Hideki Matsuyama tertinggal tiga stroke dari Jon Rahm dan Xander Schauffele yang kini memimpin perburuan medali Olimpiade Paris 2024.

Setelah menjadi penghuni puncak klasemen dalam dua putaran pertama di Le Golf National, Hideki Matsuyama akhirnya harus rela tergeser dari posisi ideal tersebut setelah hanya membukukan even par 71 pada putaran ketiga kompetisi golf Olimpiade Paris 2024.

Juara Masters 2022 ini mulai terlihat kesulitan mengantarkan bola ke fairway. Pada putaran ketiga ini, Matsuyama hanya bisa mengantarkan bolanya ke 8 dari 14 fairway. Alhasil peluangnya memenuhi green in regulation untuk memudahkan meraih birdie juga menurun.

Uniknya, ia justru kesulitan untuk mendapatkan birdie di sembilan hole pertamanya. Malah bolanya harus masuk air dan berujung pada bogey di hole 2, lalu terpaksa melakukan 5 pukulan di hole 4 par 5 setelah pukulan tee-nya melenceng jauh dari sisi kiri fairway serta mampir di bunker kanan.

Ia terlihat mulai bangkit setelah mengemas birdie di hole 10, 12, dan 15, yang membuatnya mengumpulkan skor total 12-under. Sayangnya, ia justru harus kembali melakukan kesalahan di atas green hole 16. Pukulan keduanya sebenarnya berhasil mengantarkan bola ke sekitar 1,5 meter dari lubang. Sayangnya, ia justru gagal memasukkan putt dan hanya bisa bermain even par di dua hole terakhir. Akibatnya, ia harus puas bermain dengan skor 71 dan skor total 11-under 202.

 

Tom Kim, Round 3 Olimpiade Paris 2024.
Skor 2-under 69 masih menempatkan Tom Kim empat stroke di belakang Jon Rahm dan Xander Schauffele, yang sama-sama menorehkan 14-under. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

Meski demikian, pegolf yang gagal meraih perunggu pada Olimpiade Tokyo setelah tersingkir pada babak play-off ini masih menjaga peluangnya untuk membayar kekecewaan tiga tahun silam. Ia hanya terpaut tiga stroke dari pegolf Spanyol Jon Rahm (66) dan Champion Golfer of the Year Xander Schauffele (68).

Wakil Asia lainnya, Tom Kim, justru bermain lebih baik daripada Matsuyama. Pemegang tiga gelar PGA TOUR ini sukses mengemas 4 birdie dengan 2 bogey untuk bertahan di jajaran sepuluh besar. Skor 69 itu membawanya di posisi T6 dengan skor total 10-under 203. Posisi serupa juga ditempati oleh pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler (67) asal Amerika Serikat, Rory McIlroy (66) dari Irlandia, dan Thomas Detry (69) asal Belgia.

Schauffele, yang baru saja memenangkan gelar Major kedua pada The Open Championship dua pekan silam, jelas kini berpeluang untuk kembali menambah koleksi medali emasnya setelah secara istimewa menjadi yang terbaik pada Olimpiade Tokyo tiga tahun silam. Meski demikian, Schauffele mengaku mengawali permainan hari ketiga ini dengan kesulitan.

 

Xander Schauffele, Round 3 Olimpiade Paris 2024.
Meski berbagi posisi teratas dengan Jon Rahm, Xander Schauffele menjaga peluang untuk kembali meraih emas lewat Olimpiade Paris 2024. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

”Saya sedikit kesulitan dari segi mental,” ujar pegolf berusia 30 tahun ini, menyinggung bogey yang ia raih di hole 2. ”Senang bisa bangkit dengan meyakinkan di sembilan hole terakhir. Saya berusaha keras untuk meraih birdie—terutama ketika mengacaukan permainan di hole-hole yang sulit, Anda harus berusaha meraih birdie di hole-hole yang sulit. Senang dengan hasilnya di sembilan hole terakhir.”

Adapun Rahm, Juara Masters 2023, menikmati dukungan dari para penggemar golf Spanyol yang berbondong-bondong hadir di Le Golf National.

”Ada lebih banyak pendukung Spanyol yang hadir melebihi bayangan saya. Biasanya mereka mengenakan warna-warna bendera yang dengan mudah terlihat dari jarak mana pun dan mereka cenderung lebih berisik daripada biasanya di lapangan, terlepas di mana saya berada sehingga sorakan demikian sangat membantu,” tutur Rahm, yang turut memuji para penonton lain yang terlihat menjadikan ajang ini tak ubahnya ajang Major.

”Sepanjang tahun ini saya sudah bermain dengan baik, tapi masih belum menciptakan peluang terbaik (untuk menang). … Saya kira permainan saya terasa lebih baik daripada yang diperlihatkan oleh papan klasemen.”

 

Jon Rahm, Round 3 Olimpiade Paris 2024.
Jon Rahm menikmati dukungan dari para penggemar Spanyol yang meramaikan Le Golf National. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

Pegolf Denmark Nicolai Hojgaard turut mencuri perhatian setelah menyamai rekor skor terendah di Le Golf National. Kualitas permainannya terlihat dari statistiknya, di mana ia menjadi yang terbaik untuk kategori Strokes Gained: Off the Tee (2,098), Around the Green (2,489), dan Total (8,150). Ia juga menjadi salah satu yang terbaik untuk akurasi driving (92,86%) dan scrambling (100%).

Setelah mencatatkan lima birdie di sembilan hole pertamanya, Hojgaard membukukan eagle di hole 14 menyusul pukulan kedua yang mengantarkan bolanya menyisakan 1,2 meter di hole par 5 tersebut. Lalu ia menorehkan birdie di hole 16 dan 17, yang praktis membawanya berbagi peringkat keempat bersama Matsuyama dan meramaikan perburuan medali pada hari Minggu (4/8).

”Sepertinya, saya melangkah ke lapangan dengan bersikap seakan-akan saya bakal kehilangan sesuatu karena kami jauh tertinggal. Kami akan bermain dengan agresif, berusaha melakukan pukulan-pukulan yang bagus. Saya kira saya menciptakan peluang bagus di tiga atau empat hole pertama dan main 1-under. Setelah itu ada beberapa birdie yang membuat hole-hole berikutnya lebih mudah,” jelasnya.