Lee Mihyang memanfaatkan kondisi lapangan untuk menciptakan skor terendahnya selama mengikuti ajang Blue Bay LPGA dan memuncaki klasemen sementara.
Setelah mengawali pekan ini dengan skor 67, pegolf Korea Lee Mihyang menciptakan enam birdie dan tanpa bogey untuk menduduki posisi teratas pada ajang Blue Bay LPGA.
Lee memanfaatkan kondisi lapangan yang lebih baik untuk untuk menciptakan skor terendah keduanya selama bermain di Jian Lake Blue Bay Course. Sepanjang 18 hole kedua tersebut, Lee memutuskan bermain lebih cerdas lagi dan memanfaatkan angin untuk memaksimalkan pukulannya dan menciptakan empat birdie di sembilan hole pertamanya, dan menuntaskan dengan dua birdie tambahan.
”Angin berembus lebih kencang daripada yang saya bayangkan pagi ini, tapi masih lebih baik daripada kemarin sore. Jadi, saya memanfaatkan angin yang berembus dengan arah yang cukup serupa. Jadi, saya kira kondisinya tidak menyulitkan saya,” jelasnya.
Setelah beberapa kali bermain di lapangan ini, Lee terlihat makin percaya diri bermain di lapangan yang berada di Hainan, China ini. Menghadapi kondisi green yang bergelombang, ia pun lebih berfokus memaksimalkan putting-nya dan membutuhkan hanya 25 putt pada putaran kedua ini.
”Tentu saja memenangkan turnamen ini akan sangat membuat saya bersyukur, tapi pertama-tama semoga bahu saya bisa pulih dulu.” — Lee Mihyang.
”Saya kira itu sebabnya saya bisa menciptakan banyak birdie dan tidak mendapat satu bogey pun,” sambungnya. ”Memang belum 100% yakin, tapi saya kira kunci di lapangan ini ialah membiasakan diri dengan green yang kecil. Permukaan green-nya sangat bergelombang, jadi terkadang melakukna chipping jauh lebih baik daripada melakukan putting jarak jauh.
”Lapangan ini banyak tergantung pada arah angin. Dan saya kira itulah sebabnya mengapa saya mesti bermain lebih cerdas. Misalnya di hole 5, dogleg ke kiri, kalau melawan arah angin, pukulan saya tidak bakal bisa melewati bunker kiri, tapi kalau tidak ada angin, saya bisa melewatinya. Di situ saja hampir lima club perbedaannya, jadi perbedaannya sangat besar di hole tersebut.”
Lee punya alasan kuat untuk tidak berpikir terlalu jauh pada pekan ini. Meskipun berada di posisi yang ideal, ia menilai siapa pun bisa memenangkan turnamen ini. Selain itu, ia juga masih belum sepenuhnya pulih dari cedera yang ia alami.
”Bahu kanan saya masih cedera dan masih belum pulih. Saya sungguh bersyukur bermain sebagus ini. (Namun,) saya hanya akan lebih berfokus supaya bahu saya bisa makin pulih. Itu hal pertama dan target pertama tahun ini. Tentu saja memenangkan turnamen ini akan sangat membuat saya bersyukur, tapi pertama-tama semoga bahu saya bisa pulih dulu dan saya bisa menikmati lapangan ini,” tutur pegolf yang kini mengumpulkan skor total 11-under 133 ini.
”Melakukan kesalahan (di lapangan ini) menjadi sesuatu yang tidak bisa dielakkan.” — Liu Yu.
”Menurut saya semua orang bisa memenangkan turnamen ini. Saya hanya perlu (melanjutkan) bermain (dengan baik) karena sekarang saya berada di posisi yang bagus, tapi semua orang punya peluang yang bagus.”
Pegolf tuan rumah Liu Yu menjadi pesaing terdekatnya setelah menorehkan delapan birdie dengan dua bogey untuk terpaut hanya satu stroke dari Lee. Setelah bermain bersih tanpa bogey di sembilan hole pertamanya, Liu menunjukkan bagaimana bogey tidak membuatnya kehilangan fokus di sembilan hole terakhirnya.
”Melakukan kesalahan (di lapangan ini) menjadi sesuatu yang tidak bisa dielakkan. Saya sangat senang dengan skor yang saya raih,” ujar pegolf berusia 30 tahun yang telah mengoleksi dua kemenangan pada CPLG Tour ini.
”Saya rasa begitu Anda berada di atas lapangan, tidak ada pilihan selain mempercayai permainan Anda. Pastinya menjadi lebih presisi hari demi hari akan sangat membantu.”
Dari total 29 pegolf tuan rumah, sebanyak 18 di antaranya memastikan melangkah ke putaran akhir pekan. Jumlah ini lebih banyak ketimbang edisi 2025 ketika hanya 16 pegolf yang memastikan lolos cut.


