Ida Ayu Indira Melati Putri mencatatkan finis 15 besar pada ajang Australian Amateur Championship.
Perjalanan dua wakil Indonesia pada ajang Australian Amateur Championship pekan ini berakhir dengan hasil yang cukup positif. Dari sektor wanita, Ida Ayu Indira Melati Putri mencatatkan finis di zona 15 besar pada ajang amatir prestisius ini. Adapun Naraajie Emerald Ramadhan Putra mengakhiri pekan tersebut dengan finis di zona 25 besar.
Dalam dua putaran terakhir, Mela, sapaan Ida Ayu Indira Melati Putri, harus berjuang keras untuk bisa menyamai penampilan heroiknya pada putaran pertama tatkala ia bermain dengan skor 71. Pada putaran ketiga ia harus bermain 2-over lantaran mendapat satu bogey dan satu double bogey dengan hanya satu birdie. Ia sempat memulai sembilan hole terakhirnya dengan birdie di hole 10, namun harus menorehkan bogey di hole 11, 14, dan 15, sebelum meraih birdie ketiganya hari itu di hole 16 dan menorehkan skor 75.
Jalan terjal juga harus ia tempuh pada putaran final kemarin (1/4). Sepanjang 18 hole terakhir itu, Mela, yang saat ini menempati peringkat 819 pada World Amateur Golf Ranking ini hanya bisa mendapatkan birdie di hole 4 par 4 dan hole 9 par 4, serta mencatatkan lima bogey dengan dua double bogey, yang memaksanya mencatatkan skor 79 pada putaran final itu.
Dengan skor total 9-over 297, Mela masih dapat finis di jajaran 15 besar, berbagi tempat dengan dua pegolf Australia Molly McLean dan Matilda Miels.
Fiona Xu dari Selandia Baru berhasil menjuarai ajang bergengsi ini setelah mengemas skor 68, 65, 73, dan 71 serta skor total 11-under 277. Permainannya tiga stroke lebih baik daripada Justice Bosio.
”Suatu kehormatan besar bisa memenangkan turnamen ini, persis seperti yang dilakukan Lydia Ko,” ujar Xu.
Berbeda dari kelompok wanita, para pegolf pria memainkan Cranbourne Golf Club sebagai lapangan 71 par.
Naraajie sempat melanjutkan permainan solidnya pada putaran ketiga. Setelah bermain 67 pada hari kedua, ia terlihat masih menjaga peluang untuk mencapai hasil yang lebih baik setelah bermain even par pada putaran ketiga. Penampilannya kala itu, di antaranya, dihias oleh sebuah eagle di hole 8 dengan dua birdie dan tiga bogey.

Setelah, seperti pada putaran ketiga, memulai putaran finalnya dengan birdie, Naraajie sempat mencatatkan birdie di hole 5, namun terpaksa mendapatkan bogey kedua, justru di hole yang sempat memberinya eagle. Dengan tambahan hanya satu birdie dan tiga bogey di sembilan hole terakhirnya, pegolf asal Jawa Barat ini harus puas mengakhiri perjuangannya dengan skor 74.
Dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi di kelompok ini, skor total 1-over 285 yang Naraajie bukukan hanya mampu membawanya finis di peringkat 21, bersama pegolf tuan rumah Joey Bower.
Connor McKinney, yang lahir dan dibesarkan di Skotlandia sebelum menjadi warga negara Australia, memastikan kemenangannya lewat play-off satu hole. McKinney menyamai skor total 10-under 274 yang dibukukan James Hydes asal Selandia Baru dan pegolf Australia Jack Buchanan. Putting birdie dari jarak sekitar 8,3 meter di hole play-off pertama berhasil ia masukkan untuk memastikan kemenangannya.
”Saya menghadapi putt yang lebih pendek di mirip pada pekan ini, yang justru gagal saya masukkan, tapi begitu kembali menghadapinya, saya sudah tahu jalur putt-nya, meskipun kali ini posisi saya sedikit lebih jauh. Saya cukup yakin dengan jalur itu dan putt saya benar-benar masuk,” jelas McKinney.
Kebijakan yang Beralasan
Australian Amateur Championship tahun ini menghadirkan wajah baru bagi golf di Australia. Selain memainkan format stroke play, setelah selama lebih dari seabad dimainkan sebagai ajang match play, kali ini para pemenangnya juga mendapatkan hadiah uang sehingga menjadikan ajang ini menjadi ajang amatir pertama dalam sejarah golf di Australia yang menerapkan kebijakan baru dari R&A itu. Delapan posisi teratas berhak mendapat hadiah uang.
Kebijakan tersebut membuat McKinney dan Xu tak hanya menerima trofi yang membanggakan, tapi masing-masing juga menerima $1.350. Tempat kedua berhak menerima $1.000, dengan tempat ketiga mendapat $750, sampai ke posisi 8, dengan persentase tertentu.
Badan otoritas golf di Australia, Golf Australia, sengaja melakukan kebijakan ini sebagai langkah menyiapkan para pemain elite amatir ini untuk menempuh karier profesionalnya. Bagi mereka, keputusan mengubah match play menjadi stroke play dan menyediakan hadiah uang bisa memberi pengalaman pertandingan profesional bagi para pegolf amatir tersebut.
Rod Morri dari majalah Golf Australia menulis, ”Jurang antara para pemain elite ini dan para pegolf rekreasional sangatlah besar ketimbang antara mereka dengan para pegolf profesional. Pegolf profesional dalam masa tunggu rasanya lebih akurat untuk mendeskripsikan mereka.”

