Dari Jonathan Wijono yang tersandung, Jonathan Hartono yang melejit, juara bertahan Yuvraj Singh Sandhu yang ingin kembali angkat trofi, inilah sejumlah hal penting dari hari ketiga BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024.
Jonathan Wijono masih memimpin lini profesional Indonesia menuju putaran final BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024. Namun, untuk pertama kalinya pada pekan ini ia menorehkan skor di atas par. Dua bogey dengan hanya satu birdie membuatnya kini memiliki skor total 6-under 210. Skor ini membuatnya tertinggal 11 stroke dari dari Vanchai Luangnitikul.
Kondisi ini membuat posisi Jonathan menjadi cukup menarik. Pertama, jarak yang cukup jauh membuat peluangnya untuk menciptakan kejutan mungkin tipis. Kedua, dengan jarak hanya dua stroke dari atlet Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) Peter Gunawan (70), persaingan untuk menjadi pegolf profesional terbaik Indonesia juga menjadi seru.
Pada akhir putaran kedua, Jonathan sempat menggarisbawahi pentingnya untuk bermain sabar di Damai Indah Golf BSD Course ini. Pernyataannya itu kembali terbukti ketika ia tak kunjung mendapatkan birdie. Meski berhasil menghindari bogey selama 11 hole, kartu skornya akhirnya harus dihias dengan skor di atas par itu di hole 11 dan 15.
Performa putting yang tidak setajam dua putaran sebelumnya, ketika ia mencatatkan enam dan empat birdie, masing-masing pada putaran pertama dan kedua, menempatkannya berada di posisi yang lebih sulit. ”Ini salah satu hari yang bisa terjadi di golf,” ujarnya.
Harapan itu tidak sepenuhnya sirna. Memasuki hole 18, pukulan tee yang solid membuatnya menyisakan jarak sekitar 185 meter menuju pin. Jarak tersebut bukan jarak pukul yang asing baginya. Alih-alih memaksakan dua pukulan ke green dan mengincar eagle, Jonathan memilih bermain konservatif.

”Posisi pin lumayan sulit, jadi saya tidak mau agresif. Apalagi posisinya berlawanan dengan arah angin, jadi saya memainkan 7-iron dan membidik ke tengah green. Sisanya tinggal dua putt,” jelasnya. ”Menurut saya, birdie itu memberi momentum untuk putaran final.
”(Pada putaran final nanti) saya akan tetap konservatif, tapi pada saat yang sama main agresif, tetap fokus pada renana permainan yang sudah dibuat dan memasukkan beberapa putt.”
Kejutan justru terjadi dari lini amatir. Atlet amatir CGF Jonathan Xavier Hartono kembali memperbaiki permainannya. Setelah pada hari kedua bermain satu stroke lebih baik daripada putaran pertama, kali ini ia bermain satu stroke lebih baik lagi daripada putaran kedua.
”Di sembilan hole pertama saya hanya bisa mendapatkan satu par,” ujarnya sambil tersenyum. Sisanya berupa lima birdie dan tiga bogey. Ia menuntaskan permainan hari ketiga dengan tambahan dua birdie lagi sehingga memulai putaran final dari posisi T10.
Persaingan di lini amatir memang tidak seseru di lini profesional. Namun, tren permainan pegolf yang akrab disapa Jojo ini memberi peluang baginya untuk melewati rekor Naraajie Emerald Ramadhan Putra tatkala finis T9 dengan skor total 12-under 276 pada edisi 2019. Melampaui rekor ini jelas akan menjadi tantangan tersendiri baginya.

”Saya ingin meninggalkan kesan bahwa pegolf amatir di Indonesia bisa bermain dengan baik pada turnamen selevel Asian Development Tour ini,” tandas Jojo.
Sementara itu, Vanchai Luangnitikul kini berada di puncak klasemen sendirian. Ia bermain satu stroke lebih baik daripada Matthew Cheung asal Hong Kong, yang sama-sama memulai putaran ketiga dari puncak klasemen. Peraih medali emas Youth Olympics 2018 ini bermain 1-under di sembilan hole pertamanya, namun sukses menorehkan 5-under di sembilan hole terakhir, setelah kembali meraih eagle di hole 18.
Permainan Cheung juga tidaklah buruk. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut ia bermain tanpa bogey dengan lima birdie sehingga harus rela turun dari posisi teratas setelah pada dua putaran pertama menjadi salah satu pemimpin klasemen.
Adapun pegolf China Taipei, Liu Yung-hua ikut meramaikan persaingan berkat skor terendah hari ketiga, 8-under 64. Sementara salah satu pimpinan klasemen hari pertama Ekpharit Wu (67) asal Thailand turut menempati posisi ketiga dengan skor total 15-under.
Dengan juara bertahan Yuvraj Singh Sandhu, yang meramaikan persaingan berkat skor 65, dan rekan senegaranya asal India Khalin Josi (66) di peringkat kelima, persaingan pada hari terakhir ini dipastikan berlangsung menarik. Tinggal menanti siapa yang bisa bermain lebih baik dan siapa pula yang akan tersandung.


