Hari ini (18/12), ajang berskala internasional, Tabungan BRI Junio Pondok Indah International Junior Golf Championship mulai dipertandingkan. Sebanyak 170 pegolf junior dari 10 negara akan menguji kemampuan mereka dan berusaha menjadi yang terbaik pada ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-7 ini.

Ketua Panitia Andreas Tjahyadi mengungkapkan, selain Indonesia selaku tuan rumah, turnamen pekan ini juga diikuti oleh Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Hong Kong, China, China Taipei, Srilanka, dan Perancis. Sementara atlet junior Indonesia yang ikut berkompetisi berasal dari 11 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara.

Turnamen ini menjadi satu turnamen penting yang terwujud berkat kesadaran akan suatu urgensi di bidang olahraga golf, yang bersinergi dengan sponsor. Kolaborasi penyeleggara dan pihak Bank BRI pada pekan ini memang tak hanya bertujuan untuk sekadar memberi platform bagi para pegolf junior untuk menguji kemampuan dan bertanding dengan para pegolf dari negara lain. Meskipun prestasi juga merupakan sesuatu yang penting, turnamen junior seperti ini mengusung misi regenerasi untuk golf di Indonesia.

“Para pegolf senior itu lambat laun akan berkurang. Jadi, kami mendukung dan mengharapkan adanya para pegolf junior yang muncul dan bisa melangkah ke tingkat internasional,” tutur Dodi Muhammad Reza, yang hadir mewakili Bank BRI.

“Peserta turnamen ini ialah pegolf yang berusia 7-18 tahun. Maka semangat yang kami harapkan dari peserta turnamen ini adalah agar mereka bisa terus berlatih sebaik mungkin. Kami mendukung dan mengharapkan adanya pegolf junior yang nantinya bisa sampai ke tingkat internasional.”

Ketua Umum PB PGI Murdaya Po, yang turut hadir dan melakukan pembukaan turnamen ini, kemarin (17/12), juga menilai posisi turnamen ini sebagai ajang yang sangat penting bagi masa depan golf di Indonesia. Bagi PGI, turnamen ini juga tak hanya menjadi bagian dari pembinaan dan regenerasi, tapi juga menjadi bagian dari studi terhadap perkembangan golf di negara-negara peserta lainnya.

 

Tabungan BRI Junio Pondok Indah International Junior Golf Championship ini telah menjadi turnamen flagship dari Junior Golf Tour of Asia.

 

“PGI sangat mengharapkan junior-junior di Indonesia bisa berkembang maju. Negara-negara lain, seperti Thailand, Korea, Jepang, dan negara lain juga sudah puluhan tahun melakukan pembinaan terhadap junior. Jadi, harapan kami, dengan adanya pertandingan-pertandingan dengan negara lain, kita bisa lihat negara-negara mana yang betul-betul maju cara bermainnya, cara memukulnya, dan dari situ kita bisa melihat bahwa kita harus melakukan pembinaan junior-junior Indonesia dengan pelatih-pelatih yang benar-benar kompeten,” jelas Murdaya Po.

Untuk mengakomodasi kompetisi ini, juga untuk menciptakan kondisi pertandingan yang ideal bagi para pegolf junior yang turun, Tabungan BRI Junio Pondok Indah International Junior Golf Championship akan dimainkan di dua lapangan yang berbeda. Junior yang berusia 11-18 tahun akan bermain di Pondok Indah Golf Course. Mereka ini terbagi ke dalam tiga kelas. Kelas A akan diikuti oleh mereka yang berusia 15-18 tahun, Kelas B diikuti oleh pegolf usia 13-14 tahun, sedangkan Kelas C untuk para pegolf usia 11-12 tahun.

Adapun para pegolf junior yang berusia 7-10 tahun akan bermain di Senayan National Golf Club, yang dari segi panjang lapangan dianggap lebih ideal dimainkan oleh mereka. Kelompok ini juga terbagi ke dalam tiga kelas. Kelas D dikhususkan untuk junior berusia 10 tahun, Kelas E diikuti junior yang berusia 9 tahun, dan Kelas F menjadi kompetisi bagi junior berusia 7-8 tahun.

Pembagian kelas ini sendiri telah dilakukan sejak penyelenggaraan edisi ke-6 pada tahun 2017 lalu. Dari pembagian kelas tersebut, hanya Kelas F saja yang tidak diikuti oleh junior putri.

Konsistensi penyelenggaraan turnamen juga telah membuat ajang ini mendapat pengakuan dari pihak internasional. Pada bulan Oktober 2018 lalu, Tabungan BRI Junio Pondok Indah International Junior Golf Championship ini menjadi turnamen flagship dari Junior Golf Tour of Asia (JGTA). JGTA merupakan badan yang berwenang di Asia untuk memberi status pada American Junior Golf Association (AJGA) Performance Based Entry (PBE). Para pegolf yang berprestasi pada tiap ajang JGTA akan masuk ke dalam peringkat Order of Merit, yang nantinya bermanfaat bagi mereka yang berniat untuk mencari beasiswa prestasi di universitas-universitas Amerika.

Leave a comment