Lima pegolf amatir Indonesia segera memulai perjuangan mereka menembus dua ajang Major dunia melalui Asia-Pacific Amateur Championship.
Rayhan Abdul Latief, Jonathan Xavier Hartono, Randy Arbenata Mohamad Bintang, Jordan Indra Marcello, dan Hayden Aldren Suhasim segera melakoni kejuaraan golf amatir paling prestisius di Asia Pasifik, Asia-Pacific Amateur Championship. Ajang yang tahun ini dimainkan di Amata Spring Country Club, di Chon Buri, Thailand, ini akan menyuguhkan ujian terberat bagi kelima wakil Indonesia tersebut. Mereka juga akan bersaing dengan 115 pegolf terbaik se-Asia Pasifik mulai Kamis (27/10) besok.
Selain Jonathan, yang melakoni debutnya ketika ajang ini digelar di Dubai tahun 2021, keempat Garuda Muda lainnya akan menikmati partisipasi perdana mereka pada ajang istimewa ini.
Rayhan dan Jonathan saat ini masih menjadi dua pegolf amatir teratas di Indonesia menurut World Amateur Golf Ranking (WAGR). Keduanya akan memulai 18 hole pertama sebagai pegolf No.192 dan No.256. Pengalaman membela Tim Internasional pada Junior Presidents Cup di bawah komando Kapten Tim Clark pada bulan September lalu turut menjadi dorongan untuk tampil maksimal pada pekan ini.
”Lapangan ini membuka peluang untuk mencetak skor,” ujar Jonathan, yang kerap berlatih di bawah naungan Ciputra Golfpreneur Foundation ini. ”Saya hanya mesti menyiapkan long game saya agar berada di posisi yang tepat dan saya siap untuk bermain dengan skor yang rendah.”

Adapun Rayhan berniat untuk menimba pengalaman sebanyak mungkin ketika memulai debutnya besok. Pegolf berusia 16 tahun ini mengungkapkan, ”Saya senang sekali bisa bermain dalam Asia-Pacific Amateur Championship. Menurut saya, ini salah satu turnamen amatir terbesar di dunia. Mudah-mudahan saya bisa belajar banyak … mungkin dari penataan penyelenggaraannya, dari para pemainnya juga, dan bagaimana saya belajar mengatasi masalah di lapangan.”
Randy, yang kini berperingkat 314 pada WAGR juga akan melakoni debutnya pada pekan ini. Pegolf berusia 19 tahun ini juga menjadi wakil Indonesia dengan usia yang paling dewasa. Performanya sepanjang tahun ini telah berhasil menempatkannya di posisi yang layak menerima undangan untuk bertanding pada ajang ini.
Ia memanfaatkana sejumlah kesempatan terakhirnya mengikuti beberapa ajang Indonesian Junior Golf ketika masih berusia 18 tahun dan memenangkan IJG Premier Leage #1 pada awal tahun ini. Kemudian, ia memenangkan Indonesian Elite Amateur Invitational #2, 6th Olympic Jabar Amateur Open, dan Indonesian Amateur Golf Championship #5.
Penampilan Jordan juga layak dinantikan. Sebagai pegolf termuda yang berpartisipasi pada Asia-Pacific Amateur Championship tahun ini, Jordan membawa performa solidnya usai memenangkan Indonesian Elite Amateur Championship pekan lalu dengan kemenangan enam stroke. Sepanjang tahun ini ia telah mengemas dua kemenangan pada ajang Indonesian Junior Amateur Championship dan Indonesian Amateur Golf Championship dan tidak pernah finis di luar sepuluh besar.

Meskipun akan melakoni debutnya, baik Randy maupun Jordan sempat menikmati AAC Academies sebagai bagian dari persiapan mengikuti kompetisi pekan ini. AAC Academies diluncurkan pada Asia-Pacific Amateur Championship 2018 dan berfokus pada beberapa aspek, seperti psikologi olahraga, kekuatan dan pengondisian tubuh, analisis swing, instruksi short game, dan peningkatan teknik swing.
”Saya menikmati kesempatan tersebut. Para pelatihnya luar biasa, mereka sungguh profesional. Mereka mempersiapkan kami dengan baik untuk lapangan ini dan mereka membagikan pengalaman yang berlimpah bagi kami. Kami belajar teknik-teknik dan trik-trik baru,” ujar Jordan.
Hayden sendiri membuktikan dirinya layak untuk menjadi salah satu yang terbaik pada saat ini. Siswa SMA Santa Theresia ini menjadi salah satu dari hanya enam pegolf Indonesia yang berada di jajaran 1000 besar dunia. Meski sejauh ini baru meraih satu kemenangan, yaitu pada ajang PCGC Junior Amateur Series, pegolf berusia 18 tahun ini telah enam kali finis menembus tiga besar, tiga di antaranya di tempat kedua.
Ajang Asia-Pacific Amateur ini tidak hanya menyuguhkan kompetisi level tinggi, tapi juga menyediakan hadiah yang paling diincar oleh para pegolf mana pun. Pemenangnya berhak mengikuti Masters Tournament dan The Open Championship, termasuk mengikuti ajang The Amateur Championship. Sementara pemain yang finis di tempat kedua (termasuk ties) bisa mengikuti The Open Qualifying Series, yang juga memberi peluang untuk mengikuti The Open.


