Justin De Los Santos berniat untuk melanjutkan permainan agresif setelah kembali membukukan skor solid pada putaran kedua ISPS HANDA Championship.

Pegolf asal Filipina Justin De Los Santos melanjutkan permainan solidnya. Pada putaran kedua ISPS HANDA Championship, pegolf berusia 26 tahun ini berhasil membukukan enam birdie dengan satu bogey untuk mengoleksi skor total 11-under 131. Performanya itu membawanya hanya berjarak satu stroke di belakang tujuh pemain tuan rumah.

De Los Santos menyebut PGM Ishioka Golf Club, yang menjadi tuan rumah gelaran ajang ketiga JGTO pekan ini memberi peluang bagi permainan agresif. Pendapatnya ini memang tidak salah. Pada putaran kedua itu sebagian besar pemain berhasil bermain di bawah 69, dengan beberapa di antaranya bahkan mampu membukukan skor 62.

”Saya ingin tetap bermain agresif karena skor-skor yang dibukukan bakal sangat rendah,” tutur De Los Santos, yang sebenarnya hampir saya menyamai skor 65 yang ia torehkan pada putaran pertama, kalau tidak karena bogey di hole 8 par 3.

”Kalau tidak main agresif dan membukukan banyak birdie, Anda bakal tertinggal jauh. Jadi, saya berniat untuk tetap agresif seperti yang sudah saya lakukan dalam dua hari terakhir dan membukukan banyak birdie. Kondisinya bagus dan (green-nya) agak empuk. Tidak sulit memukul ke green, bahkan kalau memukul bola dari rough. Putting saya juga sedang bagus. Semua itulah yang membantu saya berada di posisi saya sekarang.”

Meski tengah menikmati permainan terbaiknya sejauh ini, De Los Santos tidak ingin terlalu muluk. Ia sendiri mengaku bersyukur bisa bermain pekan ini, setelah harus merelakan dua turnamen perdana musim ini lantaran statusnya yang terbatas untuk bermain pada ajang JGTO.

”Dengan mengurangi 10gr beratnya, club ini menjadi lebih mudah untuk diayunkan dengan baik sehingga saya lebih bisa mengendalikannya. Itulah alasan performa bagus saya belakangan ini.” — Yuto Katsuragawa.

Sementara itu, Thanyakhon Khrongpha, juara ISPS HANDA Match Play 2018, menjadi salah satu pemain yang membukukan skor 62. Pegolf Thailand ini merangsek ke sepuluh besar, di posisi T9, dengan skor total 10-under berkat sebuah eagle dan tujuh birdie. Pemain lain yang juga menghuni posisi 9 adalah Juara Indonesia Open 2010 Michael Hendry yang membukukan lima birdie tanpa bogey.

Pimpinan klasemen hari pertama, Yuki Furukawa, masih berhasil mempertahankan posisinya setelah menorehkan skor 68. Meski masih berpeluang untuk mewujudkan gelar JGTO pertamanya, ia harus rela membagi posisi teratas dengan Yuto Katsuragawa, juara Kansai Open Golf Championship pekan lalu Kazuki Higa, Daijiro Izumida, Katsumasa Miyamoto, dan Rikuya Hoshino.

Furukawa bukan satu-satunya yang mengincar gelar perdana. Katsuragawa, yang sudah finis T2 pada SMBC Singapore Open dan finis sendirian di tempat kedua pada Token Homemate Cup juga mengincar kemenangan pertamanya. Ia menyebut bermain dengan iron yang lebih ringan menjadi salah satu kunci permainannya sejauh ini.

”Iron saya yang lama sedikit lebih berat buat saya sehingga saya mudah lelah karena mengayunkannya dan tidak bisa mengayun dengan baik,” tutur Katsuragawa. ”Dengan mengurangi 10gr beratnya, club ini menjadi lebih mudah untuk diayunkan dengan baik sehingga saya lebih bisa mengendalikannya. Itulah alasan performa bagus saya belakangan ini.”

Dengan cut off 5-under, sebanyak 75 pemain akan melanjutkan persaingan dalam 36 hole terakhir.