Dari nyaris absen, Rayhan Abdul Latief berpeluang menjuarai Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship.

Rayhan Abdul Latief mengalami salah satu titik terendah dari permainan golfnya pada tahun 2023 ini ketika tampil pada ajang BNI Indonesian Masters presented by Tunas Niaga Energi pada bulan November lalu. Bermain di salah satu lapangan yang sudah ia kenal, langkah remaja berusia 17 tahun ini terhenti setelah bermain dalam dua putaran. Skor 88 pada putaran kedua saat itu menjadi skor terbesar yang pernah ia catatkan sepanjang kompetisi musim 2023.

Tidaklah mengherankan jika kemudian ia memutuskan untuk tidak menyentuh club-nya selama beberapa waktu.

”Saya sempat mengobrol dengan Jojo (Jonathan Xavier Hartono) setelah Indonesian Masters itu dan ia menyarankan supaya saya rehat sejenak,” ujar Rayhan.

Ia malah sempat ragu untuk mengikuti Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship yang berlangsung sejak kemarin (12/12). Keputusannya untuk kembali berkompetisi tampaknya terbukti tepat. Ia bahkan menjalani latihan yang intensif, yang terbukti menjadi bekal berharga untuk tampil sebagai pemuncak klasemen pada akhir putaran kedua tadi.

”Awalnya memang ragu untuk ikut ajang ini, tapi setelah diskusi dengan orang-orang terdekat, saya disarankan untuk ikut dan have fun saja.”

”Awalnya memang ragu untuk ikut ajang ini, tapi setelah diskusi dengan orang-orang terdekat, saya disarankan untuk ikut dan have fun saja,” jelasnya.

”Memang ada beberapa aspek yang saya ubah dengan pelatih, dan saya juga berusaha memaksimalkan diri saya dari segi teknik dan juga fisik. Malah sampai pada satu titik saya benar-benar menggenjot latihan fisik dengan mengombinasikan joging sejauh 3 km dan lari cepat 100 m x 8. Setelah itu kapasitas napas bertambah, pemulihan tubuh juga terasa lebih baik.”

Meskipun permainannya pada putaran kedua tadi terlihat mengalami kesulitan, ia masih menunjukkan sejumlah kualitas yang membuatnya layak menjadi pegolf peringkat dunia tertinggi yang mengikuti ajang tahunan ini. Sempat bermain 3-under dengan tiga birdie di sembilan hole pertamanya, Rayhan justru harus kehilangan empat stroke di sembilan hole terakhirnya. Beruntung ia kemudian berhasil mencatatkan birdie di hole terakhirnya, di hole 9 par 5—ia memulai putaran keduanya dari hole 10 di Pondok Indah Golf Course—sehingga ia bisa kembali bermain under.

”Permainan iron hari ini agak kurang, tapi wedge saya hari ini sedang bagus. Kemarin saya bermain lebih konservatif, namun permainan wedge saya justru tidak bagus. Tadi sebenarnya pukulan tee saya di hole 8 bisa langsung sampai ke green, namun justru melakukan tiga putt.Pukulan approach saya hari ini juga tidak begitu buruk, sayangnya begitu hendak putting dan bola sampai di green, rasanya jadi sulit untuk membaca jalurnya,” ujarnya lagi.

Meski hanya bisa menorehkan skor 71 dan skor total 6-under 138, Rayhan masih mempertahankan posisi teratas dengan Benjamin Kivelhan (75) masih menjadi pesaing terdekatnya dengan skor total 146. Dengan modal keunggulan delapan stroke, Rayhan berpeluang meraih kemenangan perdananya pada ajang ini, sekaligus gelar keempat sepanjang 2023. Meski demikian, Rayhan menegaskan, ”Tidak ada yang tahu bagaimana hasilnya besok.”

 

Elaine Widjaja, Round 2 PIIJGC 2023.
Elaine Widjaja tampil lebih baik daripada putaran pertama, menorehkan empat birdie dan tanpa bogey untuk memperbesar peluang kemenangan. Foto: Yongki Hermawan.

 

Sementara itu, Elaine Widjaja berhasil tampil lebih baik daripada putaran pertama. Selain bermain tanpa bogey, pegolf yang bersama Rayhan juga menjadi atlet Ciputra Golfpreneur Foundation ini menorehkan empat birdie sehingga kini mengoleksi skor total 5-under 139.

Dengan keunggulan enam stroke dari Gemilau Joanne Kurnia (73), Elaine kini membuka peluang untuk meraih kemenangan keduanya di Pondok Indah Golf Course setelah awal Juli 2023 lalu menjuarai ajang Medco Pondok Indah Amateur Golf Championship.

Dari kelompok Boys B, Asyrafa Danish Suryanto mencatatkan skor 147, unggul tiga stroke dari Theodore Pradjoto Citoputra Tan. Adapun dari kelompok Girls B Maureen Shavelle Yose akan memulai putaran final besok dengan keunggulan 11 stroke atas Malika Naraya Sarwahita.

Hari ini menjadi putaran final bagi kelompok Boys C dan Girls C. Pegolf Thailand Piyangkul Tiatasih berhasil menjadi pegolf terbaik Boys C setelah kembali bermain even par 144 dan mengungguli rekan senegaranya Thanudham Saeheng, yang berbagi tempat kedua dengan junior Indonesia Fadhlan Azzam Atmajah, yang menorehkan skor total 8-over 152.

Adapun Jennifer Quinn Effendi memenangkan kelompok Girls C setelah mencatatkan skor total 164 (86-78), dua stroke lebih baik daripada Calista Allegra Dewantara.