Perjuangan keras Kensei Hirata membuahkan hasil dan menjadikannya sebagai juara termuda pada ajang Japan PGA Championship.
Kensei Hirata menunjukkan perjuangan luar biasa pada putaran final Japan PGA Championship hari ini. Sempat mendapat tiga bogey di tengah putaran finalnya, ia berhasil bangkit untuk mencatatkan skor 1-under 71, yang sudah cukup memberinya kemenangan pada ajang akbar Japan Golf Tour Organization (JGTO) ini.
Pegolf kelahiran Osaka ini mengawali putaran final tadi dengan keunggulan satu stroke dari Kunihiro Kamii dan langsung unggul dua stroke berkat birdie di hole pertamanya di Eniwa Country Club. Namun, menjelang sembilan hole terakhir, ia justru tertinggal dua stroke dari rekan bermainnya itu. Secara mengejutkan ia malah mendapat bogey di hole 6, 7, dan 9.
Namun, pengalamannya meraih kemenangan pada ajang Gateway to the Open Mizuno Open bulan Mei 2023 lalu, Hirata berhasil memutarbalikkan keadaan. Ia kemudian bangkit dengan birdie di hole 12, 14, 15, dan 17 untuk berbalik unggul tiga stroke. Meskipun akhirnya mengakhiri turnamen ini dengan bogey di hole terakhir, trofi prestisius itu tetap menjadi miliknya. Dengan skor total 11-under 277, ia unggul dua stroke dari sederet pemain bintang, seperti Taiga Semikawa dan Takumi Kanaya,
Dalam usia 22 tahun, 8 bulan, dan 4 hari, Hirata pun menjadi pegolf termuda yang pernah menjuarai Japan PGA Championship, sejak turnamen ini dimulai tahun 1973. Ia melampaui rekor yang diciptakan pegolf Korea Kim Seonghyeon ketika menjuarai edisi 2021 dalam usia 22 tahun, 9 bulan, dan 17 hari.
”Kemenangan ini juga ekstra istimewa karena ini turnamen akbar.” — Kensei Hirata.
”Saya sudah bermain dengan baik sejak hari pertama, dan mewujudkan kemenangan kedua dalam tahun ini benar-benar memberikan sukacita luar biasa buat saya. Kemenangan ini juga ekstra istimewa karena ini turnamen akbar,” tutur Hirata, yang kini menjadi pegolf pertama yang meraih lebih dari satu kemenangan pada tahun ini.
”Saya sempat mengawali dengan baik di hole pertama, tapi terus mendapat par dan tidak mendapat sentuhan yang bagus, termasuk melakukan tiga putt dalam enam kali secara berturut-turut. Namun, saya bisa memulihkan permainan di sembilan hole kedua, jadi saya terus bermain tanpa menyerah.”
Hirata mengaku perubahan pola pikir menjadi kunci yang membantunya untuk mengubah keadaan. ”Tidak ada yang berubah, tapi saya merasa mengubah pola pikir untuk bisa mendapatkan dua digit (skor under) setelah birdie di hole 12.
”Saya sadar kalau saya kembali memimpin pada awal hole 15, tapi masih ada hole-hole sulit yang harus saya hadapi, jadi saya berpikir untuk menambah keunggulan supaya bisa menang. Senang melihat semuanya berakhir dengan baik.”
”Saya ingin membawa momentum ini ke turnamen berikutnya. … Kini saya mengincar Japan Open.” — Takumi Kanaya.
Kemenangan ini melambungkan Hirata ke peringkat ketiga pada daftar peraih hadiah uang JGTO dengan ¥54.001.423 (sekitar Rp5,771 milyar). Takumi Kanaya masih menempati peringkat teratas dengan total ¥70.777.333 (sekitar Rp7,564 milyar), sedangkan Keita Nakajima di tempat kedua dengan total hadiah ¥68.060.019 (sekitar Rp7,274 milyar).
Meskipun kembali gagal meraih kemenangan pada turnamen sekaliber Japan PGA Championship ini, Kanaya mengaku puas bisa menjadi salah satu pemain yang finis di tempat kedua, terutama setelah memulai ajang ini dengan skor 75. Ia menunjukkan kegigihannya, menuai skor 68 dan 66 untuk bersaing di jajaran atas. Sayangnya, ia harus puas bermain dengan skor 70 lantaran mendapat empat birdie dengan dua bogey.
”Hari ini saya tidak bisa mendorong diri saya (untuk main lebih baik) di sembilan hole terakhir seperti yang saya inginkan, tapi Hirata bermain luar biasa. Saya menyaksikan semangatnya bermain hingga akhir, dia layak menang,” puji Kanaya. ”Pekan ini saya tidak mendapat skor yang bagus pada hari pertama, tapi pelan-pelan meningkatkan skor dan akhirnya bisa finis dengan baik. Saya ingin membawa momentum ini ke turnamen berikutnya.
”Dalam tiap turnamen besar, kondisinya selalu menantang, dan perhatiannya juga lebih tinggi lagi daripada turnamen-turnamen reguler. Kini saya mengincar Japan open.”
Pegolf Korea Ryu Hyunwoo menjadi pegolf internasional terbaik pada pekan ini setelah skor 70 membawanya finis sendirian di tempat keempat dengan skor total 8-under 280.


