Tim Indonesia menyisakan 18 hole terakhir untuk menampilkan permainan terbaik mereka pada ajang Queen Sirikit Cup ke-42.
Perjuangan ketiga wakil Indonesia pada ajang Queen Sirikit Cup ke-42 hari ini menuai hasil beragam. Meski memiliki sejumlah catatan positif, upaya mereka masih belum membawa Tim Indonesia untuk memperbaiki peringkat pada kejuaraan yang diikuti oleh 13 negara ini.
Pada putaran ketiga tadi, pencapaian terbaik kembali diraih oleh pegolf asal Jawa Tengah, Elaine Widjaja. Bermain dari hole 10, Elaine sempat berpeluang untuk setidaknya menembus 30 besar setelah bermain 1-over hingga menuju hole terakhirnya di hole 9 par 4.
Elaine kembali menorehkan skor 2-over di hole 10-18—untuk ketiga kalinya sepanjang pekan kejuaraan ini—dan meraih birdie di hole 7. Sayangnya, di hole 9 itu ia harus mendapat triple bogey sehingga harus puas mengakhiri putaran ketiga dengan skor 76.
Bagi Elaine, skor 4-over 76 ini menjadi skor terbaik yang ia torehkan pada pekan ini. Dengan skor total 233, ia kini menghuni peringkat 31.

Wakil Indonesia lainnya, Rayi Geulis Zullandari, berada satu stroke di belakang Elaine dengan catatan skor 234. Pada putaran ketiga tadi, Rayi berhasil menghindari double bogey, namun sayangnya ia juga tak berhasil menuai satu birdie pun.
Setelah bogey ketiga, yang ia dapatkan di hole 13, permainan Rayi mulai membaik. Ia tampaknya bakal memperbaiki catatan skor 75 yang ia bukukan kemarin (25/5). Namun, setelah bermain even par di enam hole berikutnya, ia harus menuntaskan sembilan hole terakhirnya itu dengan catatan 4-over dan mengakhiri permainannya hari ini dengan skor 79.
Permainan Elaine dan Rayi hari ini masih lebih baik daripada Bianca Naomi Amina Laksono. Pegolf berusia 17 tahun ini harus kembali membukukan skor di atas 80. Meskipun berhasil mendapat dua bogey, di hole 18 dan hole 2, Bianca harus mencatatkan tujuh bogey dengan triple bogey di hole 11 dan double bogey di hole 15. Dengan skor total 236, Bianca harus memulai putaran final besok (27/5) dari peringkat T33.
”Kondisi fisik ketiga atlet ini sangat terforsir. Mereka harus bermain dengan membawa bag sendiri dan harus menaklukkan lapangan yang cukup panjang. Belum lagi kondisi cuaca yang panas dan hujan. Pada putaran kedua kemarin pertandingan sampai harus ditunda selama tiga jam,” ujar Alga Topan, yang mendampingi ketiga pemain remaja ini.

”Untuk saat ini mereka belum bisa bermain under karena kemampuan teknik mereka, seperti jarak pukul dan akurasi pukulan, masih harus ditingkatkan untuk bisa menaklukkan lapangan, seperti di Laguna National ini.”
Meskipun peluang untuk setidaknya finis di papan tengah bakal berat, ketiga pemain Indonesia ini berniat untuk menampilkan permainan terbaiknya masing-masing pada putaran final besok. Itu sebabnya, mereka juga langsung kembali berlatih seusai putaran ketiga tadi.
”Pada putaran final besok, kami berfokus untuk mencetak skor terbaik agar bisa memperbaiki posisi Tim Indonesia,” tandas Alga.
Tim Indonesia saat ini memang berada di peringkat 12 setelah membukukan skor total 462. Catatan ini hanya terpaut satu stroke dari Filipina di peringkat 11, dan sepuluh stroke di belakang Hong Kong yang menghuni peringkat 10. Apabila Elaine, Rayi, dan Bianca dapat menampilkan permainan terbaiknya, Indonesia jelas masih berpeluang untuk setidaknya menembus sepuluh besar.


