Jajaran pegolf terbaik Asia siap meramaikan ajang JLPGA Championship Konica Minolta Cup.

Persaingan di antara pegolf papan atas Asia akan berlangsung pada ajang Japan LPGA Championship Konica Minolta cup pekan ini, sekaligus menjanjikan aksi terbaik dari para pegolf terbaik Asia.

Kejuaraan yang menyediakan total hadiah sebesar ¥200 juta (sekitar Rp20,708 milyar) ini merupakan penyelenggaraan ke-56 dan akan memanfaatkan latar yang indah di Passage Kinkai Island Golf Club, yang dimainkan sepanjang 6.498 meter. Lapangan ini merupakan lapangan berkarakter links, lantaran berada di pesisir Teluk Omura, di Prefektur Nagasaki.

Kejuaraan yang juga dikenal sebagai JLPGA Championship ini pertama kali digelar tahun 1968 dan, bersama Japan Women’s Open, terus merayakan warisan dari golf wanita di Jepang. JLPGA sendiri kian menjadi destinasi dari para pegolf wanita di seluruh Asia sejak 2017 sehingga turnamen pekan ini tak hanya menjadi ajang kompetisi di antara para pegolf Jepang, tapi juga berbagai pegolf terkemuka Asia sehingga layak disebut sebagai ”Duel Para Pemain Terbaik Asia”.

Status itu kian diperkuat oleh dukungan dan perhatian yang kian luas. Untuk pertama kalinya pula ajang ini disiarkan langsung di enam negara. SPOTV menyiarkan untuk Korea, sementara Astro menayangkannya bagi penggemar di Malaysia; Golf Channel China memegang hak tayang di China, sedangkan Workpoint dan MOMO TV, masing-masing menayangkan untuk masyarakat di Thailand dan Taiwan. Adapun bagi para penggemar golf di Indonesia, TVRI telah menayangkan JLPGA sejak tahun ini.

Pegolf Korea Lee Jihee dan Shin Jiyai, masing-masing menjuarai ajang ini tahun 2017 dan 2018, memimpin kubu internasional, yang di antaranya diwakili oleh para pegolf China dan China Taipei. Keduanya merupakan pegolf veteran JLPGA dan menjadi salah satu pesaing non-Jepang. Lee telah mengoleksi 28 kemenangan, sedangkan Shin memenangkan 23 gelar. Koleksi kemenangan itu bahkan membuat Shin (sekitar Rp135,265 milyar) dan Lee (sekitar Rp129,636 milyar) menjadi peraih hadiah uang terbanyak di peringkat kedua dan keempat.

Shin, yang kini berstatus No.19 Dunia menjadi sorotan lantaran kini ia hendak memperkukuh posisinya di klasemen Mercedes Ranking, perlombaan poin sepanjang musim pada JLPGA. Dua kemenangan dan enam kali masuk lima besar pada musim ini membuatnya memimpin dengan raihan 2.258,17 poin. Miyuu Yamashita menjadi pesaing terdekatnya dengan empat kemenangan pada musim ini plus 2.059,19 poin.

”Saya dengar banyak pemain Korea dan penggemar yang ingin menyaksikan lebih banyak turnamen JLPGA. Pekan ini akan menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk hal itu.” — Shin Jiyai.

Shin memuji sistem JLPGA yang memadukan kompetisi lokalnya dan hasil dari kejuaraan Major LPGA. Pencapaian yang membuatnya kini berada di posisi teratas tak lepas dari sejumlah penampilan solidnya pada ajang Major di luar negeri. Baginya, hal ini sangat penting, lantaran ia sempat absen dua bulan sejak bulan Juni.

Finis T2 pada U.S. Women’s Open dan berada di posisi ke-3 pada AIG Women’s Open membantunya melampaui koleksi poin milik Yamashita.

”Sebenarnya, saya malah tidak sadar akan sistem poin di sini. Ketika banyak yang menyebutkan kalau saya ada di posisi teratas, saya merasa kaget,” aku Shin. ”Saat ini Korean LPGA tengah mengalami peningkatan signifikan. Dengan ekspansi sedemikian, upaya untuk mengejar gelar-gelar prestisius kian mendapat momentum. Akibatnya, banyak pemain peringkat teratas yang gelisah untuk mengikuti ajang Major karena hasil yang mereka capai di sana tidak berdampak di posisi Tour domestik.

”Meskipun beberapa orang menganggap fokus pada KLPGA penting, pengalaman saya di Jepang telah diperkaya oleh dukungan yang meluas dari JLPGA, khususnya dalam hal poin dan partisipasi turnamen. Pendekatan di Jepang sangat membantu, dan saya benar-benar menghargainya. Sorotan dari media di Korea akan kedinamisan ini menegaskan signifikansinya. Saya berharap hal ini memotivasi rekan-rekan muda saya di Korea.”

Ia juga turut memuji kerja sama yang dilakukan JLPGA untuk memungkinkan turnamen-turnamen di Jepang bisa ditayangkan di luar negeri.

”Saya dengar banyak pemain Korea dan penggemar yang ingin menyaksikan lebih banyak turnamen JLPGA. Pekan ini akan menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk hal itu. Namun, saya mesti tampil sebaik mungkin untuk menambah semangat menyaksikan turnamen ini,” tegasnya.

”Meskipun ini lapangan yang berbeda, saya akan berusaha untuk tidak membebani diri sendiri dan menjalani pekan ini dengan perspektif baru.” — Haruka Kawasaki.

Lee turut menegaskan pendapat rekannya itu. ”Dengan siaran langsung tersedia di Korea, keluarga dan pendukung saya bisa menonton saya secara langsung di televisi. Hal ini mendorong saya untuk lebih berusaha bermain semaksimal mungkin,” tegas Lee.

Pegolf Asia lainnya yang bakal tampil termasuk Tsai Pei-ying dari China Taipei, Yuting Seki dari China, dan Lee Minyoung dari Korea. Kemenangan pada pekan ini akan memberi hadiah sebesar ¥36 juta atau sekitar Rp3,740 milyar, plus 350 poin pada Rolex Women’s World Golf Ranking.

Sang juara bertahan Haruka Kawasaki dan Yamashita juga menjadi pesaing terkuat dari dalam negeri.

”Tahun lalu saya mengalami kemenangan yang sulit dipercaya dan sekarang sudah setahun berlalu. Waktu cepat berlalu,” ujar Kawasaki. Kemenangannya di Joyo Country Club kala itu menjadikannya sebagai pegolf termuda yang memenangkan turnamen besar di Jepang.

”Meskipun ini lapangan yang berbeda, saya akan berusaha untuk tidak membebani diri sendiri dan menjalani pekan ini dengan perspektif baru. Setelah kemenangan tahun lalu, saya punya kesempatan untuk bermain dalam tiap turnamen, dan keadaan di sekitar saya berubah drastis. Waktu itu saya terlalu membebani diri sendiri, sekarang saya ingin main lebih rileks.”

Nama Kokoro Sakurai juga layak menjadi sorotan pekan ini. Pemain debutan JLPGA ini baru saja memenangkan gelar JLPGA ketiganya musim ini lewat kemenangannya pada Golf 5 Ladies pekan lalu. Sedangkan pemegang 18 gelar JLPGA Ai Suzuki berniat meraih kemenangan ketiganya pada kejuaraan yang ia menangkan tahun 2014 dan 2016 ini.