Hideki Matsuyama berpeluang memenangkan ZOZO CHAMPIONSHIP dan menjawab harapan publik tuan rumah yang diembankan kepadanya.

Hideki Matsuyama berhasil mempertahankan posisi teratas menuju putaran final ZOZO CHAMPIONSHIP. Pegolf harapan tuan rumah ini mempertahankan keunggulan satu stroke dari Cameron Tringale dan berpeluang menjawab harapan para penggemarnya, sekaligus meraih gelar PGA TOUR ketujuh dalam kariernya.

Matsuyama jelas membutuhkan kemenangan pada hari Minggu (24/10) besok. Bukan sekadar memenuhi harapan para penggemar di Jepang, dan juga di seluruh dunia. Kegagalannya meraih medali pada Olimpiade Tokyo 2020 pertengahan tahun ini tentulah sedikit-banyak masih menyisakan kekecewaan. Namun, kemenangan pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP tak hanya soal menuntaskan kekecewaan penampilannya pada Olimpiade tersebut. Kemenangan akan memberinya momentum berharga untuk memutus serangkaian hasil mengecewakannya pada awal musim, sekaligus memberi pijakan penting untuk melanjutkan musim 2021-2022.

Ada nada kecewa ketika ia meladeni wawancara usai menuntaskan putaran pertama pekan ini. Meskipun membuka kampanye dengan skor yang sangat solid, 6-under 64, Matsuyama jelas tak ingin berpikir terlalu jauh. Terutama setelah dalam tiga turnamen pertama musim 2021-2022 ini ia hanya bisa sekali menembus sepuluh besar. Selain pada ajang Fortinet Championship, ajang awal musim, ketika ia menorehkan dua putaran pertama dalam skor 60-an, Matsuyama selalu gagal menampilkan konsistensi yang membantunya menciptakan sejarah saat menjuarai Masters Tournament 2021 pada bulan April.

”Sebelumnya, saya sempat bermain 6-under pada ajang Shriners (Children’s Open) dan bermain 6-under lagi pada ajang CJ CUP …,” ujarnya seusai putaran pertama.

Setelah finis T6 pada Fortinet Championship, Matsuyama mengawali Shriners Children’s Open dengan skor 65, namun tak dapat melanjutkan momentumnya sehingga tak lagi bisa bermain di bawah 70. Alhasil ia hanya bisa finis T67. Sepekan kemudian, ia menorehkan skor 66 di The Summit Club pada ajang THE CJ CUP @ SUMMIT. Namun, skor 70 pada hari kedua harus ia lanjutkan dengan skor 74 pada putaran ketiga. Meskipun memperbaiki skornya dengna menorehkan 4-under 68 pada putaran final, dengan sebagian besar pemain sanggup bermain under, ia harus finis di peringkat T59.

 

 

Kabar positifnya ialah bahwa pekan ini Matsuyama berhasil memutuskan lingkaran setan yang kerap membelitnya itu. Untuk pertama kalinya pada musim yang baru ini, pemegang enam gelar PGA TOUR ini berhasil bermain di bawah 70 selama tiga putaran berturut-turut. Empat birdie dengan dua bogey sudah cukup baginya untuk mempertahankan posisi teratas.

Sepanjang putaran ketiga tadi, statusnya sebagai pimpinan klasemen bisa dibilang tidak terusik sama sekali. Memulai putaran akhir pekan ini dengan keunggulan satu stroke atas Cameron Tringale, Matsuyama menorehkan birdie pertamanya di hole 2 dan segera bangkit dengan birdie di hole 5, menyusul bogey di hole 4, lalu mengukuhkan posisinya dengan birdie di hole 9.

Tentu sulit untuk tidak kecewa ketika ia harus menanti hingga hole ke-7 di sembilan hole terakhirnya, sampai ia dapat menorehkan birdie lagi. Birdie itu sempat memberinya keunggulan tiga stroke. Sayangnya, ia harus menuntaskan putaran ketiga ini dengan bogey, sementara Tringale menutup dengan birdie, yang membuat keduanya harus melanjutkan persaingan ke putaran final.

”Saya pikir saya bermain dengan bagus mengingat kondisi lapangan saat ini,” tutur Matsuyama yang kini mengumpulkan skor total 10-under 200. ”Saya senang bisa memimpin dan akan melakukan yang terbaik besok.”

Dengan selisih satu stroke dari Tringale, serta tiga pemain lain—Sebastian Munoz, Brendan Steele, dan Matt Wallace—yang berjarak tiga stroke di belakangnya, Matsuyama sadar kalau ia membutuhkan permainan yang lebih meyakinkan ketimbang dua putaran terakhirnya pekan ini.

”Saya akan menang kalau maina bagus dan bakal kalah kalau tidak main bagus. Tiga hari terakhir saya sudah bermain dengan baik, jadi semoga saya bisa melakukan hal yang sama besok,” tegasnya.

Tidak ada yang bisa memastikan bagaimana penampilannya besok, tapi Matsuyama tidak bakal ingin mengulangi pengalamannya ketika tampil pada Olimpiade Tokyo 2020. Ini saatnya menebus kekecewaan; saatnya mewujudkan gelar ke-7, sekaligus gelar keduanya tahun 2021 ini.