Skor 68 tanpa bogey menempatkan An Byeonghun di jajaran atas Valspar Championship 2023.
Kembali ke lapangan favoritnya pada kancah PGA TOUR tampaknya membantu An Byeonghun untuk mengeluarkan salah satu permainan terbaiknya. Pegolf Korea berusia 31 tahun ini sukses mencatatkan skor 3-under 68 tanpa bogey, yang menempatkannya dua stroke di belakang dua pegolf Amerika Ryan Brehm dan Adam Schenk, serta pegolf Jerman Stephan Jaeger yang memimpin ajang Valspar Championship.
An, yang tengah mengincar kemenangan perdananya, mencatatkan birdie di hole 5, 10, dan 17 di Copperhead Course, di Innisbrook Golf Resort. Tiga birdie-nya ini jelas memberinya posisi yang bagus untuk meneruskan persaingan sepanjang pekan ini.
Adapun rekan senegaranya, Kim Seonghyeon, mencatatkan skor 71 dan kini berada di peringkat T32, bersama pegolf China Dou Zecheng yang sempat mengalami putaran yang turun-naik sebelum akhirnya finis meyakinkan dengan dua birdie. Pegolf China lainnya, Carl Yuan mengawali pekan ini dengan skor 72 dan berada di posisi T58. Sementara wakil Asia lainnya asal Korea, Lee Kyounghoon bermain dengan skor 74.
Dua pegolf top pekan ini, Jordan Spieth dan Justin Thomas, juga mengawali Valspar Championship dengan meyakinkan. Masing-masing menorekan skor 67 dan 69.
An, yang sempat menjadi penghuni reguler 50 besar dunia, kini membuka peluang untuk mengikuti jejak legenda Korea K.J. Choi, yang menjuarai turnamen ini tahun 2002 dan 2006. ”Main tanpa bogey di lapangan ini sungguh menyenangkan. Short game saya cukup bagus. Saya juga berhasil memasukkan beberapa putt dengan baik. Saya juga berhasil menciptakan beberapa peluang bagus dan jelas sangat senang dengan 3-under,” tutur An.
Meski menikmati tantangan di Innisbrook, An belum pernah finis lebih baik daripada T49 ketika melakoni debutnya di sini tahun 2017. ”Sepertinya saya belum pernah mencatatkan finis yang bagus di sini. Saya sudah memainkan lapangan ini beberapa kali sebagai junior juga dan ini keempat kalinya saya bermain di sini.
”Saya sungguh suka lapangnan ini, ini lapangan para pemukul tangguh. Saya tidak pernah bermain dengan baik, tapi mungkin tahun ini akan berbeda. Entahlah. Namun, lapangan ini lapangan yang bagus. Menurut saya tidak terlalu panjang, tapi sempit dan banyak pepohonan. Saya cuma bisa mendapatkan banyak par dan semoga bisa melakukan hal serupa dalam tiga hari ke depan.”

Musim 2022-2023 ini menjadi musim yang cukup konsisten bagi mantan juara U.S. Amateur 2009 ini. Dari 15 turnamen yang ia ikuti, ia hanya gagal lolos cut dalam empat turnamen. Finis terbaiknya musim ini ialah T4 pada ajang Fortinet Championship. Kini ia menempati peringkat 64 pada klasemen FedExCup.
Jika An mengincar gelar PGA TOUR pertamanya, Brehm berharap bisa mewujudkan kemenangan keduanya setelah menjuarai Puerto Rico Championship 2022. Performanya musim ini sebenarnya terbilang mengecewakan. Tampil dalam 17 turnamen, ia hanya bisa bermain penuh empat putaran hanya dalam tiga turnamen. Namun, penampilannya kemarin (16/3) jelas memberinya harapan.
Selain menciptakan hole-in-one di hole 17, Brehm menorehkan empat birdie dari hole 1, 5, 11, dan 14. Satu-satunya bogey ia raih di hole 6.
”Sejujurnya, saya kaget juga melihat bolanya langsung masuk!” tutur Brehm menyinggung hole-in-one tersebut. ”Namun, kami mendapat reaksi yang bagus. Luar biasa menyenangkan. Saya cuma berusaha memukul ke sisi depan green dan ada angin yang sedikit berembus ke kanan.”


