Bintang-bintang golf dunia harus bersiap menghadapi tantangan dari jajaran pegolf tuan rumah ketika ZOZO CHAMPIONSHIP dimulai Kamis (13/10).
Collin Morikawa yakin bahwa para pegolf tuan rumah akan menghadirkan tantangan yang tidak main-main ketika ZOZO CHAMPIONSHIP bergulir Kamis (13/10) ini di Accordia Golf Narashino Country Club. Satu-satunya ajang PGA TOUR yang dimainkan di Jepang dan menyuguhkan hadiah sebesar US$11 juta ini juga menyambut kembalinya sang juara bertahan Hideki Matsuyama, yang berharap mengulangi keberhasilannya tahun lalu.
Morikawa, yang merupakan pegolf No.9 Dunia, menegaskan reputasi globalnya tidak akan memberi jaminan apa-apa pada pekan ini. Ia menilai para pegolf Jepang kini makin menunjukkan kualitas yang terus meningkat untuk meramaikan persaingan di panggung internasional.
Selain Matsuyama dan Satoshi Kodaira, yang selama ini berkiprah pada PGA TOUR, 15 kontingen lokal yang dipimpin oleh pemuncak Japan Golf Tour Organization (JGTO) Money Ranking, Yuto Katsuragawa, Kaito Onishi, dan Keita Nakajima telah menunjukkan kapasitasnya sebagai penantang tangguh. Morikawa pun meyakini para pemain tuan rumah ini berniat untuk meraih kemenangan di negeri sendiri.
”Menurut saya, jika melihat golf di Jepang, mereka makin lama makin kuat. Saya mulai sedikit mengenal Keita Nakajima, dan kalau tak salah ia memegang rekor pegolf amatir No.1 Dunia terlama sejauh ini,” ujar pemegang dua gelar Major ini. ”Hal itu saja sudah menunjukkan betapa golf telah menjadi olahraga besar di sini dan sudah jelas banyak orang yang menyukainya, dan tidak hanya menyukainya, mereka juga mahir memainkannya.
”Saya pikir hal tersebut terkait dengan keberhasilan Hideki, para pegolf Jepang sebelumnya, dan generasi pegolf baru. Jika melihat permainan mereka, mereka semahir banyak orang dan mereka menunjukkan hal tersebut. Keita telah menunjukkan ia bisa bermain pada PGA TOUR, bahkan ia berhasil mencatatkan finis yang cukup bagus.”
Morikawa menilai ZOZO CHAMPIONSHIP menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi 15 pemain dari JGTO. Kehadiran rombongan PGA TOUR pun membuat pekan ini menjadi lebih istimewa. ”Semoga mereka bisa menikmati semuanya dan menemukan cara untuk bermain dengan baik,” ujar Morikawa lagi.
Komentar Morikawa itu juga diungkapkan oleh Rickie Fowler. Pemegang lima gelar PGA TOUR ini mengaku berharap mendapatkan kompetisi yang ketat dari para pemain tuan rumah.

”Jelas mereka adalah para pemain terbaik di sini. Saya pikir ini peluang yang keren bagi mereka untuk bisa bermain dalam ajang PGA TOUR, terutama di Jepang sini,” ujar Fowler. ”Saya berharap mereka bisa main bagus. Semua mereka yang bermain pekan ini, seperti yang saya katakan, adalah para pemain tangguh. Saya ingat tahun lalu ada banyak pemain Jepang yang bermain dengan solid.
”Saya kira kita bisa menyebut Hideki sebagai pegolf PGA TOUR, jadi kemenangannya di sini tahun lalu merupakan hal terbaik dari kedua belahan dunia ini.”
Matsuyama sendiri siap memimpin rekan-rekan senegaranya untuk menghadirkan tantangan berarti. Ia juga menegaskan niatnya untuk meraih kemenangan beruntunnya. Dengan para penonton yang setia menyaksikannya berlatih di lapangan, Matsuyama tahu persis tanggung jawab yang ia emban pekan ini.
”Sungguh menyenangkan bisa kembali sebagai juara bertahan. Dalam beberapa hari terakhir saya sudah merasa terkesan. Masih putaran latihan, tapi ada banyak anggota penggemar yang datang dan menyemangati kami,” tutur Matsuyama, yang telah mengoleksi delapan gelar PGA TOUR. ”Saya tahu, akan ada lebih banyak lagi yang datang hari Kamis ini dan sepanjang akhir pekan. Semoga saya bisa bermain sebaik mungkin dan memberi alasan untuk semua orang mendukung saya.
”Energi yang mereka berikan sungguh membantu, membantu permainan saya, tapi pada sisi yanga lain, ada tekanan juga yang hadir melaluinya.”
Seperti halnya Morikawa dan Fowler, Matsuyama juga yakin rekan-rekan senegaranya juga bakal bermain dengan baik. Dan ia tidak ingin mengalah!
”Ada begitu banyak pemain hebat yang tampil di peringkat JGTO. Saya harus bermain semaksimal mungkin supaya bisa mengalahkan mereka,” imbuhnya.
Salah satu bintang baru yang berpeluang menciptakan kejutan itu jelas Onishi. Pegolf muda berusia 23 tahun ini tidak segan bermimpi besar dan ingin melanjutkan permainan solidnya pada musim ini, kali ini menghadapi para pesaing internasional. Belum lama ini ia telah melakukan terobosan karier dengan menjuarai Fujisankei Classic, serta dua kali finis di tempat kedua.
”Saya senang bisa berpartisipasi dalam turnamen ini dan melakukan debut PGA TOUR saya,” tuturnya. ”Target saya ialah menang. Mentalitas akan menjadi hal krusial karena ada banyak pemain hebat yang ikut bermain. Saya perlu berfokus melakukan tiap pukulan.
”Kondisi saya sedang bagus. Saya punya waktu istirahat yang cukup menuju pekan ini, jadi saya sudah siap untuk bersaing. Saya yakin saya sedang dalam kondisi yang bagus.”
Bagi Xander Schauffele, pegolf berperingkat tertinggi yang berkompetisi pada pekan ini. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo ini kini berada di peringkat 6 Dunia. Ia sendiri mengaku senang bisa kembali ke Negeri Matahari Terbit pada pekan ini. Kesempatan ini menjadi momen berharga baginya lantaran ia bisa menikmati dukungan dari keluarga jauhnya.
Meski berkewarganegaraan Amerika, Schauffele memiliki darah Jepang, bahkan sempat menghabiskan sebagian masa kecilnya di negara ini. Bahkan kakek-neneknya masih menetap di Jepang.
”Selalu menyenangkan bisa datang ke Jepang. Banyak keluarga dan masyarakat yang mendukung saya, jadi tidak ada tempat yang lebih baik buat saya ketimbang di sini,” tuturnya. ”Senang bisa bertemu kakek dan nenek saya lagi, paman-paman, bibi-bibi, dan semua sepupu saya.”
ZOZO CHAMPIONSHIP menjadi ajang khusus yang hanya diikuti oleh 78 peserta dan tidak memberlakukan cut-off.

