Amateur Golfers Indonesia menegaskan komitmen untuk menggelar ajang Mid Amateur Series untuk menjawab kebutuhan kelompok pegolf umum yang ingin menguji kualitas kemampuan mereka dalam golf prestasi.

Jika selama ini kompetisi golf prestasi di Indonesia cenderung berfokus pada kelompok junior, amatir, dan profesional, kelompok yang selama ini menjadi bagian dari pegolf aktif pun sudah mulai bisa mengikuti kompetisi prestasi.

Mereka yang masuk kategori 25-55 tahun, yang tidak ingin menjadi pegolf profesional, tapi masih ingin mengikuti kompetisi serius, termasuk mereka yang mulai jenuh dengan turnamen santai, kini bisa mulai melirik ke Amateur Golfers Indonesia (AGI).

 

I Nyoman Pasek Jiwandana, Round 2 Mid Amateur Series 5.
I Nyoman Pasek Jiwandana merupakan salah satu wajah reguler pada kompetisi Mid Amateur Series. Foto: Amateur Golfers Indonesia.

 

”AGI merupakan klub golf dan juga event organizer khusus untuk menggelar kejuaraan mid amateur, senior, dan juga U-25,” ujar Djonnie Rahmat, Ketua pendiri sekaligus Ketua AGI.

”Jumlah pegolf di Indonesia itu banyak, tapi kurang latihan, kurang pertandingan, dan kurang diekspos. Pada akhirnya kami ingin mengarah ke dunia internasional, tapi harus banyak dilatih dulu dengan banyak kejuaraan supaya pegolf-pegolf kita terbiasa dengan pertandingan golf yang menggunakan aturan yang benar.”

Jumlah pegolf yang mengikuti Mid Amateur Series belakangan ini mengalami peningkatan. Dari semula tak mencapai 30 peserta, pada seri ke-5 yang digelar di Emeralda Golf Club pada 31 Juli-1 Agustus yang baru lalu ini, peserta sudah mencapai 88 pegolf yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ekspatriat pun turut serta. Meski umumnya ditujukan bagi mereka yang berusia 25-55 tahun, sejumlah peserta di bawah dan di atas rentang usia tersebut juga turut berkompetisi.

 

Hanne Pangestu, Juara Mid Amateur Series 5.
Hanne Pangestu menjadi yang terbaik untuk kategori wanita pada Mid Amateur Series 5. Foto: Amateur Golfers Indonesia.

 

Kehadiran AGI ini jelas akan menjadi wadah penting bagi perkembangan golf di Indonesia, khususnya bagi mereka yang tidak berniat untuk menjadi pegolf profesional. Kini mereka akan berfokus untuk bersiap menggelar Mid Amateur Asia-Pacific seiring restu dari Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia.

Selain menjadi panggung kompetisi prestasi, ajang Mid Amateur Series 5 ini turut menjadi bagian dari pemanasan menuju Pekan Olahraga Nasional. Erwin Teja, yang membela Provinsi Kalimantan Barat, mengakui bahwa ajang ini, ”Saya jadikan sebagai road to PON. Saya memerlukan suasana kompetitif seperti ini sehingga bisa mendapatkan vibe untuk mempersiapkan diri tampil di PON.” Ia bahkan telah mengikuti empat Mid Amateur Series pada tahun ini.

 

Hanne Pangestu, Juara Mid Amateur Series 5.
Hanne Pangestu akhirnya mengangkat trofi setelah membukukan skor 1-under. Foto: Amateur Golfers Indonesia.

 

I Nyoman Pasek Jiwandana, yang lebih dikenal sebagai Alit, kembali tampil sebagai pemenang setelah meraih Best Gross Overall. Alit membukukan skor total 1-over 143 setelah bertanding dalam dua putaran. Sementara itu, Hanne Pangestu memenangkan kelompok wanita dengan catatan 1-under.

Komisaris Utama AGI Nanan Soekarna turut mengajak para pegolf, klub, dan pemangku kepentingan industri golf untuk berkolaborasi untuk mendukung percepatan perkembangan prestasi golf di Indonesia.

”Obsesi kami adalah membuat banyak kejuaraan yang bisa mendukung program PGI, menelurkan pegolf yang berprestasi, baik itu amatir maupun profesional dunia. Mari kita dukung bersama. Jangan bebani Pemerintah, tapi kita yang mampu bisa berkolaborasi. Baik itu pemain yang mampu, klub, dan juga yang punya lapangan golf,” ujar Nanan.

 

Peserta Ekspatriat, Mid Amateur Series 5.
Salah satu peserta ekspatriat melakukan putting pada putaran final Mid Amateur Series 5. Foto: Amateur Golfers Indonesia.