Sepuluh dari 50 pegolf teratas World Amateur Golf Ranking dipastikan berlaga pada edisi kelima Women’s Amateur Asia-Pacific, 9-12 Maret 2023.
Dalam tiga pekan mendatang, Women’s Amateur Asia-Pacific akan kembali digelar di Singapura dan menampilkan 82 pemain dari 21 negara Asia Pasifik. Edisi kelima kejuaraan amatir wanita paling bergengsi ini kembali ke Singapura sejak pertama kali digelar di negara yang sama pada tahun 2018 silam. Kali ini ujian menanti seluruh peserta di Singapore Island Country Club mulai 9-12 Maret 2023.
Pada edisi perdana tahun 2018 itu, pegolf Thailand Atthaya Thitikul tampil sebagai pemenang. Sejak saat itu karier remaja sensasional ini kian melambung dan sempat menempati peringkat teratas pada Rolex Women’s World Golf Rankings.
Dari antara pemain tangguh yang segera berkumpul di Singapura awal Maret mendatang, dua di antaranya ialah pemenang kejuaraan ini. Mizuki Hashimoto asal Jepang menjuarai ajang ini tahun 2021 ketika kejuaraan ini dimainkan di Abu Dhabi. Sementara pegolf China Taipei Huang Ting-hsuan kembali bertanding untuk mempertahankan gelarnya.
Pegolf Jepang lainnya, Rin Yoshida, menjadi pegolf berperingkat tertinggi. Pegolf No.4 Dunia ini akan memimpin kontingen Jepang yang sangat kuat, termasuk No.5 Dunia Yuna Araki, No.11 Dunia Sayaka Teraoka, plus Hashimoto yang kini menempati peringkat 14. Araki baru saja menjuarai Women’s Australian Masters of Amateurs 2023, sementara Hashimoto memenangkan Australian Women’s Amateur Championship.

Bagi Hashimoto, kesempatan di Singapura nanti akan menjadi peluang untuk melunasi utangnya. Pada gelaran di Thailand tahun lalu, ia hampir berhasil mempertahankan gelarnya. Sempat memimpin kejuaraan hingga putaran ketiga, sejumlah kesalahan di sembilan hole terakhir putaran ketiga membuatnya harus terlempar dari persaingan.
”Saya tidak senang dengan apa yang terjadi hari Sabtu di Thailand waktu itu. Namun, saya menganggapnya sebagai pengalaman, bab yang penting dalam karier saya, dan saya yakin kekalahan itu mungkin lebih banyak mengajar saya ketimbang kemenangan saya di Abu Dhabi,” tutur pegolf berusia 20 tahun, yang masuk Tim Nasional Jepang usai kemenangannya tahun 2021 itu.
”Saya sangat menantikan bermain di Singapura dan berharap bisa bersaing untuk meraih gelar sekali lagi. Saya sedang berada dalam kondisi yang bagus dan kemenangan baru-baru ini di Australia telah meningkatkan percaya diri saya.”
Tuan rumah Singapura akan menurunkan delapan pemain, termasuk Aloysa Margiela Atienza, Jaymie Ng, dan Inez Ng.
Indonesia juga akan kembali menurunkan wakil-wakilnya. Kristina Natalia Yoko, yang saat menerima undangan istimewa mengikuti turnamen ini berada di peringkat 215 dunia, akan memimpin kubu Merah Putih. Elaine Widjaja (No.408) dan Meva Schmit (No.1554), yang melakoni debutnya tahun lalu juga akan kembali turun. Begitu pula Patricia Walanda Sinolungan yang menjadi pemain paling berpengalaman, yang selalu tampil pada ajang ini sejak 2018. Adapun dua pemain lainnya, Sania Talita Wahyudi (563) dan Holly Victoria Halim (426) akan melakoni debut mereka pada ajang ini.

Women’s Amateur Asia-Pacific merupakan kejuaraan yang dikembangkan oleh The R&A dan Asia-Pacific Golf Confederation (APGC) dengan maksud menginspirasi generasi pegolf wanita masa depan. Ajang ini turut memberi landasan berarti bagi sang juara untuk lebih jauh mengekspos diri mereka. Kemenangan pada ajang ini turut memberi tiket bagi sang juara untuk mengikuti tiga ajang Major, yaitu AIG Women’s Open, Amundi Evian Championship, dan The Chevron Championship, plus Hana Financial Group Championship dan Augusta National Women’s Amateur.
”Mengembangkan golf wanita merupakan prioritas jangka panjang bagi The R&A dan kejuaraan Women’s Amateur Asia-Pacific memainkan peranan kunci dalam melambungkan para pegolf elite amatir di wilayah ini,” tutur CEO The R&A Martin Slumbers. ”Dalam rentang waktu yang singkat kita telah melihat para peserta Women’s Amateur Asia-Pacific, seperti Atthaya Thitikul, Yuka Saso, dan Patty Tavatanakit, mencapai eselon tertinggi olahraga ini dan kami tak sabar melihat kemunculan bakat baru pada kejuaraan yang akan digelar di Singapura tahun ini.”
Taimur Hasan Amin, Ketua APGC menambahkan, ”Women’s Amateur Asia-Pacific telah memainkan peranan yang sangat penting sejak pertama kali direncanakan dan dihadirkan tahun 2018. Pencapaian beberapa alumnus kami sungguh mengagumkan dalam waktu yang begitu singkat.
”Namun, bagian penting dari tugas kami ialah memastikan para wanita dari beragam negara bisa bersaing dan memegang posisi di puncak klasemen. Kejuaraan seperti WAAP menjadi motivasi besar dan elemen kunci dalam strategi kami untuk melangkah maju.”
Setelah pandemi tiga tahun terakhir, kejuaraan ini akhirnya kembali ke kalendernya semula pada bulan Maret.


