Paula Martin Sampedro sukses memenangkan Smyth Slaver untuk kedua kalinya usai memastikan menjadi pegolf amatir terbaik pada AIG Women’s Open 2026.

Penghargaan Smyth Salver pada AIG Women’s Open tahun ini akhirnya menjadi milik pegolf amatir asal Spanyol, Paula Martin Sampedro. Pegolf asal Madrid ini menutup pekan di Royal Lytham & St Annes dengan skor total 4-over 288, lima stroke lebih baik daripada pegolf Korea Yang Yunseo.

Martin Sampedro memulai putaran final dengan ideal lewat dua birdie berturut-turut, tapi terpaksa menorehkan tiga bogey dengan tambahan satu birdie untuk bermain even par di sembilan hole pertamanya.

Upayanya menambah koleksi birdie tak kunjung membuahkan hasil. Setelah bermain even par dalam delapan hole di sembilan hole terakhir itu, ia terpaksa mengakhiri perjuangannya dengan bogey di hole 18 dan harus puas dengan skor 1-over 72.

Meski demikian, skor tersebut sudah lebih dari cukup baginya untuk kembali meraih Smyth Salver, setelah setahun sebelumnya ia menembus sepuluh besar dan meraih penghargaan yang sama.

 

Paula Martin Sampedro, Round 4 AIG Women’s Open 2026.
Setelah finis T8 pada 2025, Paula Martin Sampedro finis T29 pada 2026 ini. Foto: Richard Heathcote/R&A.

 

”Sudah jelas ini pekan yang luar biasa pada AIG Women’s Open. Sangat senang dengan penampilan saya secara keseluruhan. Seperti biasa, ada pasang-surut, tapi yang jelas penghargaan pegolf amatir terbaik sangatlah berarti bagi saya, dan bisa memenangkannya untuk tahun kedua menjadi kehormatan yang besar,” tutur Martin Sampedro usai menuntaskan putaran finalnya.

”Hari ini saya bermain cukup solid. Memang sembilan hole terakhir sangat menantang. Saya bahkan harus mengakhirinya dengan bogey sehingga sedikit menyakitkan rasanya, tapi ya selalu ada pasang-surut dalam sebuah putaran golf, tapi secara khusus di lapangan links.”

Pegolf berusia 21 tahun ini sebenarnya sempat bersaing di jajaran atas setelah mencatatkan skor 69-71 pada dua putaran pertamanya. Empat bogey dan sebuah double bogey, serta hanya satu birdie pada putaran ketiga jelas membuatnya terlempar dari persaingan.

”Hal yang menonjolnya, saya berada cukup tinggi di papan klasemen setelah dua putaran pertama. Saya kira permainan saya secara keseluruhan cukup solid dan bisa menciptakan beberapa birdie yang bagus, juga melakukan sejumlah pukulan yang bagus,” sambungnya.

 

Shiho Kuwaki, Round 4 AIG Women’s Open 2026.
Shiho Kuwaki menjadi pegolf Jepang keempat setelah Ayako Okamoto (1984), Hinako Shibuno (2019), dan Miyu Yamashita (2025). Foto: Morgan Harlow/R&A.

 

”Saya kira banyak yang saya pelajari juga. Bisa berada di jajaran atas menuju akhir pekan menjadi sebuah tantangan tersendiri dan berada di posisi tersebut menjadi sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Jadi, saya merasa senang punya kesempatan bermain dalam kejuaraan Major lagi.”

Adapun Juara Women’s Amateur Asia-Pacific 2026 Yang Yunseo harus puas mencatatkan hanya dua birdie dengan empat bogey dan satu double bogey untuk skor 75. Dengan skor total 9-over 293, ia finis di posisi T53, salah satunya bersama mantan juara Ariya Jutanugarn (75) asal Thailand.

Sementara itu, Shiho Kuwaki menjadi pegolf Jepang keempat yang menjuarai ajang ini. Pegolf berusia 23 tahun ini memastikan kemenangannya setelah melakoni play-off dua hole dengan Ester Henseleit dari Jerman.

Birdie di hole terakhir membantu Henseleit memaksakan babak play-off dengan Kuwaki, yang telah lebih dulu menuntaskan permainannya. Sayangnya, di hole play-off kedua, pukulan tee pegolf Jerman ini mengenai seorang marshal dan membuat bolanya jatuh ke semak-semak. Upayanya mencatatkan par juga gagal sehingga harus mengakui kemenangan Kuwaki.