Dua birdie di dua hole terakhir menempatkan C.T. Pan di puncak klasemen ajang RBC Canadian Open sekaligus memberinya peluang mewujudkan gelar PGA TOUR keduanya.

Empat tahun setelah mewujudkan gelar PGA TOUR pertamanya pada tahun 2019, pegolf China Taipei C.T. Pan kini berpeluang mewujudkan gelar keduanya lewat ajang RBC Canadian Open. Dua birdie di hole 17 dan 18 menjadi penentu yang memberinya keunggulan dua stroke dari juara bertahan Rory McIlroy (66), Tommy Fleetwood (64), Justin Rose (66), Mark Hubbard (66) Harry Higgs (67), dan ANdrew Novak (67).

Kedua birdie yang ia raih di Oakdale Golf and Country Club, di Toronto tersebut turut memberi skor 6-under 66 yang kedua bagi Pan untuk menempati puncak klasemen menuju putaran final pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$9 juta ini.

Pan, yang tengah berjuang mewujudkan kemenangan pertamanya sejak menjuarai RBC Heritage 2019, jelas patut merasa berbangga dengan penamplannya sejauh ini. Sempat berjuang sekitar lima bulan menghadapi cedera pergelangan tangan, kini ia berada di posisi yang ideal untuk sekali lagi menegaskan alasan mengapa ia layak menjadi salah satu pegolf papan atas dunia.

”Sungguh luar biasa. Pasti selalu terasa keren melihat nama saya berada di papan klasemen. Tidak hanya di papan klasemen, tapi juga bersaing (memperebutkan gelar),” tutur pan. ”Itulah yang ingin saya lakukan sebelum turnamen ini dimulai. Finis dengan birdie-birdie. Kedua birdie itu menempatkan saya di posisi yang bagus, tapi saya masih harus berjuang lagi.”

Dengan hadiah utama sebesar US$1,62 juta dan 500 poin FedExCup yang dipertaruhkan hari Minggu ini, pegolf yang kini berperingkat 144 pada klasemen FedExCup ini sadar bahwa ia harus berjuang keras untuk bisa mengalahkan pemain sekaliber McIlroy. Dan permainannya pada hari Sabtu (10/6) kemarin menegaskan bahwa ia punya bekal berharga untuk bisa melakukan hal tersebut.

 

 

Ia mendapatkan tujuh birdie, termasuk dua birdie dari jarak 5,4 meter di hole 1 dan 10. Setelah birdie keenamnya dari jarak 3 meter di hole 17, Pan menutup putaran ketiganya dengan melakukan up-and-down di hole 18 untuk birdie ketujuhnya hari itu.

”Saya bermain dengan baik dalam tiga putaran. Jadi, dari sisi manajemen lapangan, saya tidak akan melakukan banyak perubahan. Namun, Anda masih harus bermain agresif karena ada banyak rough di lapangan ini, tapi jika memukul ke fairway, Anda akan bisa memainkan short iron ke green dan Anda juga mesti menciptakan banyak peluang birdie,” tutur peraih medali perunggu pada Olimpiade Tokyo 2020 ini.

”Saya tidak akan kaget kalau ada yang bermain 8-under atau 9-under karena para pemain PGA TOUR memang sangat tangguh!”

Salah satu faktor yang turut membantunya bermain dengan baik pekan ini jelas kenangan indah yang ia ciptakan di Kanada. Ia sempat menjuarai dua gelar PGA TOUR Canada sebelum kariernya melambung.

”Saya ingat kemeangan kedua saya (pada PGA TOUR Canada). Kalau tak salah saya membuat birdie di lima hole terakhir untuk mengikuti play-off. Dan saya mendapat birdie di dua hole pertama play-off untuk bisa menang. Sangat keren rasanya, saya akan selalu mengingat hole yang memberi saya birdie pertama. Saya ingatkan diri sendiri kalau saya butuh keajaiban lagi untuk mewujudkan hal serupa dan itulah yang kemudian terjadi,” jelas Pan lagi.

 

 

Sementara itu, pimpinan klasemen pada putaran kedua Carl Yuan asal China harus menerima fakta bahwa ia terlempar jauh dari jajaran atas. Skor 74 yang ia bukukan kemarin membuatnya harus berada di posisi T16 dengan skor total 209, seprti halnya pegolf Korea Kim Seonghyeon (72), Kang Sung (71), dan Noh Seungyul (74). Masing-masing pun kini berada di posisi T20, T33, dan T42

”Pukulan tee saya tidak lagi bagus,” keluh Yuan. ”Rough-nya juga cukup tebal, jadi saya tidak punya banyak kesempatan untuk menyerang ke green. Saya kesulitan. Ada beberapa kesalahan juga yang terjadi di fairway, jadi saya harus lebih memperhatikan permainan saya besok (hari ini). Saya menikmati atmosfernya, tidak lebih gugup daripada dua hari pertama, tapi saya merasa bersemangat. Saya mungkin tidak bermain dengan baik, tapi ini masih menjadi pengalaman yang bagus.”

McIlroy, yang mengawali pekan ini dengan skor 71, membuka peluang untuk meraih kemenangan ketiga secara beruntun pada ajang ini setelah bermain tanpa bogey dan mengemas enam birdie pada putaran ketiga kemarin. Juara FedExCup 2022 ini jelas berniat untuk menjadi pegolf pertama sejak Steve Stricker (John Deere Classic 2009-2011) yang bisa mewujudkan prestasi langka ini.

Jika bisa mewujudkan kemenangan, ia akan menjadi pegolf ke-10 yang bisa mewujudkan tiga kemenangan beruntun sejak Perang Dunia II.

”Saya tentu ingin memenangkan Canadian Open ini untuk ketiga kalinya. Saya belum pernah menjuarai sebuah turnamen sebanyak tiga kali berturut-turut. Rasanya kemenangan tahun lalu bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk beberapa hal lainnya. Namun, kali ini, tahun ini, jika bisa mewujudkan kemenangan, tentu sepenuhnya untuk diri saya,” tutur pemegang 24 gelar PGA TOUR ini.