Justin Shin menikmati pekan yang sempurna dengan meraih kemenangan pada ajang pamungkas PGA TOUR Series-China, Macau Championship.
Pekan ini menjadi pekan sempurna bagi Justin Shin. Kemenangan yang ia raih di Caesar’s Golf Club Macau pada hari ini (13/10) merupakan kemenangan yang sempurna baginya setelah tak tergeserkan dari puncak klasemen sejak hari pertama. Skor 3-under 68 pada putaran final memberinya gelar pertama sejak 2015, dengan kemenangan dengan skor total 25-under 259.
Dua putaran pertama yang luar biasa, 63-62, bisa dibilang sangat membantu upayanya untuk kembali menang. Skor 66 pada hari ketiga memberinya keunggulan enam stroke dari Dou “Marty” Zecheng, pegolf tuan rumah yang kini bermain pada kancah Korn Ferry Tour. Dan sepanjang 18 hole terakhir ini, pegolf berdarah Korea ini berhasil menorehkan tiga birdie dan tanpa bogey untuk memastikan kemenangan.
Dou, yang menjuarai Order of Merit 2016 dan telah mengoleksi dua gelar Korn Ferry Tour, sama sekali tidak bisa mengejar raihan Shin. Meskipun ia sendiri juga menampilkan permainan yang sangat baik, mencatatkan tujuh birdie dengan satu bogey, skor total yang ia raih, 22-under 262 hanya cukup menempatkannya sendirian finis di tempat kedua.
“Saya sangat ingin meraih kemenangan kedua di China. Satu kemenangan saya raih tahun 2015, dan saya sangat ingin menang lagi, hanya saja impian itu baru terwujud sekarang,” tutur Shin.

Shin sempat bermain penuh pada Korn Ferry Tour pada tahun 2017 lalu, tapi permainannya kemudian mengalami kesulitan. Sepanjang musim ini, ia bahkan harus terancam kehilangan kartu PGA TOUR Series-China untuk musim 2020. Ia memulai pekan ini dengan berada di posisi 67 Order of Merit.
Keputusannya mengganti putter pada bulan lalu menjadi titik balik baginya. Ia mulai mencatatkan hasil positif bermain pada Korean Tour, yang sekaligus meningkatkan percaya dirinya.
Hal itulah yang terpancar dari permainannya sepanjang putaran final ini. Ia terlihat sangat tenang, meskipun Dou berusaha memberinya tekanan.
“Saya tahu saya mesti main agresif karena Dou bisa mendapat banyak birdie, dan itulah yang ia lakukan. Di sembilan hole pertama saja dia sudah main 3-under dan mulai mengejar,” ujar Shin.

“Saya juga merasa kesulitan untuk mendapat birdie dan merasakan tekanan karena tahu Dou bisa melakukan banyak hal. Untunglah putting saya dari jarak jauh di hole 12 itu masuk dan membantu saya untuk meraih kemenangan.”
Dou sendiri sadar bahwa satu-satunya peluang untuk bisa menang pekan ini ialah jika Shin melakukan banyak kesalahan, sesuatu yanga pada akhirnya tidak pernah terjadi. Meski demikian, ia mengaku puas dengan permainannya untuk bisa finis di tempat kedua.
“Pekan yang luar biasa. Saya tahu bakal sulit mengejar Shin, dan dia kembali main dengan bagus hari ini,” ujar Dou. “Saya puas dengan permainan saya dan saya senang kembali ke China. Senang rasanya bisa pulang, dan saya harus kembali berlatih agar bisa siap untuk World Golf Championships-HSBC Champions.”
Bagi Shin, kemenangan ini sekaligus membuatnya berhasil mempertahankan kartu untuk musim depan. Hadiah uang senilai RMB378.000 pada pekan ini melambungkan posisinya pada Order of Merit ke peringkat 11.


