Skor 29 di sembilan hole pertama membantu Justin Shin memimpin klasemen sementara ajang Macau Championship.
Usai membukukan dua hasil yang positif ketika bermain pada Korean Tour pada bulan September lalu, pegolf Kanada Justin Shin menghadapi Macau Championship dengan penuh percaya diri. Turnamen pekan ini sekaligus menjadi ajang terakhir dalam rangkaian PGA TOUR Series-China usai dibatalkannya Clearwater Bay Open, menyusul kisruh di Hong Kong.
Dengan taruhan yang tinggi, di antaranya berupa peningkatan jumlah hadiah yang diperebutkan, yang kini menjadi RMB2,1 juta, Macau Championship jelas menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memastikan keanggotaan pada Korn Ferry Tour, sekaligus menjadi lebih dekat ke kancah PGA TOUR.
Shin menuju Macau dengan bekal T7 pada DGB Financial group Volvik Daegu Gyeongbuk Open dan T18 pada Hyundai Maritime KJ Choi Invitational. Dua performa positif tersebut menjadi pemicu baginya untuk tampil luar biasa dan membuka Macau Championship dengan torehan skor 8-under 63. Skornya ini memberinya keunggulan satu stroke dari Kevin Techakanokboon asal Amerika.
“Sekarang saya merasa lebih percaya diri,” ujar Shin, yang kini mengganti putter-nya dari model mallet ke model blade.

“Rasanya putting saya tak bakal meleset banyak. Sebelumnya, saya sama sekali tak percaya diri.”
Pada putaran pertama yang dimainkan di Caesar’s Golf Club Macau itu, Shin menorehkan delapan birdie dan tanpa bogey sama sekali.
Pegolf asal Korea Selatan yang beralih kewarganegaraan ini memulai turnamennya kali ini dengan mencatatkan tiga birdie di empat hole pertamanya, lalu menorehkan empat birdie berturut-turut lagi dan beralih ke sembilan hole terakhirnya dengan skor 29. Ini merupakan kedua kalinya ia bermain dengan skor 29 dalam sembilan hole setelah melakukan hal serupa saat masih amatir. Kala itu ia bermain pada ajang Porter Cup 2013 di Niagara Falls Country Club.
Permainan cemerlang ini jelas membuatnya mengira bakal menambah birdie lagi untuk kelima kalinya secara berturut-turut, sampai akhirnya di hole 10 bolanya malah berputar keluar.

“Putting di hole 10 itu sempat membuat saya sedikit kecewa. Seharusnya, saya bisa mendapat birdie di hole-hole par 5 di sembilan hole terakhir, dan saya meleset sekitar 6 atau 7 kaki. Tapi jelas sulit untuk bisa memasukkan semua putt tersebut,” sambung pegolf yang memulai pekan ini dengan berada di peringkat 67 Order of Merit ini. Ini berarti ia jelas harus mempertahankan performanya untuk bisa mendapat hak bertanding pada PGA TOUR Series-China musim 2020 mendatang.
Sementara itu, Techakanokboon, yang menjuarai turnamen awal musim, juga memulai putaran pertama dengan tak kalah meyakinkan dengan skor 7-under 64. Ia sempat mendapat dua bogey di hole 3 dan 4, dan berusaha untuk mendapatkan momentumnya kembali. Ia kemudian berhasil bangkit dengan birdie di hole 5, sebelum akhirnya menutup putaran pertamanya dengan birdie di hole 8 dan eagle di hole 9.
“Saya memulai putaran pertama ini dengan baik dan mendapat birdie di hole 10 dan berhasil bermain dengan solid dari tee ke green sehingga bisa memberi peluang banyak birdie,” ujarnya.
Tiga pemain, Shotaro Ban, Suteepat Prateeptienchai, dan Richard Jung berbagi tempat ketiga setelah sama-sama membukukan skor 65. Sementara, enam pemain lainnya berbagi peringkat ke-6 dengan torehan skor 66.


