Pengalaman play-off perdana, gelar European Tour kedua bagi Mikko Korhonen.

Mikko Korhonen meraih gelar European Tour keduanya pada momen yang istimewa. Persis ketika Volvo China Open merayakan 25 tahun penyelenggaraannya sejak 1995. Pegolf Finlandia ini meraih kemenangan istimewa ini setelah mengalahkan Benjamin Hebert dari Perancis lewat babak play-off.

Grup pamungkas pada putaran final kemarin (5/5) menjadi grup yang paling menarik diikuti. Juara Trophee Hassan II asal Spanyol Jorge Campillo, pimpinan klasemen pada akhir hari ketiga Benjamin Hebert, dan Korhonen menciptakan drama yang sangat menarik. Ketiganya bahkan sempat berbagi peringkat teratas ketika mereka memasuki tee hole 17.

Dalam persaingan yang kian ketat seperti itu, Korhonen berhasil memegang kendali lantaran memasukkan birdie yang krusial di hole pamungkas, hole 18 par 5 di Genzon Golf Club, Shenzen, China itu.

Namun, Hebert, yang pada putaran ketiga mencatatkan sejarah dengan menorehkan skor sembilan hole terendah dalam sejarah European Tour dengan membukukan skor 28, memutuskan memainkan hole terakhir dengan agresif. Ia berhasil mengantarkan bolanya ke green dalam dua pukulan dan melakukan dua putt untuk juga mencatatkan birdie dan memaksa Korhonen melanjutkan duel sudden death play-off.

Dalam partai penentuan ini, Korhonenlah yang terbukti berhasil mengatasi tekanan intens dan memastikan kemenangan. Ia membuktikan ketenangannya kala melakukan chip dan putt, yang membantunya mencatatkan birdie kemenangan.

“Sepanjang hari ini saya harus berjuang keras karena semua orang berhasil memasukkan putt dan saya hanya bisa bersabar dan melakukan hal yang sama.” – Mikko Korhonen

“Perasaan saya sungguh luar biasa. Entah bagaimana saya melakukannya, tapi mungkin putter sayalah yang menjadi formula kemenangan pekan ini. Ada banyak putt yang berhasil saya masukkan dari luar jarak 15-20 kaki. Saya mendapat birdie di hole 17 dan berpeluang memenangkan turnamen ini lebih awal di hole 18, tapi sayangnya saya tidak bisa melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Gagal dalam kesempatan pertama, Korhonen sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan berikutnya dan meninggalkan catatan berkesan dalam pengalaman pertamanya dalam babak play-off.

“Ini pertama kalinya saya bermain dalam partai play-off dan saya rasa tidak ada ruginya. Saya hanya tinggal mencatatkan birdie. Menjuarai sebuah turnamen memang tidak pernah mudah. Sepanjang hari ini saya harus berjuang keras karena semua orang berhasil memasukkan putt dan saya hanya bisa bersabar dan melakukan hal yang sama. Senang bisa mendapat kemenangan kedua ini,” sambung Korhonen lagi.

Kemenangan ini sekaligus melambungkan posisinya dari peringkat 98 ke peringkat 17 pada Race to Dubai Rankings presented by Rolex. Tapi yang tak kalah penting ialah bahwa ia kini berhak bermain pada ajang Major kedua tahun ini, U.S. PGA Championship.

Sementara itu, bagi Hebert, ini merupakan kedua kalinya ia menjadi runner-up dan harus menunda kemenangan pertamanya pada sirkuit papan atas European Tour.

“Ini pekan yang positif. Kami menempuh perjalanan jauh dari Maroko ke China dan kini menuju Inggris. Saya sangat senang bisa finis di tempat kedua. Saya sendiri senang melihat permainan saya. Mikko bermain hebat dan dia tidak banyak melakukan kesalahan dan putting-nya juga bagus. Saya tahu, saya mesti main 4-under untuk bisa memimpin dan menjuarai turnamen ini, tapi sayangnya saya hanya bisa main 3-under,” ujar pemegang enam gelar European Challenge Tour ini.

Pencapaian terbaik dari pemain tuan rumah ditorehkan oleh pegolf terbaik mereka saat ini, Li Haotong. Bintang muda ini menorehkan dua birdie di dua hole terakhirnya untuk mendongkrak peringkatnya ke posisi 4.

“Saya bermain cukup solid akhir pekan ini, tapi masih melakukan beberapa kesalahan. Tapi secara keseluruhan, saya sangat senang bisa menuntaskan pekan ini dengan dua birdie berturut-turut. Sungguh menyenangkan bisa pulang dan bermain seperti ini. Saya mulai bermain dengan sangat solid dan senang bisa mengetahui bahwa permainan terbaik saya sudah kembali,” tutur Li, yang telah menjuarai turnamen ini pada 2016.

Secara khusus ia memuji pegolf remaja 14 tahun Yang Kuang, yang berhasil menembus akhir pekan.

“Olahraga ini menuju arah yang tepat di China. Sunguh membanggakan bisa melihat Yang Kuang, yang baru berusia 14 tahun, bisa lolos cut dan luar biasa melihat para pemain junior membuat masyarakat China bangga. Saya tak sabar untuk bisa pulang dan bermain di sini lagi,” tandasnya.

Leave a comment