Rory Hie mencatatkan tiga besar pertamanya tahun 2024 lewat ajang The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura.

Dedikasi dan kerja keras dalam dua bulan terakhir terbukti membuahkan hasil. Setelah lima kali gagal lolos cut dari total tujuh turnamen internasional yang ia ikuti, Rory Hie akhirnya berhasil mencatatkan tiga besar pertama pada tahun 2024 ini. Skor total 13-under 200 pada ajang The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura, yang berakhir pada hari ini (13/9).

Pada putaran final di Gunung Geulis Country Club itu, Rory mencatatkan skor terbaiknya pekan ini, 6-under 65. Tujuh birdie dan sebuah bogey membuatnya berbagi peringkat ketiga dengan pegolf Malaysia Galven Green (68). Mereka finis enam stroke di belakang pegolf Thailand Tanapat Pichaikool yang keluar sebagai juara dengan skor total 19-under 194.

Kesabaran Rory pada hari terakhir memang benar-benar diuji. Setelah hanya bermain even par di enam hole pertama, Rory akhirnya mencatatkan birdie pertamanya di hole 7 par 3 dan meninggalkan sembilan hole pertama di West Course dengan 2-under berkat birdie tambahan di hole 9.

Meski langkahnya sempat terhambat oleh bogey di hole 10, pegolf Indonesia pertama yang berstatus juara Asian Tour ini menorehkan sembilan hole terbaik sepanjang musim ini. Setelah menciptakan birdie di hole 12 dan 13, sebelum akhirnya menuntaskan pertandingan kali ini dengan tiga birdie di tiga hole penutupnya.

”Sudah terlihat ada perbedaan dari pukulan saya yang bisa diteruskan, dan hari ini ada beberapa pukulan yang saya lakukan di bawah tekanan, dan ternyata bisa saya eksekusi dengan baik, jadi saya sangat senang dengan hasil kali ini.” — Rory Hie.

”Permainan hari ini sebenarnya mirip seperti putaran pertama tapi putting saya hari ini lebih bagus lagi,” ujar Rory menyinggung permainannya ini.

Catatan skor 13-under ini sekaligus memperbaiki rekor skor terendah yang pernah dibukukan oleh seorang pegolf Indonesia pada ajang ini. Ketika Kevin Caesario Akbar memenangkan ajang ini 12 bulan silam, ia membukukan skor total 10-under 200.

”Dulu saya pernah main 7-under, kalau tidak salah tahun 2013, tapi dulu bermain di East Course,” sambungnya.

Permainan yang kian positif ini jelas membesarkan hatinya, terutama mengingat hanya tersisa satu turnamen internasional di Indonesia pada tahun ini.

”Selanjutnya, saya akan terus berlatih dengan Chris (Connell) guna persiapan Indonesian Masters. Sudah terlihat ada perbedaan dari pukulan saya yang bisa diteruskan, dan hari ini ada beberapa pukulan yang saya lakukan di bawah tekanan, dan ternyata bisa saya eksekusi dengan baik, jadi saya sangat senang dengan hasil kali ini,” tandasnya.

 

Tanapat Pichaikool, Round 3 The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2024.
Sepuluh birdie dengan satu bogey memberi kemenangan internasional pertama bagi Tanapat Pichaikool. Foto: OB Golf.

 

Sementara itu, permainan luar biasa dalam 18 hole terakhir membawa pegolf Thailand Tanapat Pichaikool sukses menjuarai gelar internasional pertamanya. Sepuluh birdie dengan hanya satu bogey untuk skor 9-under 62 tak hanya menjadi skor terendah sepanjang pekan ini, tapi juga membantunya menyodok posisi teratas, sekaligus memastikan kemenangan tiga stroke atas Filip Lundell (66) asal Swedia.

”Saya bangun dengan rasa percaya diri, kemudian menjalani pemanasan dan semuanya berlangsung luar biasa. Kemudian saya memainkan hole pertama dan mengawali dengan memilih club yang salah untuk pukulan kedua,” tuturnya.

”Saya sempat khawatir bakal seperti apa hari ini, tapi akhirnya di sana saya bisa membuat par untuk menciptakan kesan positif sehingga kemudian di hole 2, 3, dan 4 saya bisa membuat birdie. Dari sana saya berusaha berfokus melakukan satu demi satu pukulan sampai akhirnya menuntaskannya.”

Jonathan Wijono tampil sebagai pegolf Indonesia terbaik berikutnya di mana skor total 8-under 205 membuatnya finis di posisi T15. Pegolf Indonesia lainnya, Indra Hermawan (208) finis di posisi T32, dengan Syukrizal dan Kevin Akbar menempati posisi T34 setelah bermain dengan skor total 4-under 209.

 

Galven Green dan Andree Harahap, Juara Pro-Am pada The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2024.
Galven Green dan Andree Harahap meraih kemenangan dengan skor total 30-under. Foto: OB Golf.

 

Dari nomor Pro-Am, kombinasi antara Galven Green dan pegolf amatir Andree Harahap akhirnya membuat keduanya tampil sebagai juara. Pada putaran ketiga tadi, keduanya mencatatkan skor 58 dan menutup kompetisi Pro-Am dengan total 30-under, satu stroke lebih baik daripada duet Matthew Cheung-Kukuh Galih Jatiaji serta Filip Lundell-Welly yang sama-sama mengoleksi total 29-under.

Format Pro-Am ini menjadi yang kedua kalinya digelar setelah pertama kali dihadirkan tahun 2023 lalu. Kondisi cuaca yang buruk pada dua putaran pertama membuat pertandingan dimainkan secara shotgun, dengan putaran final dimulai dengan empat tee berbeda di West Course.

”Turnamen ini menyenangkan. Format seperti ini berbeda daripada yang biasa kami mainkan, dan menggabungkannya dengan amatir membuatnya jadi menyenangkan juga,” ujar Tanapat.

The Indonesia Pro-Am ini menjadi turnamen regional skala Asian Development Tour terakhir yang digelar di Indonesia. Adapun kompetisi internasional terakhir akan digelar bulan Oktober mendatang ketika Indonesian Masters kembali bergulir pada 31 Oktober-3 November 2024.