Nantong Championship akan kembali menjadi medan pertarungan juara yang seru. Sampai putaran ketiga berakhir hari ini (25/5), tidak satu pemain pun memiliki dominasi yang meyakinkan untuk memenangkan turnamen keenam dalam kalender PGA TOUR Series-China musim 2019 ini. Setidaknya, sepuluh pemain masih memiliki peluang untuk meraih kemenangan pada hari Minggu (26/5) besok.

Pimpinan klasemen pada hari kedua, Max McGreevy asal Amerika, masih mempertahankan peluangnya untuk meraih juara setelah pada hari ketiga berhasil membukukan 3-under 69. Skor totalnya, 13-under 203 memberinya keunggulan hanya satu stroke dari rekan senegaranya yang berdarah Thailand, Kevin Techakanokboon. Techakanokboon sendiri hanya unggul satu stroke dari Stephen Lewton asal Inggris di tempat ketiga dan Lewton hanya unggul satu stroke dari trio Michael Perras, Samuel Del Val, dan Brad Gehl.

McGreevy menyebut permainannya pada hari ketiga tidaklah sesuai dengan harapannya lantaran pukulannya tidak sebagus dua hari sebelumnya. Dalam kondisi hujan, ia pun tidak memulai putaran ketiga ini dengan meyakinkan setelah mendapat bogey di hole pertama. Namun, meskipun mendapat satu bogey lagi, McGreevy berhasil bermain 2-under di sembilan hole pertamanya, termasuk berkat eagle di hole 9.

“Benar-benar sulit untuk menjaga semuanya tetap kering. Kondisi ini benar-benar menjadi tantangan,” ujar McGreevy menyinggung kondisi cuaca yang tidak bersahabat itu. “Saya senang akhirnya bisa mendapatkan putaran yang bagus lagi.”

Ia memastikan mendapatkan skor 69 setelah birdie di hole 10 dan 12 dan bogey di hole 11.

Meski menyukai green di Nantong Yangtze River Golf Club, ia mengaku putting-nya hari ini ibarat mengikuti pukulannya yang tidak memuaskan.

Kevin Techakanokboon mungkin hanya berjarak satu stroke di belakang Max McGreevy, namun ia berniat untuk menambah koleksi kemenangannya setelah menjuarai Zhuhai Championship pada musim 2018 lalu. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Saya rasa saya tidak memasukkan cukup banyak putt hari ini, tapi untungnya masih cukup untuk mendapatkan skor yang bagus. Semoga saya bisa mendapatkan lebih banyak birdie lagi dan bermain dengan skor yang lebih rendah lagi,” ujar McGreevy, yang mewarisi bakat golf dari ayahnya, Brian McGreevy yang melakoni karier golf di University of Kansas dan pamannya, Tom McGreevy di Arizona.

Upaya McGreevy untuk meraih gelar perdananya di China akan menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari Techakanokboon yang meramaikan persaingan berkat skor 5-under 67. Ia benar-benar mengalami pasang-surut di Nantong pekan ini setelah pada hari kedua kemarin justru bermain dengan skor 73.

Techakanokboon menyebut strateginya kali ini ialah memaksimalkan semua par 5 di lapangan golf ini. Dan persis itulah yang ia lakukan dengan birdie di hole 4, 10, dan 12. Dengan birdie lain di hole 8 dan 18, serta eagle di hole 2 dan tanpa bogey, ia menampilkan permainan yang nyaris sempurna pada hari ketiga.

“Saya hanya berusaha untuk mencatat skor bagus di semua par 5, bermain cerdas, tapi kalau menyisakan jarak pukul dengan wedge, saya bakal bermain lebih agresif,” tuturnya. “Saya mendapat sejumlah break yang menguntungkan, dan ketika saya mendapatkannya, saya memaksimalkannya. Ada beberapa putt berjarak 3 dan 4 kaki untuk par di beberapa hole terakhir dan hal ini sangat membantu saya.”

Bagaimanapun juga, Techakanokboon masih mengingat bagaimana ia menjuarai Zhuhai Championship pada bulan Oktober 2018 lalu. Dengan jarak hanya satu stroke, segalanya masih sangat mungkin baginya, meskipun sayangnya hal itu berarti bagi beberapa nama lainnya juga.

Pegolf China, Xu Guozhen menjadi pemain tuan rumah dengan skor terbaik hingga pada putaran ketiga. Dengan skor total 8-under 208 berkat skor 2-under 70 pada hari ketiga, Xu kini berada di peringkat 11, berbagi peringkat dengan duo Korea Lee Jaewon dan Jung Woojin, serta pegolf Jepang Kenta Endo.

Leave a comment