Putri Aisyah Amani menatap Simone Asia Pacific Cup yang dimulai besok (18/8) dengan bekal debut profesionalnya di Thailand.

Putri Aisyah Amani bakal memulai Simone Asia Pacific Cup di Pondok Indah Golf Course, yang mulai bergulir Kamis (18/8) besok, dengan memanfaatkan pengalamannya berkompetisi di Thailand.

Pegolf yang resmi beralih profesional pada tahun 2020 ini sempat menekuni karier sebagai pelatih golf. Memanfaatkan euforia kebangkitan olahraga golf semasa pandemi, ia banyak berkarya dan membantu para pegolf pemula dan junior untuk menikmati olahraga ini.

Akan tetapi, dengan sejumlah prestasi semasa amatir yang sempat ia ukir, termasuk beberapa kali tampil sebagai pemain amatir terbaik saat Indonesian Golf Tour masih bergulir, hasratnya untuk menjadi pegolf Tour profesional itu kembali membara.

”Beberapa orang mungkin bertanya, kenapa saya akhirnya mau kembali bertanding? Saya selalu bilang karena memang inilah yang saya mau,” ujarnya.

Berada di lingkungan golf jelas membuat Putri lebih mudah untuk mencari orang-orang yang bisa membantunya mengubah pola pikir dari seorang pelatih untuk menjadi pegolf Tour profesional. Ia juga memanfaatkan sejumlah dokumentasi lama ketika masih aktif bertanding sebagai pemain amatir.

”Awalnya, saya sempat merasa tegang karena menjadi wakil tuan rumah. Namun, pengalaman bermain di Thailand itu cukup mengubah pola pikir saya untuk pekan ini.” — Putri Aisyah Amani.

”Hal pertama yang saya lakukan adalah melihat foto zaman dulu ketika masih sering bertanding. Bukan mau nostalgia, melainkan saya ingin mengatur ulang pola pikir dan perasaan saya ketika masih bertanding dulu,” ujarnya. ”Selain itu, saya juga mengobrol dengan beberapa orang, termasuk yang mengikuti Tour.”

Dukungan beberapa pihak juga memungkinkannya untuk menjajal kompetisi di luar negeri. Pada awal Agustus, ia menyeberang ke Thailand untuk mengikuti turnamen di sana.

Kembali berkompetisi dan melakoninya dalam status profesional jelas tidak mudah. Apalagi panggung yang ia pilih juga terkenal memiliki segudang atlet berkualitas. Itu pula yang ia rasakan ketika bertanding di Thailand. Akan tetapi, Putri justru merasa makin bersemangat setelah kembali melakoni aktivitas turnamen.

”Saya senang sekali bisa kembali bertanding di luar negeri. Terakhir saya bermain di luar negeri itu tujuh tahun lalu, juga di Thailand. Dulu pergi ke sana bersama tim, sekarang harus sendiri dan mengurus semuanya sendirian,” tuturnya.

”Di sana saya bertanding bersama 95 pegolf profesional Thailand, semuanya wanita. Deg-degan, bersemangat, gugup, tapi juga senang.”

Ia menambahkan pengalaman tersebut terbukti menjadi modal penting ketika akan melakoni putaran pertama Simone Asia Pacific Cup.

 

Putri Aisyah Amani, Simone Asia Pacific Cup.
Putri Aisyah Amani mematok target bermain lebih bagus daripada pengalamannya berkompetisi di Thailand. Foto: fotogolf.id.

 

”Awalnya, saya sempat merasa tegang karena menjadi wakil tuan rumah. Namun, setelah bermain ke Thailand, pengalaman di sana membuat minggu ini saya bisa agak santai. Saya mulai berpikir kalau ini adalah olahraga golf, tinggal memainkan permainan saya saja. Jadi, pengalaman ke Thailand itu cukup mengubah pola pikir saya untuk pekan ini.”

Sebagai satu dari hanya tujuh pegolf wanita yang berstatus profesional di Indonesia—enam nama lainnya ialah Tatiana Wijaya, Dea Mahendra, Ika Woro Palupi, Ida Ayu Indira Melati Putri, Marcella Pranovia, dan Agnes Retno Sudjasmin—Putri jelas sangat bersemangat menyambut Simone Asia Pacific Cup ini.

Baginya ajang yang dimotori oleh Asia Golf Leaders Forum, dan menjadi bagian dari Ladies Asian Tour Series ini memberi kehidupa baru bagi para pegolf profesional wanita di Indonesia. Apalagi setelah Ladies Indonesia Open tak lagi digelar, para pegolf wanita di Indonesia hanya bisa bergabung dengan kaum pria hanya untuk mendapatkan atmosfer kompetisi.

”Simone Asia Pacific Cup ini seperti sebuah kehidupan baru bagi kami, seperti sebuah start aawal. Apalagi sekarang pegolf profesional wanita mulai bertambah, meski jumlahnya masih jauh daripada negara-negara tetangga, tapi sudah mulai ada. Selain itu, para pemain amatirnya juga banyak dan kualitas mereka juga bagus-bagus. Jadi, harapannya ada semakin banyak pegolf wanita yang muncul, makin banyak yang mau beralih profesional, dan makin banyak juga turnamen wanita di Indonesia,” tandasnya.

Selain Putri, Indonesia akan diwakili juga oleh Tatiana, Dea, Ida Ayu, serta dua pegolf amatir Patricia Sinolungan dan Kristina Natalia Yoko. Putri akan berpasangan dengan Dea dan memulai putaran pertama dari hole 10 pada pukul 08:00 WIB. Adapun Tatiana yang berduet dengan Ida Ayu akan mengawali Simone Asia Pacific Cup dari hole 1, mulai pukul 07:00 WIB. Sedang kedua atlet amatir Indonesia juga mulai bertanding pukul 07:00 WIB dari hole 10.