Yosuke Asaji memimpin klasemen sementara Shigeo Nagashima Invitational Sega Sammy Cup.

Pegolf Jepang Yosuke Asaji mengawali Shigeo Nagashima Invitational Sega Sammy Cup dengan torehan skor 64, yang turut membawanya ke puncak klasemen sementara. Pegolf berusia 30 tahun ini membuka peluang mewujudkan kemenangan keempatnya pada Japan Golf Tour Organization (JGTO) dengan menorehkan sembilan birdie untuk unggul satu stroke atas Toshinori Muto, Mikiya Akutsu, dan Takumi Kanaya.

Asaji memang tampil luar biasa pada turnamen yang digelar di North Country Golf Club ini. Ia nyaris bermain sempurna sampai terjadi bogey di hole 9 par 5, yang menjadi hole terakhirnya. Namun, dengan catatan yang sangat solid itu, Asaji jelas tidak merasa perlu untuk mengeluh.

”Saya membidik bunker, jadi tidak ada opsi lain. Frustrasi memang, tapi saya lebih memilih finis dengan bogey daripada double bogey,” jelasnya. ”Pukulan saya rata-rata, tapi putting saya luar biasa. Putt terjauh yang berhasil saya masukkan terhadi di hole 4 dari jarak empat atau lima meter.”

Keberhasilannya memainkan putaran pertama dan menjadi pimpinan klasemen sementara seperti ini merupakan yang pertama kalinya bagi Asaji sejak menjuarai Mynavi ABC Championship bulan Desember 2021 lalu. Meski mengharapkan kemenangan pada hari Minggu nanti, toh ia tak ingin mengusung beban yang tak perlu baginya.

”Saya hanya ingin main aman daripada menargetkan 8-under seperti hari ini. Saya sudah puas bisa main dengan skor 60-an dan tampil bagus untuk tiga hari ke depan,” ujarnya. ”Tentunya saya ingin berada dalam posis bersaing, tapi untuk saat ini, saya hanya ingin main sebaik mungkin.”

”Saya mendapat percaya diri yang lebih besar ketimbang pada awal musim.” — Yosuke Asaji.

Sejak kemenangannya tahun 2021 itu, Asaji mengalami periode yang berat. Tahun lalu ia hanya bisa lolos cut sebanyak sembilan kali dari 21 turnamen yang ia ikuti. Kala itu finis sendirian di posisi ke-12 pada Japan PGA Championship menjadi prestasi terbaiknya.

Situasi belum banyak berubah baginya pada tahun ini. Namun, finis T10 pada Japan Players Championship pekan lalu memberinya sepuluh besar pertama dalam 18 bulan terakhir. Dan kondisi ini bisa menjadi titik balik baginya.

”Saya mendapat percaya diri yang lebih besar ketimbang pada awal musim. Perlahan-lahan saya membangun percaya diri itu,” tutur Asaji, yang juga menjuarai Diamond Cup dan ANA Open tahun 2019.

Sementara itu, Kanaya turut menggarisbawahi niatnya untuk bersaing dan meraih kemenangan kedua pada musim ini. Upayanya itu membuahkan hasil dengan memberinya skor 65 berkat tujuh birdie dan tanpa bogey.

”Ini awal yang bagus untuk turnamen yang sangat saya nikmati ini. Saya suka berada di sini karena lapangannya bagus, dan hole 16 memberi nuansa yang berbeda ketimbang tahun lalu. Saya yakin akhir pekan ini bakal menarik, jadi saya akan bermain untuk lebih menambah semangat. Dengan banyaknya orang yang menonton, atmosfernya akan berbeda dan bisa lebih memberikan semangat,” tutur Kanaya.

Adapun pegolf Afrika Selatan Jbe Kruger menorehkan skor 66 sebagai start terbaiknya musim ini. Setelah menorehkan satu birdie dan satu bogey di emat hole pertamanya, Kruger menorehkan tiga birdie dari hole 7 dan menciptakan birdie lagi di hole 13, 14, dan 17, yang turut menempatkannya sebagai wakil internasional terbaik.