Randy Arbenata Mohamad Bintang masih menjaga peluang bersaing menuju hari Minggu (6/10) yang panjang pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship.

Randy Arbenata Mohamad Bintang akhirnya hanya bisa memainkan empat hole pada putaran ketiga ajang Asia-Pacific Amateur Championship, yang berlangsung di Taiheiyo Club Gotemba tadi (5/10) ini. Pegolf Indonesia berusia 20 tahun ini terpaksa meninggalkan lapangan dengan catatan 1-over sehingga menjadi salah satu dari empat pegolf yang menghuni peringkat keempat.

Adapun momentum wakil Indonesia lainnya, Rayhan Abdul Latief, terpaksa terhenti setelah ia mencatatkan birdie keduanya di hole 15. Wasit Kepala Kim Jinwoo akhirnya membunyikan sirene tanda putaran ketiga dihentikan pada pukul 17:05 untuk dilanjutkan lagi pada Minggu pagi.

Randy menjadi salah satu peserta yang terpaksa memulai putaran keduanya pada hari Sabtu tadi. Dalam 18 hole keduanya di lapangan yang baru pekan ini ia mainkan, pegolf berusia 20 tahun ini kembali bermain apik. Meski diguyur hujan yang cukup deras, pegolf yang turut menyumbangkan medali perunggu dalam nomor mixed-foursome pada ajang PON XXI Aceh-Sumut dua pekan silam ini, ia masih sanggup menciptakan empat birdie dengan tiga bogey sehingga mempertahankan posisi di jajaran atas.

Putaran ketiga, yang baru bisa dimulai pukul 14:00 waktu setempat atau pukul 13:00 WIB jelas memberi rentang waktu yang tidak maksimal bagi 63 peserta tersisa untuk sepenuhnya menuntaskan 18 hole ketiga mereka.

Rayhan, yang memulai putaran ketiganya lebih awal, yaitu pada pukul 15:28 waktu setempat, atau pukul 14:28 WIB, hanya bisa menuntaskan enam hole. Dalam enam hole ini, ia sempat mendapat bogey di hole 11, namun langsung bangkit dan menciptakan birdie di hole 12, serta menambah satu birdie lagi di hole 15, sebelum sirene berbunyi dan membuat pertandingan terpaksa dihentikan.

 

Randy Arbenata Mohamad Bintang 2, Round 3 Asia-Pacific Amateur Championship 2024.
Meski berpeluang menciptakan sejarah, Randy Arbenata Mohamad Bintang menghadapi maraton 32 hole pada putaran final Minggu (6/10). Foto: 2024 AAC/David Paul Morris.

 

Randy, yang bermain sekitar 11 menit setelah Rayhan, bermain bersama pemuncak klasemen sementara asal Jepang Rintaro Nakano dan pegolf China Ding Wenyi. Ia sempat menjaga kartu skornya dengan baik di dua hole pertama, namun terpaksa mendapat bogey di hole 3 sehingga skor totalnya kembali ke 5-under. Ketika pertandingan terpaksa dihentikan, ia baru melangkah ke hole 5.

Dengan skor total 5-under, peluang Randy untuk memperbaiki catatan George Gandranata, yang selama 12 tahun bertahan, jelas masih terbuka. Terutama mengingat ia masih harus memainkan 14 hole putaran kedua, dengan 18 hole putaran final. Untuk sementara, Randy berada di posisi T4, satu stroke di belakang Ding dan pegolf Malaysia Rizq Adam Rohizam, serta dua stroke di belakang Nakano.

Adapun Rayhan masih harus menuntaskan 12 hole putaran ketiga dan akan melanjutkan perjuangannya dari peringkat T35.

Mengingat kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat, bukan tidak mungkin edisi ke-15 kali ini akan ditentukan dalam 54 hole. Apabila hal tersebut terjadi, edisi ini akan menjadi kejuaraan yang kedua kalinya yang harus ditentukan dalam 54 hole. Sebelumnya, keputusan serupa pernah terjadi pada tahun 2015.

George mencatatkan hasil terbaik yang pernah dicatatkan oleh seorang pegolf Indonesia ketika ia finis di posisi T17 pada tahun 2011. Dalam empat putaran yang ia mainkan di Singapore Island Country Club itu, ia mencatatkan skor 71-70-77-67 untuk skor total 3-under, atau 15 stroke di belakang Hideki Matsuyama.

Adapun Tirto Tamardi meraih prestasi terbaik kedua ketika pada tahun 2015 ia finis di posisi T15. Pada saat itu, Tirto menorehkan skor 69-68-72 untuk skor total 1-under.