Sahith Theegala berhasil melampaui para pemain bintang lewat permainan memukaunya. Akankah ia melanjutkan tren ini ke putaran ketiga WM Phoenix Open?

Dua pekan setelah menerima undangan sponsor yang mengejutkan baginya, pendatang baru berdarah India-Amerika Sahith Theegala berada di puncak klasemen dalam perburuannya meraih gelar PGA TOUR pertamanya pada ajang WM Phoenix Open. Namun, jelas perjuangannya masih jauh dari usai.

Pegolf berusia 24 tahun ini memang berhasil melampaui para pemain bintang dalam 36 hole pertama yang ia mainkan di TPC Scottsdale, Arizona. Skor 7-under 64 pada putaran kedua kemarin (11/2) melambungkan posisinya ke peringkat teratas dengan skor total 12-under 130. Saat ini ia memegang keunggulan dua stroke atas juara bertahan Brooks Koepka (kemarin bermain 66) dan peraih medali emas Olimpiade Xander Schauffele (65). Juara FedExCup 2021 Patrick Cantlay berada satu stroke di belakang mereka.

Pimpinan klasemen putaran pertama asal Korea, Lee Kyounghoon, harus mendapatkan double bogey pada awal permainannya dan harus puas dengan skor 70. Ia akan memulai putaran ketiga nanti dari peringkat T8 setelah mencatatkan skor total 7-under 135. Adapun pemegang dua gelar WM Phoenix Open, sekaligus Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama kembali menorehkan skor 68 dan kini ada di peringkat T13.

Theegala memulai hari Jumat kemarin dengan terpaksa mencatatkan bogey di kedua hole terakhir untuk putaran pertamanya, yang sekaligus memberinya skor 66. Mantan bintang golf asal Pepperdine University ini kemudian memulai putaran keduanya dengan empat birdie dari lima hole pertamanya, dan kemudian menuntaskan hari itu dengan empat birdie lagi di enam hole terakhir.

”Cukup hebat. Saya tak punya cukup waktu untuk bersiap dan tidak berpikir banyak karena apa yang saya lakukan sejauh ini berjalan dengan baik, tapi sekali lagi, saya bersyukur ada di sini dan berusaha memaksimalkan kesempatan yang ada. Tidak ada harpaan apa-apa, sejujurnya,” tutur Theegala, yang akan memainkan putaran ketiga dengan Koepka dan Schauffele.

Meskipun mengawali hari kedua dengan mengecewakan, Theegala menunjukkan permainan yang fokus dan menampilkan kualitas pukulan yang solid, yang sejauh ini membantunya mengemas total 15 birdie. Jumlah tersebut bahkan melampaui seluruh pemain yang berlaga pekan ini! ”Saya tidak terlalu kecewa dengan permainan awal saya (hari ini). Misalnya, saat menghadapi putt 4,5 meter, guliran bola saya bagus, hanya saja meleset. Dan pada pukulan tee berikutnya, saya memukul bola ke bibir bunker fairway, dan saya pikir saya tak bisa berbuat banyak. Dan saya tahu kalau bisa terus menempatkan bola ke fairway saya punya peluang mencatatkan skor.”

 

 

Theegala, yang ayahnya berimigrasi dari India ke California, awalnya berniat untuk mengambil rehat setelah empat turnamen berturut-turut, namun mengalihkan rencananya itu setelah menerima undangan untuk mengikuti ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$2,8 juta. Dan mengingat WM Phoenix Open terkenal dengan atmosfer penonton yang luar biasa unik menyerupai stadion, kedua orangtua Theegala dan enam paman dan sepupunya pun ikut berada di Phoenix dan menjadi skuad pendukungnya pekan ini.

”Sudah pasti keluarga saya,” ujar Theegala menyebut keluarganya sebagai kelompok yang paling menikmati pekan ini. ”Mereka berombongan, begitu bersikap positif, dan bahwa mereka datang ke sini hanya untuk mendukung saya dan berjalan selama enam jam dan mungkin kehausan di lapangan dengan kaki yang lelah, dan masih menyemangati saya, kehadiran mereka benar-benar terasa keren!”

Bulan Oktober 2021 lalu, pegolf yang sempat menyandang status No.3 pada World Amateur Golf Ranking, sempat menjadi salah satu pegolf yang memimpin pada putaran ketiga Sanderson Farms Championship, sebelum akhirnya finis T8. Satu-satunya prestasi sepuluh besar pada ajang PGA TOUR itu jelas menjadi pengalaman penting yang bakal mendorongnya untuk meraih kemenangan.

”Pekan tersebut adalah pekan yang sangat berarti buat saya. Mungkin itulah yang terbaik dari rangkaian permainan yang saya lakukan. Beberapa pukulan terbaik yang saya lakukan (terjadi di sana). Jadi, pengalaman itu sangat berarti buat saya, apalagi saat mengetahui ketika saya bermain di dekat permainan terbaik, saya bisa bersaing. Itulah hal terbaik yang bisa saya ambil dari pekan tersebut, mengingat saya bisa berada dalam posisi bersaing,” ujar Theegala, yang meraih kartu PGA TOUR usai mengikuti Korn Ferry Tour Finals tahun 2021 lalu.

Sementara itu, Juara AT&T Byron Nelson, Lee, harus mengalami kendala permainan di hole 3 par 5 dengan skor double bogey. Toh ia masih bisa mencatatkan birdie di hole 9, 11, dan 15 untuk mempertahankan persaingan untuk gelar PGA TOUR keduanya.

”Hari yang berat. Mendapat double bogey di par 5 membuatnya lebih berat. Saya merasa kecewa dan patah arang. Saya berusaha berpikir positif … saya berusaha bangkit dan tidak menyerah. Semangat itu membantu saya dan membawa sejumlah peluang bagus. Saya cukup puas dengan permainan saya,” tutur Lee, yang tahun lalu finis di belakang Koepka.

”Pimpinan klasemen berjarak lima stroke di depan saya, tapi kalau bisa fokus pada permainan sendiri, sesuatu (yang positif) bisa terjadi. Ini lapangan favorit saya, jadi saya akan berusaha sebaik mungkin.”