Hideki Matsuyama berharap bisa meraih kemenangan setelah finis di belakang Tiger Woods ketika ZOZO CHAMPIONSHIP digelar di Jepang untuk pertama kalinya tahun 2019.

Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama berharap kehadiran para penggemar di Jepang akan memberinya motivasi ekstra untuk meraih kemenangan ketika ZOZO CHAMPIONSHIP mulai digelar Kamis (21/10) besok. Kembalinya para penggemar, yang hanya dibatasi hingga 5.000 penonton per hari, bakal menjadi dorongan ekstra baginya untuk bersaing pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$9,95 juta atau sekitar Rp140 milyar ini.

Pemain andalan tuan rumah itu menjadi pegolf pria Jepang pertama yang menjuarai sebuah Major, dan akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri di Accordia Golf Narashino Country Club, selain peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Xander Schauffele, pegolf No.3 Dunia Collin Morikawa, pemegang lima gelar PGA TOUR Rickie Fowler, dan Rookie of the Year musim lalu Will Zalatoris.

Matsuyama telah mengikuti tiga turnamen PGA TOUR untuk musim 2021-2022 dan sejauh ini ia hanya sekali finis di sepuluh besar. Ia mengaku bahwa performanya jauh dari yang ia harapkan. ”Sejujurnya, permainan saya sedang tidak berada dalam kondisi yang baik, tapi saya bertanding di negeri sendiri, jadi saya termotivasi untuk bisa bersaing,” ujarnya.

”Saya senang bisa bermain di Jepang, tapi membawa permainan terbaik saya ke sini jelas jauh lebih penting. Sejujurnya, saya belum banyak bersaing pada musim lalu. Saya mungkin menjuarai Masters, tapi secara keseluruhan, saya tidak konsisten. Sekali lagi, saya tidak konsisten dalam dua ajang di Las Vegas (finis T59 dan T67) jadi saya berharap bisa menemukan momentum. Pukulan, putting, chipping … semua ini belum mencapai level yang saya inginkan. Saya mungkin meraih nilai 10 dari 10 pada Masters, sekarang saya bisa bilang skor saya tidak sampai satu.”

Pegolf No.5 Dunia, Schauffele, juga berharap bisa meraih kemenangan keduanya di Jepang setelah memenangkan medali emas Olimpiade bulan Agustus 2021 lalu. Dengan kakek-neneknya yang tinggal di Jepang, Schauffele memiliki banyak motivasi untuk bisa memenuhi statusnya sebagai salah satu pemain bintang. ”Saya sangat bersemangat. Ada rasa kecewa ketika tidak bisa ke Jepang tahun lalu untuk ajang ZOZO ini, jadi saya senang bisa kesini untuk Olimpiade. Lalu kemudian memenangkan medali emas menjadi sangat spesial,” tutur Schauffele, yang telah empat kali menjuarai ajang PGA TOUR. ”Bisa menang di sini tentu akan sangat keren. Pasti terasa istimewa bisa dua kali menang di Jepang, terutama karena saya tidak tinggal di sini. Menurut saya kemenangan bakal memberi kehormatan besar bagi keluarga saya.”

”Apapun prestasi yang saya raih, jika Olimpiade selalu dilakukan di Jepang dan saya selalu memenangkannya, menurut saya Hideki akan selalu menjadi No.1.” — Xander Schauffele.

Ia mengakui Matsuyama akan selalu menjadi bintang yang memikat penonton pada edisi ketiga ZOZO CHAMPIONSHIP ini. Woods menjuarai edisi pertama di Narashino tahun 2019, sedang Patrick Cantlay menjuarai edisi kedua yang digelar di Sherwood Country Club, Amerika, karena pandemi. Schauffele sendiri dijadwalkan memainkan dua putaran pertama bersama Matsuyama dan bintang asal China Taipei yang merupakan peraih medali perunggu Olimpiade, C.T. Pan.

”Sudah tentu Hideki merupakan unggulan tuan rumah dan pahlawan di negerinya. Apapun prestasi yang saya raih, jika Olimpiade selalu dilakukan di Jepang dan saya selalu memenangkannya, menurut saya Hideki akan selalu menjadi No.1. Para penggemar di sini sangat menggandrungi golf dan mereka menyukai olahraga ini, dan kami berdua yang bermain dalam satu grup akan mengundang banyak penonton dna mereka akan sangat senang melihat permainan yang bagus,” komentar Schauffele.

Dengan 5.000 penonton per hari, Morikawa, yang telah meraih dua gelar Major, berniat untuk menampilkan permainan yang ia tunjukkan ketika finis di tempat kedua pada ajang THE CJ CUP @ SUMMIT di Las Vegas minggu lalu. ”Mereka merupakan salah satu kelompok penggemar terbaik di dunia. Saya juga berada di sini saat Olimpiade dan kami tidak melihat siapa pun sehingga ajang itu terkesan sepi. Ada sensasi berbeda ketika para penggemar bisa hadir. Saya ingat tee pertama saya di sini dua tahun lalu dan ada banyak penggemar berkerumun dan berbaris hingga lima, enam lapis. Mereka akan menyemangati ketika Anda melangkah ke tee box, melakukan pukulan tee, terlepas apakah pukulannya bagus atau tidak,” jelas Morikawa.

”Sungguh menyenangkan karena mereka memahami olahraga ini, mereka menghargai kami yang datang ke sini, dan kami menghargai mereka. Mereka menghadirkan energi. Memang bagus bisa memenangkan ajang PGA TOUR, tapi ketika punya peluang melakukannya di luar AS, di beberapa tempat di mana kami bisa melakukannya, bisa menambahkan kemenangan itu ke dalam resume juga bakal sangat keren.”

”… bagi saya bisa kembali ke Jepang dan bermain di sini, rasanya saya memiliki dukungan yang luar biasa dari para penggemar.” — Rickie Fowler.

Fowler, yang kakeknya berkewarganegaraan Jepang, juga sama bersemangatnya ketika ia berada di Jepang untuk pertama kalinya pada tahun 2015. Ia menikmati kembalinya performanya pada pekan lalu, ketika ia memimpin pada awal putaran final, namun harus finis di posisi T3. Kala itu prestasinya bahkan mendorong Jack Nicklaus untuk memberi dukungan kepadanyya.

”Luar biasa. Saya bersyukur memiliki persahabatan yang erat dengan Jack dan istrinya, Barbara. Ia sangat memberi semangat selama bertahun-tahun ketika saya meluangkan waktu bersamanya. Bisa mendapat dukungan dari Jack seperti itu jelas sangat menyenangkan,” ujar Fowler.

Permainannya pekan lalu sangat memuaskan dan berharap bisa segera mewujudkan kemenangan keenamnya pada PGA TOUR. ”Permainan saya dari tee ke green sangat bagus. Sayangnya, saya tidak punya feel yang bagus di sekitar green dengan kecepatan, jadi saya sedikit mengalami kesulitan,” jelasnya.

Kembalinya ZOZO CHAMPIONSHIP ke Jepang, menurutnya, menjadi sesuatu yang sangat positif bagi pertumbuhan olahraga ini. ”Pasar Asia sangatlah besar untuk golf. Para penggemarnya luar biasa, mereka menyukai para pemain asing berkunjung dan bertanding di Asia di mana pun itu. Dan khususnya, bagi saya bisa kembali ke Jepang dan bermain di sini, rasanya saya memiliki dukungan yang luar biasa dari para penggemar.”