaya Widyawimarta, Ketua Umum PB PGI.

Sementara itu, untuk mengisi slot amatir, PB PGI berniat untuk menurunkan pemain elite junior Indonesia, demi memberi pengalaman kompetisi kelas dunia bagi mereka.

Dua tahun silam, publik golf Indonesia dibuat bersemangat oleh penampilan gemilang Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Pegolf asal Jawa Barat tersebut berada di puncak klasemen pada akhir putaran ketiga. Meskipun penampilannya kemudian menurun pada putaran final dan harus puas finis di peringkat ke-4, aksi heroiknya kala itu ikut memperkuat keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki potensi untuk menjuarai Indonesia Open.

Penampilan Naraajie kala itu menjadi salah satu penampilan terbaik yang pernah ditampilkan oleh seorang pegolf Indonesia, setelah Rory Hie juga nyaris memenangkan Indonesia Open pada tahun 2011. Jika Rory harus mengakui ketangguhan Thaworn Wiratchant, Naraajie harus mengakui kemenangan Miguel Angel Carbalho.

Analisis Singkat — Raka S. Kurnia, GolfinStyle.
Pengumuman yang dilakukan oleh PB PGI kemarin pada dasarnya merupakan sebuah penegasan komitmen untuk mengembalikan gelaran Indonesia Open. Lebih istimewa lagi, ajang ini menandakan kembalinya kalender skala Asian Tour ke Indonesia, setelah sebulan sebelumnya dua gelaran skala Asian Development Tour—OB Golf Invitational dan Indo Masters Invitational presented by TNE—memulai rangkaian festival golf regional-internasional di Indonesia.

Jumlah hadiah yang diperebutkan, US$500.000 mungkin terkesan tidak fantastis. Namun, patut diingat bahwa keberhasilan mengamankan sponsor utama, seperti Bank Mandiri, dengan konteks pascapandemi dan krisis global belakangan ini, merupakan upaya yang sangat perlu diapresiasi.

 

Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Final Round Indonesia Open 2019
Naraajie Emerald Ramadhan Putra melakukan pencapaian terbaiknya dengan finis di posisi ke-4. Foto: GolfinStyle.

 

Meskipun ajang ini menjadi ajang skala Asian Tour pertama di Indonesia, badan berwenang tersebut masih belum merilis nama-nama anggotanya yang bakal menghadirkan persaingan di Pondok Indah Golf Course. Akan tetapi, mengingat Mandiri Indonesia Open mendahului penyelenggaraan International Series, sepekan kemudian, sebagian besar pemain papan atas Asian Tour tampaknya bakal memanfaatkan ajang ini untuk menuju kompetisi yang lebih besar lagi itu.

Dari negeri sendiri, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, yang menikmati debut gemilang dengan menjuarai OB Golf Invitational sebagai pegolf profesional, jelas berharap bisa kembali menciptakan permainan terbaiknya, pada tanggal 4-7 Agustus mendatang.

Adapun dari lini amatir, hampir dipastikan Rayhan Abdul Latief dan Jonathan Xavier Hartono, dua pemain elite junior/amatir saat ini, tidak akan mengikuti Mandiri Indonesia Open. Rayhan saat ini berada di Amerika untuk mengikuti serangkaian kompetisi junior di sana hingga Oktober 2022, sementara Jonathan lebih berfokus mendongkrak peringkatnya pada World Amateur Golf Ranking (WAGR) dengan bermain pada turnamen-turnamen WAGR yang berpeluang ia menangkan. Kedua pegolf junior—Jonathan segera menanggalkan status juniornya dalam waktu dekat—ini berpeluang menjadi bagian dari Tim Internasional pada Junior Presidents Cup 2022 bulan September mendatang.

Akan menarik untuk melihat bagaimana PGI memilih atlet junior yang akan berlaga pada kompetisi nasional terbuka ini.

Para Jawara Indonesia Open dalam Sepuluh Edisi Terakhir
2019: Miguel Angel Carbalho (Argentina)
2018: Justin Harding (Afrika Selatan)
2017: Panuphol Pittayarat (Thailand)
2016: Gaganjeet Bhullar (India)
2015: Tidak diselenggarakan
2014: Padraig Harrington (Irlandia)
2013: Gaganjeet Bhullar (India)
2012: Nick Cullen (Australia) — kalender OneAsia
2011: Thaworn Wiratchant (Thailand) — kalender OneAsia
2010: Michael Hendry (Selandia Baru) — kalender OneAsia
2009: Tongchai Jaidee (Thailand)