Wakil tuan rumah Koh Sock Hwee berharap mencari peluang pada putaran kedua HSBC Women’s World Championship.

Mengawali sebuah turnamen dengan skor besar bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh pemain mana pun. Apalagi pada gelaran sekaliber HSBC Women’s World Championship. Koh Sock Hwee harus menuntaskan putaran pertama dengan skor 8-over 80, namun catatan skornya masih lebih baik daripada pesaing termuda pekan ini, Yin Xiaowen.

Koh, yang mendapatkan spot setelah memenangkan National Qualifying Tournament awal Februari lalu, harus membukukan empat bogey di sembilan hole pertama, yang ia mainkan dari hole 10. Upayanya untuk mencari birdie juga masih belum berhasil setelah di sembilan hole terakhir, ia harus mencatatkan empat bogey lagi, yang membuatnya harus mencatatkan skor 80, empat stroke lebih banyak daripada skor putaran pertama terbaiknya kala membukukan skor 76 pada tahun 2016.

Kedua rekan main Koh, Yealimi Noh dan Meechai Wichanee juga belum bermain dengan baik. Namun, mereka berhasil menghindari skor yang memberatkan langkah mereka. Noh, yang mencatatkan satu birdie di hole 13 par 5, mendapat empat bogey, yang menempatkannya di posisi T57 dengan skor 3-over 75. Wichanee bermain lebih baik dengan tiga birdie dan empat bogey untuk skor 1-over 73 dan akan memulai putaran kedua dari posisi T47.

”Ini pertama kalinya saya bertanding lagi di sini sejak 2016. Rasanya saya bermain lebih baik daripada skor yang saya peroleh,” ujar Koh, yang untuk sementara menghuni peringkat 64.

Meski skornya jauh dari harapan, Koh mengaku bersyukur bisa kembali bertanding pada ajang sekaliber HSBC Women’s World Championship ini sehingga bisa menikmati bermain dengan Noh dan Wichanee.

 

 

Koh, yang bermain mulai pukul 10:11 pagi tadi waktu Singapura, atau pukul 09:11 WIB, harus berjuang keras menaklukkan green di Tanjong Course yang sangat licin dan keras. Meski berhasil mencapai 11 dari 14 fairway, dengan 10 dari 18 green in regulation, ia masih kesulitan untuk menaklukkan green dalam kondisi yang disiapkan untuk turnamen yang disebut sebagai ajang Major Asia ini. Alhasil ia harus melakukan 36 putt sepanjang 18 hole pertamanya tadi.

Perjalanannya jelas masih panjang dan ia masih memiliki kesempatan yang banyak. Keistimewaan HSBC Women’s World Championship yang tidak memberlakukan cut-off membuatnya dapat bermain penuh selama empat putaran. Dan ia berniat untuk mencari peluang pada putaran kedua besok (4/3).

”Saya akan melatih chipping dan putting setelah ini, dan berharap bisa memaksimalkan kedua aspek tersebut ketika mendapat peluang besok,” tandasnya.

Koh menjadi pegolf Singapura dengan partisipasi terbanyak pada HSBC Women’s World Championship. Pekan ini menjadi partisipasi keempat setelah berhasil mengungguli pegolf No.1 Singapura saat ini, Amanda Tan. Sejauh ini penampilan terbaiknya terjadi tahun 2016, tatkala ia mengikuti ajang ini dalam status pegolf profesional untuk pertama kalinya. Kala itu ia juga mencatatkan skor terendahnya, 1-over 73, yang ia ciptakan pada putaran kedua.

Dengan tiga putaran tersisa, Koh masih berpeluang menciptakan rekor baru bagi diri sendiri. Dan jika berhasil memaksimalkan chipping dan putting-nya, bukan tidak mungkin ia berhasil memperbaiki catatan penampilannya—dari segi peringkat, skor, maupun hadiah uang yang bisa ia menangkan.

Besok Koh akan bermain dengan Yin Xiaowen, salah satu pegolf yang juga mendapatkan undangan untuk mengikuti ajang ini. Keduanya akan kembali bermain dari hole 10, kali ini pada pukul 10:30 waktu Singapura atau 09:30 WIB.