Lisa Coetzer menjadi juara termuda Africa Amateur Women’s Invitational dalam usia 15 tahun.

Lisa Coetzer akhirnya menjuarai Africa Amateur Women’s Invitational di Royal Johannesburg, Afrika Selatan kemarin (6/2). Skor even par 72 ketiga sepanjang pekan ini memastikan kemenangan dua stroke atas rekan senegaranya, Lourenda Steyn.

Kemenangan ini tak hanya mempertegas kualitas permainan remaja putri yang baru berusia 15 tahun ini. Tahun lalu ia finis di tempat ketiga, terpaut tujuh stroke dari pegolf Afrika Selatan lainnya, Gia Raad. Dan kali ini, ia tampil sebagai pemenang tanpa harus melepaskan posisi teratas.

Meski demikian, perjuangannya pada putaran final itu tidaklah mudah. Keunggulan tiga stroke yang ia miliki langsung sirna lantaran ia mendapat double bogey di hole 2 par 3, sementara Steyn justru mengawali putaran final dengan birdie di hole 1.

 

 

Steyn bahkan balik memimpin setelah ia menciptakan eagle di hole 8 par 5. Meskipun Coetzer kemudian mendapat birdie pertamanya di hole 9, Steyn masih berada di posisi ideal hingga hole 13. Namun, bogey dan double bogey, yang masing-masing ia dapatkan di hole 14 dan 15 justru mengubur impiannya.

Sebaliknya, Coetzer justru bermain lebih baik. Usai bogey di hole 13 yang membuatnya tertinggal dua stroke, ia mendapatkan par di tiga hole berikutnya, untuk kemudian menciptakan dua birdie di dua hole terakhirnya. Steyn, yang juga mendapat birdie di hole 18, terpaksa mengakui kemenangan dua stroke rekan senegaranya itu.

”Persiapan mental saya hari ini memainkan peranan yang besar dalam kemenangan ini karena, pada dasarnya, saya tertinggal dari sekitar hole 5. Saya mesti bangkit secara mental karena Lourenda tidak melakukan kesalahan, dia pemain yang sangat bagus. Saya hanya mesti memainkan permainan saya dan fokus sambil mengabaikan segala hal yang ada di sekitar saya. Dan saya berhasil melakukannya, makanya saya merasa sangat senang,” tutur Coetzer, yang sempat mengikuti Ciputra Golfpreneur Junior World Championship pada 2023 dan 2024 ini.

 

Lourenda Steyn, Round 3 Afria Amateur Women’s Invitational 2026.
Lourenda Steyn sempat memimpin sampai akhirnya bogey dan double bogey, yang terjadi di hole 14 dan 15, mengubur peluangnya. Foto: Tyrone Winfield/R&A.

 

Kemenangannya ini sekaligus menempatkannya sebagai juara termuda sejak Africa Amateur Women’s Invitational mulai diselenggarakan pada 2024. Kyra van Kan berusia 18 tahun saat memenangkan ajang ini tahun 2024, sementara Gio Raad berusia 17 tahun pada 2025 lalu.

Dengan kemenangan ini, Coetzer berhak mengikuti sejumlah kejuaraan bergengsi. Ia bisa tampil pada ajang The Women’s Amateur Championship, Final Qualifying untuk AIG Women’s Open, Joburg Ladies Open, The Investec South African Women’s Open, dan Waterfall City Tournament of Champions powered by Attacq.

Seperti halnya Women’s Amateur Asia-Pacific, ajang Africa Amateur Women’s Invitational ini menjadi langkah strategis The R&A dalam mengembangkan golf wanita di Afrika. Meskipun dalam tiga penyelenggaraannya masih mempertandingkan tiga putaran, jumlah pesertanya mulai bertambah. Pada 2024 hanya ada lima negara (Afrika Selatan, Kenya, Maroko, Tanzania, dan Zimbabwe) dengan 19 peserta. Lalu pada 2025 menjadi Mesir dan Tunisia menambah negara peserta dengan total 20 peserta. Meski tahun ini Mesir absen, peserta dari Botswana, Ghana, dan Nigeria membuat edisi 2026 diikuti oleh 10 negara dengan total 21 peserta.

 

Gio Raad, Round 3 Afria Amateur Women’s Invitational 2026.
Juara edisi 2025, Gio Raad, akhirnya finis di peringkat T3 bersama pegolf Afrika Selatan lainnya, Charlotte Millard. Foto: Oisin Keniry/R&A.